Abadinews.id, Tulungagung – Kasus kriminal atau kejahatan adalah menjadi prioritas penanganan Polda Jatim, hal inilah yang menjadi perhatian serius jajaran Satreskrim Polres Tulungagung dalam rangka membrantas kejahatan yang meresahkan masyarakat.
Kapolres Tulungagung AKBP Eko Hartanto, S.I.K., M.H., melalui Kasatreskrim AKP Agung Kurnia Putra S.I.K., M.H., M.Si., menjelaskan kepada awak media, bahwa pihaknya akan terus berkomitmen dalam memberantas kejahatan yang meresahkan masyarakat khususnya di wilayah Kabupaten Tulungagung.
Baca Juga: Polres Tanjung Perak Ungkap Modus Pelaku Penyelundupan Rokok Ilegal
“Dalam kurun waktu kali ini ada sejumlah 35 kasus dengan 52 tersangka (42 pelaku dewasa dan 10 orang pelaku anak anak) berhasil di amankan oleh Satreskrim Polres Tulungagung dan jajaran,” tutur Kasatreskrim saat Pres Release di Halaman Mapolres Tulungagung, Jum’at (03/03).
Untuk kasus kejahatan kurun waktu 2 bulan Janunari s/d Februari 2023 didominasi oleh kasus pencurian dengan pemberatan sebanyak 12 kasus.
Baca Juga: Dukung Asta Cita Presiden RI, Polsek Pabean Cantikan Ungkap Kasus Judol
Sedangkan untuk tersangka didominasi kasus penganiayaan sebanyak 28 orang (18 dewasa dan 10 anak anak tidak ditahan) mayoritas pelakunya adalah oknum perguruan silat.
Rincian kasus ungkap perkara terdiri dari kasus pembunuhan 1 kasus, penganiayaan berat hingga meninggal dunia 1 kasus, Curanmor sebanyak 4 kasus, Curat 12 kasus, pencurian biasa sebanyak 4 kasus, penadahan 1 kasus, sajam 1 kasus, penganiayaan yang melibatkan oknum perguruan silat 5 kasus, judi 2 kasus dan perlindungan anak 4 kasus.
Baca Juga: Polres Tanjung Perak Ungkap Kasus Judi Online IDCOIN188-PG Slot Mahjong Ways 2
“Kalau kita melihat dari data ungkap kasus kejahatan selama 2 bulan periode Januari s/d Februari 2023 sebanyak 35 kasus tentunya ini cukup tinggi dan harus menjadi perhatian kita semuanya khususnya kasus Curat dan kasus penganiayaan yang melibatkan oknum perguruan silat,” jelas AKP Agung Kurnia Putra.
Upaya Polres Tulungagung dalam memberantas kejahatan terus digelorakan, tidak hanya dengan upaya represif, namun upaya Preemtif dengan pembinaan, penyuluhan dan kegiatan patroli terus ditingkatkan.(AD1)
Editor : hadi