Prof Abdul Hamid Aklamasi Jadi Ketua Umum Bumi Sriwijaya, Perkuat Soliditas Perantau

Reporter : Dani

abadinews.id,Surabaya - Suasana hangat penuh kekeluargaan menyelimuti perhelatan Silaturahmi Akbar Bumi Sriwijaya yang digelar di Rumah Gadang Surabaya. Minggu(26/4/26)

Ratusan warga asal Sumatera Selatan bersama keluarga besar Sriwijaya di Jawa Timur berkumpul dalam satu momentum berharga: mempererat tali persaudaraan sekaligus menandai pengukuhan kepengurusan baru organisasi.

 

Dalam acara tersebut, Abdul Hamid secara aklamasi resmi dikukuhkan sebagai Ketua Umum Bumi Sriwijaya. Sosok birokrat senior—yang pernah menjabat sebagai Asisten III Gubernur, Penjabat Bupati, sekaligus dikenal sebagai akademisi dan tokoh masyarakat Palembang—dipercaya memimpin organisasi untuk memperkuat peran komunitas Sriwijaya di tanah rantau.

 

Dengan nuansa kental budaya Palembang, acara dibuka dengan pantun khas yang mengundang rasa haru dan rindu kampung halaman:

 

 “Walau kito di rantau Jatim harus banyak maju bergerak, Raso Bumi Sriwijaya tetap lekat, dak pernah retak.”

 

Dalam sambutannya, Prof. Abdul Hamid menegaskan bahwa pertemuan ini bukan sekadar ajang reuni, melainkan momentum strategis untuk membangun kembali kekuatan kolektif warga Sriwijaya.

 

“Bumi Sriwijaya bukan sekadar nama, tetapi simbol kejayaan peradaban besar Nusantara—yang pernah menguasai jalur perdagangan dunia, menjadi pusat ilmu pengetahuan, serta menjalin jaringan global dari Timur hingga Barat,” ujarnya.

 

Ia mengingatkan bahwa dari tepian Sungai Musi di Palembang, Sriwijaya pernah berdiri sebagai kekuatan maritim yang disegani dunia. Nilai-nilai kejayaan itu, menurutnya, harus terus dihidupkan dalam kehidupan masyarakat masa kini, termasuk oleh warga Sriwijaya di perantauan.

 

Sebagai Ketua Umum yang baru, Prof. Hamid menyampaikan komitmennya untuk memperkuat solidaritas antaranggota, membangun jejaring ekonomi dan sosial, serta menjadikan Bumi Sriwijaya sebagai organisasi yang berkontribusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan daerah.

 

“Amanah ini adalah tanggung jawab besar. Mari kita satukan langkah, menjaga kebersamaan, dan menghadirkan manfaat nyata bagi sesama,” tegasnya.

 

Acara ditutup dengan penuh khidmat melalui pantun penutup yang sarat makna kebersamaan dan harapan masa depan:

 “Amanah dipikul dengan sepenuh hati,Bumi Sriwijaya kite bangun bersama, maju dan tak terganti.”

 

Silaturahmi akbar ini menjadi bukti bahwa semangat Sriwijaya tidak pernah padam. Di tanah rantau, nilai persatuan, kebersamaan, dan kejayaan terus hidup—menjadi energi kolektif untuk melangkah menuju masa depan yang lebih kuat, berdaya, dan bermartabat.

 

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak, turut hadir dalam acara ini menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya dapat hadir dalam kegiatan silaturahmi akbar keluarga besar Sumatera Selatan di Jawa Timur. Kehadirannya mewakili Gubernur Jawa Timur yang berhalangan hadir.

 

Dalam sambutannya, Emil mengaku senang bisa menjadi bagian dari momentum kebersamaan warga Sumatera Selatan (Sumsel) yang berada di perantauan, khususnya di Jawa Timur.

 

“Saya merasa sangat bahagia bisa hadir di tengah-tengah sesepuh dan keluarga besar paguyuban Sumatera Selatan di Jawa Timur. Ini adalah momentum penting untuk mempererat tali persaudaraan,” ujarnya.

 

 

Ketua panitia, Entis, mengungkapkan bahwa kegiatan Silaturahmi Akbar Bumi Sriwijaya ini dipersiapkan dalam waktu yang relatif singkat, yakni hanya dua minggu. Meski demikian, berkat jalinan silaturahmi yang telah terbangun dengan baik sebelumnya, acara tersebut dapat terlaksana dengan sukses.

 

“Alhamdulillah, karena hubungan kekeluargaan sudah terjalin erat, persiapan yang singkat tidak menjadi kendala. Semua pihak saling mendukung dan bekerja sama,” ujar Entis.

 

Ia menjelaskan, acara ini melibatkan partisipasi luas dari masyarakat Sumatera Selatan yang tersebar di berbagai daerah di Jawa Timur, mulai dari Banyuwangi, Cepu, Jombang, hingga wilayah lainnya. Kehadiran mereka menunjukkan kuatnya rasa persaudaraan antarperantau yang tetap terjaga.

 

Selain mempererat tali silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi ajang memperkenalkan kekayaan budaya dan kuliner khas Sumatera Selatan kepada masyarakat Jawa Timur. Beragam hidangan tradisional disajikan, seperti lakso, burgo, nasi mi, hingga aneka kue khas seperti lapis legit, kue 8 jam, dan maksuba.

 

Menurut Entis, kuliner-kuliner tersebut masih jarang dikenal oleh masyarakat di Jawa Timur, sehingga menjadi bagian penting dari misi acara. “Ini menjadi tugas kami untuk mengenalkan budaya, khususnya kuliner Sumatera Selatan kepada saudara-saudara di Jawa Timur,” tambahnya.

Ia berharap, melalui kegiatan ini, hubungan antar masyarakat semakin erat serta keberagaman budaya Nusantara dapat lebih dikenal dan diapresiasi secara luas.(Red)

 

 

 

 

 

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru