abadinews.id,Surabaya — Upaya memperkuat kolaborasi lintas sektor terus digencarkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur melalui audiensi bersama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Jawa Timur, Rabu (6/5). Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk pembaruan sekaligus perpanjangan Perjanjian Kerja Sama (MoU) antara kedua pihak.
Baca juga: Generasi Emas Dimulai dari Sekolah: Dispendik Jatim dan BKKBN Resmikan Kerja Sama Besar
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah strategis dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat dalam karakter dan ketahanan keluarga.
Menurutnya, berbagai program unggulan BKKBN seperti Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) dan Gerakan Ayah Teladan Indonesia memiliki peran penting dalam membangun kesadaran generasi muda terhadap nilai-nilai keluarga.
“Program-program tersebut menjadi pelengkap yang sangat relevan dalam dunia pendidikan, karena tidak hanya fokus pada aspek akademik, tetapi juga membentuk pemahaman siswa tentang peran keluarga dalam kehidupan,” ujarnya.
Kerja sama ini mencakup penguatan implementasi program kependudukan di lingkungan sekolah, termasuk edukasi perencanaan keluarga, kesehatan reproduksi, serta internalisasi nilai-nilai keluarga dalam keseharian peserta didik.
Baca juga: Jatim Kirim Dua Atlet Panjat Tebing Terbaik ke O2SN Nasional 2026, Disdik Optimistis Ukir Prestasi
Aries menambahkan, Dinas Pendidikan Jawa Timur berkomitmen untuk terus memperluas sinergi dengan berbagai pihak guna menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih holistik dan berkelanjutan.
Ia menekankan bahwa pendidikan memiliki peran yang lebih luas dari sekadar transfer ilmu pengetahuan. Pendidikan juga menjadi ruang strategis dalam pembentukan karakter, penguatan nilai sosial, serta kesiapan generasi muda menghadapi dinamika masa depan.
Baca juga: Libur Sekolah Bukan Libur Belajar, Kadindik Jatim Minta Guru Tingkatkan Kompetensi dan Inovasi
“Kolaborasi ini diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki ketahanan keluarga yang kuat dan mampu berkontribusi positif bagi pembangunan bangsa,” tambahnya.
Melalui perpanjangan kerja sama ini, kedua pihak optimistis sinergi antara sektor pendidikan dan kependudukan akan semakin solid, sekaligus memperkuat fondasi pembangunan manusia di Jawa Timur secara berkelanjutan.(Red)
Editor : Redaksi