abadinews.id,SURABAYA — Anggota Komisi X DPR RI Fraksi Gerindra, Ahmad Dhani Prasetyo, menyoroti keras molornya penyelesaian renovasi Kolam Renang Kertajaya yang dikelola Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jawa Timur. Hingga Senin (26/5/2026), fasilitas olahraga akuatik milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur tersebut masih belum dapat digunakan meski proses renovasi telah berjalan lebih dari satu tahun.
Politisi yang akrab disapa ADP itu mengaku heran dengan lamanya pengerjaan proyek yang dinilai tidak sebanding dengan cakupan pekerjaan renovasi yang dilakukan. Menurutnya, renovasi fasilitas olahraga seharusnya dapat diselesaikan dalam waktu yang jauh lebih singkat apabila perencanaan dan pengawasan proyek dilakukan secara maksimal.
“Saya punya pengalaman membangun kolam renang pribadi saja tidak butuh waktu satu tahun. Harusnya kalau hanya renovasi saja, sebenarnya tidak lebih dari setahun sudah selesai total. Ini sudah berjalan lebih dari jadwal, tapi hasilnya belum terlihat maksimal,” ujar Dhani saat dihubungi melalui sambungan telepon.
Menurut Ahmad Dhani, keterlambatan proyek tersebut tidak bisa dianggap sebagai persoalan teknis biasa. Sebab, Kolam Renang Kertajaya selama ini memiliki peran strategis sebagai pusat pembinaan olahraga akuatik di Jawa Timur, khususnya Kota Surabaya.
Akibat renovasi yang belum rampung, sejumlah klub renang, atlet kelompok umur, hingga atlet senior yang tergabung dalam program Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda) terpaksa berpindah tempat latihan ke kolam renang lain dengan biaya operasional yang lebih tinggi dan fasilitas yang dinilai belum setara.
“Hal ini sangat mengganggu persiapan mereka. Akibat Kolam Renang Kertajaya belum selesai, ada tiga cabang olahraga akuatik yang akhirnya harus mengungsi atau berpindah tempat latihan ke kolam renang lain yang kondisinya tidak sebanding. Ini harus segera diperhatikan demi nama besar prestasi Surabaya dan Jawa Timur,” tegas pentolan grup band Dewa 19 tersebut.
Ia menilai kondisi tersebut sangat memprihatinkan mengingat fasilitas olahraga itu dibangun dan direnovasi menggunakan anggaran negara, namun hingga kini belum dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat maupun para atlet.
Menurut Dhani, lambannya penyelesaian proyek juga berpotensi mengganggu proses pembinaan atlet akuatik Jawa Timur yang tengah dipersiapkan menghadapi agenda olahraga nasional, termasuk persiapan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.
Tak hanya itu, ia turut mempertanyakan efektivitas tata kelola proyek renovasi yang hingga kini belum menunjukkan hasil signifikan meski waktu pengerjaan telah melampaui target yang ditentukan.
Sebagai bentuk keseriusannya, Ahmad Dhani memastikan akan turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi proyek dalam waktu dekat guna mengetahui secara pasti penyebab keterlambatan renovasi tersebut.
“Minggu ini saya akan lakukan sidak ke lokasi Kolam Renang Kertajaya agar bisa diketahui persis apa akar permasalahannya, kendalanya di mana, dan siapa yang bertanggung jawab. Kasihan sekali para atlet akuatik Surabaya yang sangat membutuhkan tempat ini untuk berlatih,” katanya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, molornya renovasi Kolam Renang Kertajaya diduga berkaitan dengan lemahnya perencanaan anggaran proyek. Dari total anggaran sekitar Rp2 miliar yang diajukan, sebagian dana disebut justru dialokasikan untuk pekerjaan penunjang yang dinilai tidak memiliki korelasi langsung dengan percepatan penyelesaian kolam utama.
Beberapa pekerjaan tersebut di antaranya penggantian kusen pintu, pengecatan dinding gedung, hingga relokasi pos jaga. Sementara alokasi khusus untuk renovasi kolam inti hanya sekitar Rp400 juta dan disebut belum mencukupi kebutuhan penyelesaian proyek secara keseluruhan.
Akibat keterbatasan anggaran tersebut, kelanjutan pekerjaan kini disebut masih menunggu tambahan dana melalui Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (PAPBD) yang baru dijadwalkan disahkan pada Oktober 2026 mendatang.
Kondisi ini pun memunculkan berbagai pertanyaan terkait efektivitas perencanaan proyek, akurasi penyusunan kebutuhan anggaran, hingga skala prioritas pengalokasian dana terhadap fasilitas olahraga strategis milik pemerintah daerah.
Sejumlah pihak berharap Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Dispora segera mengambil langkah konkret agar renovasi Kolam Renang Kertajaya dapat segera dituntaskan. Pasalnya, keterlambatan berkepanjangan tidak hanya berdampak terhadap aktivitas olahraga masyarakat, tetapi juga mengancam proses pembinaan atlet akuatik yang selama ini menjadi salah satu kekuatan olahraga Jawa Timur di tingkat nasional.(Red)
Editor : Redaksi