abadinews.id, Surabaya – Kasus pengeroyokan yang menewaskan seorang pelajar berinisial TJK (19) di Surabaya mendapat perhatian serius dari berbagai kalangan. Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, menilai tragedi tersebut bukan hanya persoalan penegakan hukum, tetapi juga menjadi cerminan lemahnya pengawasan orang tua serta menurunnya fungsi kontrol sosial di lingkungan masyarakat.
Perempuan yang akrab disapa Ning Lia itu menegaskan bahwa perilaku anak, termasuk ketika terlibat dalam tindakan melanggar hukum, tidak dapat dilepaskan dari tanggung jawab keluarga sebagai lingkungan pendidikan pertama dan utama.
Baca juga: Lia Istifhama: Hari Lahir Pancasila Momentum Perkuat Persatuan dan Bangun Negeri dari Daerah
"Saya pernah menyampaikan bahwasannya kesalahan dari anak, pelanggaran yang dilakukan oleh anak, termasuk pelanggaran hukum adalah tanggung jawab orang tua," ujar Ning Lia, Sabtu (6/6/2026).
Menurutnya, sudah saatnya masyarakat dan para pemangku kepentingan membahas secara lebih serius mengenai keterlibatan orang tua dalam pertanggungjawaban terhadap tindakan kriminal yang dilakukan anak-anak mereka. Gagasan tersebut bukan untuk memberikan hukuman kepada orang tua, melainkan mendorong peran aktif keluarga dalam mengawasi pergaulan, aktivitas, dan perkembangan karakter anak.
Ning Lia menilai bahwa keluarga memiliki posisi strategis dalam membentuk nilai-nilai moral dan perilaku anak. Oleh karena itu, pengawasan yang konsisten dan komunikasi yang baik antara orang tua dan anak menjadi salah satu kunci untuk mencegah keterlibatan remaja dalam tindak kekerasan maupun kriminalitas.
Selain faktor keluarga, Ning Lia juga menyoroti menurunnya fungsi kontrol sosial di tengah masyarakat. Ia menyebut bahwa budaya saling peduli dan mengingatkan antarwarga mulai memudar, sehingga berbagai gejala kenakalan remaja kerap tidak terdeteksi sejak dini.
"Ini juga pukulan buat kita semuanya. Berarti fungsi kontrol sosial kita apakah sudah kuat atau masih rendah. Itu menjadi PR kita bersama," katanya.
Menurutnya, masyarakat tidak boleh bersikap acuh terhadap perilaku anak-anak di lingkungan sekitar hanya karena mereka bukan bagian dari keluarganya. Kepedulian sosial, kata dia, merupakan benteng penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif bagi tumbuh kembang generasi muda.
Baca juga: Lia Istifhama Soroti Peningkatan Layanan Haji, Jemaah Kini Lebih Nyaman dan Terlayani
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk kembali menghidupkan budaya gotong royong dan kepedulian sosial yang selama ini menjadi ciri khas bangsa Indonesia. Dengan adanya perhatian bersama terhadap lingkungan sekitar, berbagai potensi masalah sosial dapat dicegah sebelum berkembang menjadi tindakan kriminal yang merugikan banyak pihak.
Di bidang pendidikan, Ning Lia juga mendorong sekolah untuk memperkuat metode pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, empati, dan kesadaran sosial siswa.
Menurutnya, pendekatan contextual learning dan deep learning perlu diperkuat agar peserta didik memahami konsekuensi dari setiap tindakan yang mereka lakukan, baik terhadap diri sendiri maupun terhadap orang lain.
"Bagaimana mereka bertindak itu tahu dampaknya untuk diri mereka juga. Jadi social awareness-nya itu dikuatkan," tegasnya.
Baca juga: Lia Istifhama Ajak Masyarakat Bangkit Bersama di Hari Kebangkitan Nasional 2026
Ning Lia berharap tragedi yang menimpa TJK dapat menjadi momentum evaluasi bersama bagi seluruh pihak, mulai dari keluarga, sekolah, masyarakat, hingga pemerintah. Ia menegaskan bahwa upaya pencegahan kekerasan remaja tidak dapat dibebankan semata kepada aparat penegak hukum, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen bangsa.
Menurutnya, sinergi antara keluarga, institusi pendidikan, masyarakat, dan pemerintah menjadi fondasi penting dalam menciptakan lingkungan yang mampu melindungi generasi muda dari pengaruh negatif serta mendorong mereka tumbuh menjadi pribadi yang bertanggung jawab dan berkarakter.
"Jangan sampai peristiwa seperti ini terus berulang. Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan membimbing generasi muda agar mereka tumbuh menjadi anak-anak yang memiliki kepedulian sosial, menghargai sesama, dan menjauhi segala bentuk kekerasan," pungkasnya.(Red)
Editor : Redaksi