Surabaya,abadinews.id — Pameran Pusaka Tosan Aji bertajuk “Menyongsong Warisan Budaya Keris yang Ditetapkan UNESCO dan PBB sebagai Warisan Budaya Indonesia” resmi digelar di Balai Pemuda Surabaya. Kegiatan ini berlangsung selama lima hari, mulai 17 hingga 21 November, dalam rangka memperingati Hari Pahlawan.
Pagelaran tersebut menampilkan berbagai macam keris dari berbagai daerah di Nusantara, termasuk salah satu Keris Pusaka milik Presiden Prabowo Subianto serta koleksi Menteri Kebudayaan Fadli Zon yang menjadi daya tarik utama pameran.
Baca juga: Pameran Keris Tosan Aji Nusantara Hadirkan Diskusi "Perspektif Komunikasi Perkerisan Indonesia"
Beragam keris dengan nilai budaya tinggi juga ditawarkan dengan harga yang terjangkau bagi para kolektor maupun masyarakat umum.
Ketua Yayasan Penyelenggara Pameran Tosan Aji, Dr. H. Andi Budi Sulistijanto, S.H., M.I.Kom (Gus Andi), menyampaikan bahwa pameran ini diselenggarakan oleh komunitas kolektor keris sebagai bentuk upaya pelestarian budaya bangsa.
“Di Jawa, keris disebut tosan aji dan diperlakukan sebagai benda sakral. Namun pemaknaannya tetap kembali kepada pribadi masing-masing. Bagi saya, setiap benda memiliki unsur molekul positif dan negatif,” jelasnya.
Gus Andi menambahkan bahwa pelestarian keris harus terus digaungkan. Menurutnya, merawat keris membutuhkan ketenangan dan kesabaran. Melalui pameran ini, ia berharap semangat kejayaan Majapahit dapat kembali dihidupkan serta mengingatkan masyarakat bahwa Indonesia memiliki ribuan warisan budaya berharga.
Baca juga: Pagelaran Budaya Tosan Aji Nusantara Resmi Dibuka, Pamerkan Keris Langka dan Gelar Lelang Pusaka
“Terima kasih kepada semua yang hadir. Komunitas keris dan para kolektor datang dari berbagai daerah: Lombok, Bali, Madura, Surabaya, Sidoarjo, hingga Yogyakarta. Pameran ini menjadi ruang ekspresi dan edukasi bagi masyarakat untuk mengenal Tosan Aji sebagai warisan Nusantara yang diakui dunia,” ujarnya.
Lebih lanjut, Gus Andi berharap masyarakat dan komunitas keris, khususnya di wilayah Surabaya dan Jawa Timur, dapat hadir meramaikan pameran tersebut.
Sementara itu,Pembina yayasan Empu Haryo menegaskan bahwa keris merupakan jati diri budaya bangsa Indonesia.
Baca juga: Pagelaran Budaya Tosan Aji Nusantara 2025 Tampilkan Ragam Keris Nusantara di Surabaya
“Kita patut berbangga dapat melestarikan budaya dan karya agung bangsa ini. Apresiasi setinggi-tingginya bagi para seniman yang konsisten mencurahkan tenaga, pikiran, dan biaya demi kelestarian Tosan Aji,” ungkapnya.
Pameran ditutup dengan Tumpengan dalam rangka menyongsong peringatan 20 tahun penetapan Keris sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO, yang dihadiri sekitar 150 peserta dari berbagai komunitas dan kalangan di Jawa Timur.
Editor : Redaksi