Perhutani KPH Lawu Ds

Perhutani dan Civitas ITS Surabaya Gelar FGD Bersama Stakeholder Desa Wisata Genilangit Magetan

Perhutani dan Civitas ITS Surabaya Gelar FGD Bersama Stakeholder Desa Wisata Genilangit Magetan

Perhutani KPH Lawu Ds bersama ITS Surabaya

Abadinews.id, Lawu Ds - Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Lawu Ds mendukung Forum Group Discussion (FGD) yang digelar Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dengan Narasumber Desa wisata Genilangit dan Stakeholder terkait Dinas pariwisata Kabupaten Magetan bertempat di Café Djimanto Kamis (30/05).

Hadir pada kegiatan tersebut Dosen Pengajar di Departemen Studi Pembangunan – Fakultas Desain Kreatif Bisnis dan Digital (FDKBD) ITS Surabaya,, Endang Susilowati, beserta jajarannya; Kepala Bidang Pengelolaan Pariwisata Magetan, Eka Radityo; Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Magetan, Yosef Cahyo Wibawanto; Kepala Desa Genilangit, Pardi; Perwakilan Wista Genilangit, Joko Sucipto; Perwakilan Home stay Wonomulyo, Hermawan Triyanto; Pengurus Bumdes Genilangit, Agus Dwi; Kepala Seksi Madya Perencanaan Sumberdaya Hutan dan Pengembangan Bisnis, Dedi Noperi beserta jajaran; Camat Poncol, Maryadi berserta jajarannya, dan juga mahasiswa-mahasiswi ITS.

Kepala Perhutani KPH Lawu Ds, yang diwakili Kasi PPB, Dedi Noperi mengatakan, bahwa pada prinsipnya Perhutani sangat mendukung pengembangan wisata di Desa Genilangit dan sekitarnya yang memakai lahan hutan Perhutani. Menurutnya melalui kegiatan FGD yang diadakan oleh ITS ini, sangat memungkinkan untuk dijadikan potensi wisata, baik itu dilahan milik maupun dengan cara kerjasama dengan Perhutan.

“Kami selalu terbuka untuk semua pihak tapi sesuai mekanisme yang ada pada Perhutani seperti dalam Peraturan Direksi No 6/2024 yang mengatur agar wana wisata tetap mempertahankan kearifan lokal prinsip dalam kerja sama pariwisata dengan menghindari bangunan yang sifatnya permanen. Perhutani selalu mendukung pariwisata desa dengan aspek kearifan lokal dengan tidak mengalihkan fungsi hutan, agar dapat meningkatkan perekonomian masyarakat dengan tetap menjaga kelestarian hutan,” tuturnya.

Sementara itu, Endang Susilowati dalam kesempatannya menyampaikan bahwa FGD tersebut dilaksanakan sebagai pendahuluan untuk melakukan kolaborasi riset interdisipliner antara bidang keilmuan sosial dan humaniora dengan bidang keilmuan sains dan teknologi yang ada di lingkungan ITS. Ia menjelaskan analisis strategi pemberdayaan komunitas lokal dalam pengembangan pariwisata halal di Kabupaten Magetan yang akan pihaknya lakukan di Desa Wisata Genilangit bertujuan untuk meneliti strategi pengembangan pariwisata ramah muslim berbasis komunitas lokasi tersebut.

“Penelitian ini diharapkan dapat memberikan panduan praktis bagi pengelola destinasi wisata dalam mengembangkan wisata model Muslim Friendly Tourism yang berfokus pada aspek keagamaan dan melibatkan partisipasi masyarakat, sehingga mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan,” terangnya.

Selanjutnya, Maryadi selaku Camat Poncol menyebutkan bahwa pihaknya sangat mendukung kegiatan FGD tentang strategi pengembangan Desa Wisata Genilangit yang akan diadakan penelitian bersama tim ITS tersebut. Ia menyebutkan bahwa pariwisata memberikan kontribusi dalam meningkatkan perekonomian masyarakat. “Oleh sebab itu kami akan mengusulkan untuk pembuatan lokasi yang memfasilitasi UMKM di lingkungan wisata, khusunya di Kecamatan Poncol,” pungkasnya. (4U)

Image