Kemendukbangga/BKKBN Jatim Luncurkan program Quick Win Menjadi Prioritas Nasional

avatar abadinews.id

Surabaya,abadinews.id — Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) Jawa Timur menyelenggarakan media gathering sebagai upaya memperkuat kemitraan dengan insan pers dalam mendukung publikasi program strategis pemerintah, khususnya percepatan penurunan stunting dan penguatan keluarga.

Dalam sambutannya Pelaksana Harian(Plh)Kemendukbangga/BKKBN Jawa Timur Sukamto, S.E., M.Si.. menyampaikan apresiasi kepada seluruh media yang hadir. Kolaborasi dengan media disebut tidak berhenti pada kegiatan ini saja, tetapi akan terus dikembangkan melalui berbagai program di masa mendatang.

Baca Juga: Kunjungan Maraton Menteri Wihaji Fokuskan Pengentasan Stunting

“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini. Ke depan akan banyak program yang membutuhkan dukungan media untuk publikasinya, sehingga masyarakat semakin memahami pentingnya mencegah stunting sejak dini,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kemendukbangga/BKKBN Jawa Timur turut menjelaskan adanya perubahan struktur kelembagaan di tingkat nasional. Mulai tahun 2026, BKKBN bertransformasi menjadi Kementerian Kependudukan dan Komponen Keluarga. 

Perubahan ini memperluas cakupan kerja, tidak hanya fokus pada kependudukan dan keluarga berencana, tetapi juga pada peningkatan kualitas keluarga secara menyeluruh.

Transformasi ini membawa sejumlah penyesuaian kebijakan, salah satunya peluncuran program Quick Win yang menjadi prioritas nasional dan wajib diimplementasikan oleh seluruh perwakilan daerah, termasuk Jawa Timur.

Baca Juga: Kemendukbangga/BKKBN Jatim Raih Predikat Informatif di Malam Anugerah KI Awards Jawa Timur 2025

Kemendukbangga/BKKBN Jawa Timur menegaskan komitmennya dalam menjalankan berbagai program Quick Win seperti GATI, GENTING, TAMASYA, SI JAYA, serta pemanfaatan aplikasi Super E. Program-program ini dirancang untuk memastikan layanan keluarga, pendampingan, dan upaya pencegahan stunting dapat berjalan lebih terarah dan tepat sasaran.

“Stunting lebih baik dicegah daripada diobati. Edukasi dan pendampingan akan terus kami perkuat agar masyarakat memahami bahaya stunting dan langkah-langkah pencegahannya,” jelasnya.

Dalam percepatan penurunan stunting, peran Tim Pendamping Keluarga (TPK) menjadi sangat penting. TPK bertugas mendampingi ibu hamil, ibu menyusui, dan keluarga dengan baduta non-PAUD, sesuai arahan Menteri. Mulai tahun 2025, program pendampingan keluarga akan ditingkatkan secara bertahap hingga 2026 dan tahun-tahun berikutnya.

Baca Juga: Program Genting Digas, Kemendukbangga/BKKBN Jatim Gandeng Media Tekan Stunting

Melalui kegiatan media gathering tersebut, Kemendukbangga/BKKBN Jawa Timur berharap insan pers semakin memahami berbagai program terbaru sehingga dapat mendukung penyebarluasan informasi secara tepat, akurat, dan masif kepada masyarakat.

“Harapannya masyarakat mengetahui, memahami, dan bersedia mengikuti program pemerintah. Media adalah mitra strategis untuk mencapai tujuan tersebut,” tutupnya.(Red)

Editor : Redaksi

abadinews.id horizontal

Berita Lainnya

abadinews.id horizontal