abadinews.id, Surabaya – Komitmen dalam memperkuat layanan pendidikan inklusif di Jawa Timur kembali mendapat dukungan dari kerja sama internasional. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, bersama Konsul Jenderal Jepang di Surabaya menghadiri sekaligus menyerahkan secara simbolis bantuan dalam kegiatan Serah Terima Global Grant GG2682783 “Magic Hand”, Selasa (23/6).
Baca juga: Libur Sekolah Bukan Libur Belajar, Kadindik Jatim Minta Guru Tingkatkan Kompetensi dan Inovasi
Program bantuan yang merupakan hasil kolaborasi dengan organisasi kemanusiaan dari Jepang, Rotary Club of Tokyo Shinagawa Chuo, tersebut diperuntukkan bagi lima Sekolah Luar Biasa (SLB) di Surabaya. Bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan pendidikan bagi peserta didik berkebutuhan khusus melalui penyediaan sarana dan teknologi pendukung yang lebih memadai.
Dalam sambutannya, Aries Agung Paewai menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam program tersebut. Menurutnya, dukungan yang diberikan tidak hanya berupa bantuan fisik, tetapi juga menjadi simbol kepedulian dan semangat kolaborasi internasional dalam mewujudkan pendidikan yang setara bagi semua anak.
“Bantuan ini merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap dunia pendidikan, khususnya bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Melalui dukungan teknologi dan sarana pendukung yang diberikan, kami berharap peserta didik dapat semakin mandiri, percaya diri, dan memperoleh pengalaman belajar yang lebih baik serta berkualitas,” ujarnya.
Aries menegaskan bahwa pendidikan inklusif merupakan salah satu fokus Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam memastikan setiap anak memperoleh hak pendidikan yang sama tanpa diskriminasi. Karena itu, sinergi dengan berbagai pihak, baik dari dalam maupun luar negeri, menjadi langkah strategis untuk menghadirkan layanan pendidikan yang lebih baik dan berkelanjutan.
Baca juga: Khofifah dan Aries Agung Paewai Tinjau Kesiapan Layanan SPMB di Surabaya
Program Global Grant “Magic Hand” sendiri dirancang untuk membantu peserta didik berkebutuhan khusus dalam mengembangkan kemampuan motorik, keterampilan hidup, serta meningkatkan kemandirian sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Kehadiran alat bantu dan teknologi pendukung diyakini dapat membuka lebih banyak peluang bagi mereka untuk belajar dan berkembang secara optimal.
Selain memberikan manfaat langsung kepada peserta didik, program ini juga menjadi inspirasi bagi berbagai pihak untuk terus mendukung penguatan pendidikan inklusif. Kolaborasi lintas negara yang terjalin menunjukkan bahwa perhatian terhadap pendidikan anak berkebutuhan khusus merupakan tanggung jawab bersama yang melampaui batas geografis.
Baca juga: SMKN 3 Surabaya Sembelih 6 Hewan Kurban, Kadindik Jatim Tinjau Langsung Pelaksanaan Iduladha
Kegiatan serah terima bantuan tersebut berlangsung dalam suasana penuh kehangatan dan semangat kebersamaan. Para penerima manfaat, tenaga pendidik, serta perwakilan sekolah menyambut positif bantuan yang diberikan karena dinilai dapat menunjang proses pembelajaran di lingkungan sekolah.
Melalui program ini, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur berharap semakin banyak kemitraan strategis yang dapat dibangun guna memperluas akses dan meningkatkan mutu pendidikan bagi seluruh peserta didik. Dengan dukungan berbagai pihak, pendidikan di Jawa Timur diharapkan terus bergerak menuju masa depan yang lebih inklusif, berkeadilan, dan memberikan kesempatan terbaik bagi setiap anak untuk tumbuh, belajar, dan meraih cita-citanya sesuai potensi yang dimiliki.(Red)
Editor : Redaksi