Arifah Fauzi Raih Perempuan Berbakti 2026, Ning Lia Soroti Dampak Pengabdian

avatar abadinews.id

abadinews.id, Surabaya — Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI sekaligus Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muslimat NU, Hj. Arifatul Choiri Fauzi, kembali mendapat apresiasi atas kiprahnya dalam pemberdayaan perempuan.

 

Baca Juga: Serap Aspirasi Sektor Perbankan, Ning Lia Koordinasi dengan Pimpinan Bank Jatim

Arifah Fauzi meraih penghargaan Perempuan Berbakti 2026 pada kategori Women of Excellence in Inspirational Leadership for the Nation yang diberikan oleh Corporate Forum for CSR Development.

 

 Penghargaan tersebut menjadi apresiasi atas kepemimpinannya dalam mendorong pemberdayaan perempuan sekaligus kontribusinya bagi masyarakat dan bangsa.

 

 Apresiasi atas penghargaan itu datang dari Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama yang Akrab di panggil Ning Lia menyampaikan selamat sekaligus berharap penghargaan tersebut tidak berhenti sebagai simbol apresiasi, tetapi menjadi energi baru untuk memperluas pengabdian.

 

 “Selamat kepada Ibu Hj. Arifah Choiri Fauzi atas penghargaan Perempuan Berbakti 2026. Semoga penghargaan ini semakin menguatkan langkah dan pengabdian untuk perempuan, keluarga, masyarakat, dan negeri,” ujar Ning Lia.

 

 

 Ning Lia menilai penghargaan bagi perempuan inspiratif memiliki makna lebih luas daripada sekadar pengakuan atas capaian individu.

 

 Menurutnya, apresiasi terhadap perempuan yang berkontribusi di ruang publik harus mampu memantik keberanian perempuan lain untuk ikut mengambil peran.

 

 “Perempuan memiliki ruang yang luas untuk berkontribusi. Tidak harus selalu dimulai dari sesuatu yang besar. Dari keluarga, lingkungan, komunitas, hingga ruang publik, setiap perempuan bisa mengambil peran sesuai kemampuan dan bidangnya,” tuturnya.

 

 Pesan tersebut menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan tidak selalu harus dimulai dari panggung besar. Perubahan justru dapat tumbuh dari lingkungan terdekat dan kemudian meluas menjadi gerakan sosial yang memberikan dampak lebih besar.

 

 Karena itu, menurut Ning Lia, ukuran kebermanfaatan perempuan tidak semata-mata ditentukan oleh jabatan atau posisi yang dimiliki, tetapi juga oleh seberapa jauh peran tersebut mampu menghadirkan manfaat bagi orang lain.

 

 

 

 Ning Lia juga menekankan bahwa pemberdayaan perempuan membutuhkan kolaborasi lintas sektor.

 

 Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. Organisasi masyarakat, dunia usaha, komunitas, media, hingga keluarga memiliki peran yang saling melengkapi dalam menciptakan ruang yang aman dan mendukung perempuan untuk berkembang.

 

 Kolaborasi tersebut penting agar perempuan tidak hanya diberi kesempatan untuk berpartisipasi, tetapi juga memiliki ruang yang cukup untuk berkembang, memimpin, dan menghasilkan kontribusi nyata.

Baca Juga: Abadinews.id Sambut Kepulangan Ning Lia Istifhama, Doa dan Harapan Mengiringi Hajjah Mabrurah

 

 Dalam berbagai kesempatan, Menteri PPPA Arifah Fauzi juga menyampaikan pentingnya perempuan menjadi bagian dari perubahan.

 

 Saat membuka Women’s Inspiration Award 2026, Arifah menekankan posisi strategis perempuan sebagai penggerak perubahan. Dampak tersebut dapat dimulai dari keluarga, berkembang ke masyarakat, dan pada akhirnya berkontribusi terhadap kemajuan bangsa.

 

 Pesan itu menjadi relevan dengan penghargaan yang diterimanya. Kepemimpinan perempuan tidak berhenti pada pencapaian personal, tetapi diharapkan mampu membuka ruang yang lebih luas bagi perempuan lainnya.

 

Penghargaan Perempuan Berbakti 2026 juga menambah catatan perjalanan Arifah Fauzi dalam ruang pengabdian perempuan dan masyarakat.

 

Selain dipercaya menjalankan tugas sebagai Menteri PPPA RI, Arifah Fauzi juga memimpin PP Muslimat NU periode 2025–2030.

 

Ia terpilih sebagai Ketua Umum PP Muslimat NU dalam Kongres XVIII Muslimat NU di Surabaya pada Februari 2025.

 

 Dua peran tersebut menempatkan Arifah pada ruang pengabdian yang bersinggungan langsung dengan isu perempuan, keluarga, masyarakat, serta organisasi kemasyarakatan.

Baca Juga: Perkuat Silaturahmi,Lia Istifhama Tingkatkan Semangat Pengabdian bagi Masyarakat Jawa Timur

 

 Bagi Ning Lia, momentum tersebut perlu dimanfaatkan untuk memperkuat jejaring perempuan di berbagai sektor.

 

 “Semoga menjadi inspirasi bagi perempuan Indonesia untuk terus berkarya, berdaya, dan memberikan manfaat. Pengabdian yang dilakukan dengan tulus akan selalu menemukan jalannya untuk memberikan dampak yang lebih luas,” kata Ning Lia.

 

 Ia berharap semakin banyak perempuan Indonesia berani mengambil peran tanpa harus menunggu hadirnya ruang yang sempurna.

 

 Sebab, perubahan menurutnya dapat dimulai dari kontribusi sederhana di lingkungan masing-masing. Ketika kontribusi tersebut dilakukan secara konsisten dan dibangun melalui kolaborasi, dampaknya dapat berkembang menjadi gerakan yang lebih luas.

 

 Ning Lia menegaskan, pemberdayaan perempuan bukan sekadar memberikan kesempatan. Yang tidak kalah penting adalah membangun keyakinan bahwa perempuan memiliki kapasitas untuk menjadi bagian penting dalam perjalanan kemajuan bangsa.

 

 “Penghargaan Perempuan Berbakti 2026 menjadi energi baru bagi perempuan untuk terus mengambil peran, memperluas manfaat, serta menghadirkan perubahan positif bagi masyarakat dan bangsa,” pungkasnya.(Red)

 

 

Editor : Redaksi

abadinews.id horizontal

Berita Lainnya

abadinews.id horizontal