Adi Husada Cancer Center Gelar “Sympony: Surabaya Symposium of Oncology 2025”

avatar abadinews.id

Surabaya,abadinews.id — Dalam rangka memperingati ulang tahun ke-8 sekaligus memperkuat semangat kolaborasi dalam penanganan kanker, Adi Husada Cancer Center menyelenggarakan acara “Sympony: Surabaya Symposium of Oncology 2025” pada Sabtu, bertempat di Hotel Ciputra World Surabaya.(22/11/25)

 

Baca Juga: Adi Husada Cancer Center dan Lovepink Bersinergi dalam Indonesia Goes Pink 2025 di Surabaya

Simposium sehari ini menghadirkan 11 pembicara dari dalam dan luar negeri, yang terbagi ke dalam tiga sesi utama, yakni Global Perspectives in Breast Cancer Care, Advancing Care in Endometrial Cancer, dan Comprehensive Care for Children with Cancer. Melalui rangkaian materi tersebut, acara ini diharapkan mampu memperkaya wawasan para tenaga medis, meningkatkan kualitas layanan, serta mendorong kolaborasi lintas disiplin dalam menangani berbagai jenis kanker.

 

Salah satu pembicara, Dr. Normayah Kitan, Consultant Breast & Endocrine Surgeon dari Picaso Hospital Malaysia, menyampaikan apresiasinya terhadap penyelenggaraan acara ini.

 

"Kasus kanker saat ini semakin banyak ditemukan pada kelompok usia muda. Kanker payudara masih menjadi jenis dengan prevalensi tertinggi, tidak hanya di Malaysia atau Indonesia, tetapi juga secara global,” ujar Dr. Normayah.

 

 

Menurutnya, pola pasien Indonesia dan Malaysia relatif serupa, terutama terkait kesadaran pemeriksaan dini. “Banyak pasien datang dalam kondisi stadium lanjut karena takut melakukan deteksi dini atau khawatir terhadap efek samping pengobatan,” jelasnya.

 

Selain itu, tingginya biaya terapi kanker juga menjadi tantangan. “Targeted therapy dapat mencapai ratusan ribu ringgit. Tidak semua pasien memiliki perlindungan asuransi memadai, sehingga pengobatan sering terlambat,” ujarnya. Kondisi ini turut mendorong peningkatan angka kematian akibat kanker di kedua negara. Untuk itulah diperlukan deteksi dini guna mencegah sel kanker menyebar dan lebih menekan biaya.

Dr. Normayah menambahkan bahwa Picasso Hospital memiliki kolaborasi erat dengan Adi Husada melalui jaringan One Health. “Jika ada layanan atau teknologi yang belum tersedia di Adi Husada, pasien dapat dirujuk ke Picasso Hospital. Kami berada dalam satu grup sehingga koordinasinya lebih mudah,” ungkapnya.

Melalui simposium ini, Adi Husada Cancer Center menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan berkelanjutan bagi para praktisi kesehatan serta memperkuat kolaborasi regional dalam penanganan kanker.

Dengan terselenggaranya Sympony: Surabaya Symposium of Oncology 2025, Adi Husada Cancer Center berharap kolaborasi lintas profesi dan negara dapat terus terjalin, sehingga upaya peningkatan kualitas layanan kanker di Indonesia dapat berjalan semakin optimal dan berkelanjutan.(Red)

 

 

 

Editor : Redaksi

abadinews.id horizontal

Berita Lainnya

abadinews.id horizontal