abadinews.id, Surabaya – Semangat "Berani Bertanding, Siap Menjadi Juara" menggema di GOR Pancasila Surabaya pada pembukaan Liga Sepak Takraw Indonesia Wilayah II Tahun 2026,kamis(2/7). Ajang bergengsi yang berlangsung hingga 4 Juli 2026 ini menjadi panggung persaingan atlet-atlet terbaik dari sembilan provinsi di kawasan Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara Barat dan juga Jakarta untuk memperebutkan tiket menuju putaran nasional.
Baca juga: Pembinaan Berbuah Prestasi, Sayap Mas Jatim Siap Unjuk Kekuatan di Liga Nasional
Liga yang digelar oleh Pengurus Besar Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PB PSTI) bersama Pengurus Provinsi PSTI Jawa Timur ini bukan sekadar kompetisi memperebutkan gelar juara. Lebih dari itu, kejuaraan ini menjadi wadah pembinaan atlet, penguatan persaudaraan antardaerah, sekaligus langkah strategis melahirkan bibit-bibit unggul yang dipersiapkan menghadapi berbagai kejuaraan internasional.
Ketua PSTI Jawa Timur, Aries Agung Piawai, menyampaikan apresiasi atas kehadiran seluruh kontingen yang berasal dari berbagai provinsi di Wilayah II. Menurutnya, Jawa Timur merasa bangga dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan liga yang menjadi tonggak baru pembinaan sepak takraw nasional.
"Kami mengucapkan selamat datang kepada seluruh atlet, pelatih, ofisial, wasit, dan seluruh tamu yang hadir. Liga Sepak Takraw Indonesia bukan sekadar mencari siapa yang menjadi juara, tetapi menjadi momentum mempererat silaturahmi, memperkuat solidaritas, serta menjaga semangat kebersamaan dalam membangun prestasi olahraga Indonesia," ujar Aries.
"Jadikan kompetisi ini sebagai ajang mempererat persaudaraan. Saya berharap melalui liga ini sepak takraw Indonesia tidak hanya berjaya di tingkat nasional, tetapi mampu menjadi juara di SEA Games, Asian Games hingga kejuaraan dunia," tegasnya.
Aries juga berharap seluruh peserta dapat menikmati keramahan Kota Surabaya dan Jawa Timur selama mengikuti kompetisi. Sebagai tuan rumah, pihaknya menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat kekurangan dalam pelayanan selama penyelenggaraan berlangsung.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal PB PSTI, Prof. Dr. Nukhrawi Nawir, menegaskan bahwa pelaksanaan Liga Sepak Takraw Indonesia merupakan sejarah baru dalam sistem pembinaan olahraga sepak takraw nasional.
Ia mengungkapkan bahwa gagasan penyelenggaraan liga sebenarnya telah dirancang sejak beberapa periode kepengurusan PB PSTI, namun baru dapat diwujudkan pada tahun 2026.
"Hari ini kita bersama-sama mengukir sejarah. Untuk pertama kalinya Liga Sepak Takraw Indonesia resmi digelar. Jawa Timur dipilih sebagai tuan rumah pembukaan karena kami yakin di bawah kepemimpinan Ketua PSTI Jawa Timur, kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik. Dan hari ini terbukti penyelenggaraannya sangat luar biasa," katanya.
Baca juga: Siswa Satdik 2 Makassar Ikuti Pertandingan Volli dan Sepak Takraw
Ia juga menyampaikan permohonan maaf dari Ketua Umum PB PSTI H.Surianto yang batal hadir karena harus memenuhi agenda kenegaraan bersama Kementerian Investasi dalam penandatanganan kerja sama internasional.
Lebih lanjut, Nukhrawi menegaskan bahwa Liga Sepak Takraw Indonesia akan menjadi fondasi pembinaan atlet secara profesional. Dari lima wilayah penyelenggaraan liga, nantinya akan dipilih tim-tim terbaik yang akan berlaga pada putaran nasional di Jakarta pada Oktober 2026.
"Seluruh juara wilayah akan dipertemukan di tingkat nasional. Dari sanalah kita akan melihat atlet-atlet terbaik Indonesia yang nantinya diproyeksikan memperkuat Merah Putih di berbagai kejuaraan internasional," ujarnya.
Menurutnya, pembinaan melalui sistem liga merupakan langkah penting agar Indonesia mampu mengejar dominasi negara-negara kuat seperti Thailand dan Malaysia dalam cabang olahraga sepak takraw.
PB PSTI juga memastikan para atlet yang tampil impresif selama liga akan mendapatkan perhatian khusus. Mereka akan dipantau tim talent scouting untuk dipersiapkan mengikuti kejuaraan internasional pada Agustus 2026.
"Manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya. Bertandinglah secara sportif dan tunjukkan kualitas terbaik karena setiap pertandingan akan menjadi bahan evaluasi tim pemantau nasional. Atlet terbaik dari seluruh wilayah akan dipanggil untuk memperkuat Indonesia," tegasnya.
Selain fokus pada pembinaan atlet, PB PSTI juga mendorong peningkatan kualitas perangkat pertandingan. Nukhrawi mengajak para wasit mengikuti pelatihan dan penataran wasit internasional yang akan digelar di Jakarta pada 16–20 Juli 2026 guna memperoleh lisensi internasional ASTAF.
Ia mengapresiasi komitmen PSTI Jawa Timur yang siap mengirimkan sepuluh wasit untuk mengikuti pelatihan tersebut sebagai bagian dari peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang perwasitan.
Dengan bergulirnya Liga Sepak Takraw Indonesia Wilayah II di Surabaya, diharapkan lahir generasi atlet baru yang mampu membawa prestasi Indonesia semakin tinggi di level Asia hingga dunia. Kompetisi ini menjadi awal dari sistem pembinaan berkelanjutan yang menempatkan prestasi, sportivitas, dan profesionalisme sebagai fondasi utama kemajuan sepak takraw nasional.(Red)
Editor : Redaksi