abadinews.id, Surabaya – Jawa Timur kembali mencatat sejarah dalam perkembangan olahraga nasional dengan menjadi tuan rumah Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Bola Tangan(Handball )Junior 2026. Untuk pertama kalinya, ajang bergengsi kelompok usia muda ini digelar di Jawa Timur dan diikuti 14 tim dari delapan provinsi, terdiri atas 8 tim putra dan 6 tim putri, yang akan bertanding selama enam hari mulai 3 hingga 7 Agustus 2026. Bertempat di GOR universitas Negeri Surabaya.Senin(3/8/26)
Baca Juga: Pengurus Baru ABTI Jatim Dikukuhkan,Targetkan Jawa Timur Jadi Barometer Bola Tangan Indonesia
Pembukaan Kejurnas berlangsung meriah dengan dihadiri Ketua Umum PB ABTI Zulfydar Zaidar Mochtar, Ketua ABTI Jawa Timur Prof Dr.Or Gigih Siantoro S.pd,M.pd jajaran Pengurus ABTI Jawa Timur, perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, KONI Jawa Timur,dan Juga KONI kota Surabaya civitas akademika Unesa, perangkat pertandingan, pelatih, atlet, serta tamu undangan dari berbagai daerah.
Sementara itu,Ketua ABTI Jawa Timur Prof Dr.Or Gigih Siantoro S.pd,M.pd dalam sambutannya menegaskan bahwa Jawa Timur siap menjadi pusat pembinaan bola tangan nasional. Dukungan penuh juga diberikan oleh Universitas Negeri Surabaya (Unesa) yang selama ini menjadi salah satu pusat pelatihan atlet bola tangan.
Ia juga mengungkapkan bahwa pada Desember mendatang akan digelar kejuaraan bola tangan pantai sehingga diharapkan cabang tersebut semakin berkembang menuju Pekan Olahraga Nasional (PON).
"Kami berharap empat nomor pertandingan bola tangan dapat dipertandingkan secara penuh di Porprov hingga nantinya masuk dalam PON. Jawa Timur siap menjadi bagian dari pengembangan itu," ujarnya.
"Tanpa kerja keras atlet yang terus berlatih, bola tangan Indonesia tidak mungkin berkembang. Karena itu bertandinglah secara sportif, disiplin, dan tunjukkan karakter terbaik. Kalian bukan hanya membawa nama daerah, tetapi juga dipersiapkan menjadi calon atlet yang kelak membela Merah Putih."
Menurutnya, Kejurnas Junior merupakan bagian penting dari regenerasi atlet nasional menuju level internasional.
"Dari sinilah calon atlet SEA Games, Asian Games hingga Olimpiade akan lahir. Karena itu manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya."
Ketua Umum PB ABTI Indonesia Zulfydar Zaidar Mochtar Smenegaskan bahwa Kejurnas Junior merupakan agenda besar pertama kepengurusan baru PB ABTI.
"Tahun ini kami memiliki tiga agenda nasional, yaitu Kejurnas Junior di Jawa Timur, Kejurnas Senior di Sumatera Utara pada Oktober, dan Kejuaraan Bola Tangan Pantai di Jakarta pada November. Semua ini menjadi bagian dari pembinaan berjenjang yang sedang kami bangun," katanya.
Menurut Zulfydar, fokus utama PB ABTI saat ini bukan hanya melahirkan atlet hebat, tetapi juga meningkatkan kualitas pelatih dan wasit di seluruh Indonesia.
"Kalau pelatih, wasit, dan perangkat pertandingan berkembang, maka atlet juga akan berkembang. Semua harus tumbuh bersama."
PB ABTI Indonesia juga tengah menyiapkan program baru berupa Liga Pelajar Nasional yang direncanakan mulai bergulir pada tahun depan.
"Kami ingin setiap sekolah memiliki kesempatan membentuk tim bola tangan. Nantinya mereka bisa mewakili sekolah masing-masing dalam liga pelajar. Ini menjadi fondasi pembinaan sejak usia dini."
Selain itu, PB ABTI berharap pemerintah memberikan ruang lebih luas bagi bola tangan untuk masuk dalam berbagai ajang olahraga pelajar maupun mahasiswa.
"Kami berharap ke depan bola tangan dapat dipertandingkan dalam Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) maupun Pekan Olahraga Mahasiswa. Animo pelajar sudah sangat tinggi. Di banyak sekolah, bola tangan bahkan sudah masuk dalam kurikulum pembelajaran sehingga tinggal diperkuat melalui kompetisi yang berjenjang."
Ia juga mengungkapkan perkembangan prestasi bola tangan Indonesia di tingkat internasional yang terus meningkat.
"Tim junior putri Indonesia berhasil mengalahkan Thailand dan Vietnam di level ASEAN. Ini menunjukkan kita memiliki potensi besar menuju tingkat Asia bahkan dunia. Untuk putra, kami juga terus mempersiapkan tim menuju SEA Games berikutnya."
Melalui Kejurnas Junior 2026, PB ABTI akan melakukan pemantauan langsung terhadap seluruh atlet, pelatih, dan wasit untuk disiapkan memperkuat tim nasional.
"Tim talent scouting PB ABTI akan melihat seluruh potensi terbaik dari berbagai provinsi. Kami mencari bibit-bibit unggul yang benar-benar siap menjadi atlet nasional. Target kami bukan sekadar meningkat 100 persen, tetapi 200 hingga 300 persen agar Indonesia mampu bersaing di level Asia dan dunia."
Dengan semangat kebersamaan, Kejurnas Bola Tangan Junior 2026 di Surabaya diharapkan menjadi tonggak baru kebangkitan bola tangan Indonesia sekaligus melahirkan generasi atlet muda yang mampu mengharumkan nama bangsa di berbagai kejuaraan internasional.(Red)
Editor : Redaksi