Inspirasi dari Founder Baba Rafi, Kak Hendy Setiono Ajak Pramuka Jatim Berani Berwirausaha

avatar abadinews.id

abadinews.id, Surabaya – Gerakan Pramuka Kwartir Daerah (Kwarda) Jawa Timur terus memperkuat komitmennya dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya tangguh secara karakter, tetapi juga mandiri secara ekonomi. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pembekalan materi bertajuk “Pramuka Produktif” yang menghadirkan Andalan Daerah Urusan Usaha Kwarda Jawa Timur sekaligus Founder & Group CEO Baba Rafi Enterprise, Kak Hendy Setiono.

 

Baca Juga: LaNyalla Dukung Program 1 Gugus Depan Satu Produk Wirausaha Pramuka di Jatim

Dalam kegiatan pelatihan tersebut, Kak Hendy Setiono membawakan materi bertema “The Hustle to Scale: Think Big, Start Small, Scale Smart".Materi ini mengajak anggota Pramuka untuk membangun pola pikir kewirausahaan, berani menangkap peluang, serta mengembangkan usaha secara bertahap dan berkelanjutan.

 

Melalui pembekalan ini, anggota Pramuka didorong untuk memahami bahwa nilai-nilai yang selama ini menjadi landasan pembentukan karakter Pramuka, seperti kedisiplinan, kemandirian, tanggung jawab, kreativitas, dan kepemimpinan, juga merupakan modal penting dalam membangun usaha. Dengan bekal tersebut, generasi muda diharapkan mampu mengambil peran lebih besar dalam menggerakkan perekonomian masyarakat.

 

Kak Hendy menegaskan, Pramuka di era modern harus mampu bertransformasi menjadi generasi yang produktif, adaptif, dan berani menciptakan dampak nyata bagi lingkungan sekitarnya. Menurutnya, semangat kewirausahaan perlu ditanamkan sejak dini agar anggota Pramuka tidak hanya memiliki keterampilan hidup, tetapi juga mampu menciptakan peluang ekonomi bagi diri sendiri maupun orang lain.

 

“Anggota Pramuka tidak boleh hanya menjadi penonton di tengah pesatnya perkembangan zaman. Melalui semangat Pramuka Produktif, adik-adik dan kakak-kakak sekalian harus berani memiliki mimpi yang besar (Think Big), memulainya dari langkah kecil yang nyata (Start Small), serta cermat dalam mengembangkan potensi usaha secara terukur (Scale Smart),” jelas Hendy Setiono.

Dalam pemaparannya, Hendy membagikan perjalanan kewirausahaannya dalam membangun bisnis dari nol hingga berkembang menjadi jaringan usaha yang menjangkau berbagai kota dan negara. Pengalaman tersebut menjadi contoh bahwa sebuah usaha dapat tumbuh melalui keberanian memulai, konsistensi menjalankan proses, kemampuan membaca kebutuhan pasar, serta kemauan untuk terus berinovasi.

 

Perjalanan bisnis Hendy dimulai melalui pendirian Kebab Turki Baba Rafi pada 2003. Berangkat dari usaha kuliner dengan konsep kebab, bisnis tersebut kemudian berkembang menjadi jaringan waralaba yang menjangkau pasar nasional hingga internasional.

 

Kini, jaringan Kebab Turki Baba Rafi telah berkembang hingga lebih dari 1.300 gerai yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia dan merambah 10 negara, di antaranya Malaysia, Singapura, Filipina, Brunei Darussalam, Tiongkok, India, Sri Lanka, Bangladesh, hingga Belanda.

 

Kisah tersebut menunjukkan bahwa membangun usaha tidak selalu harus dimulai dengan modal besar atau jaringan yang luas. Sebaliknya, langkah awal yang sederhana dapat menjadi fondasi untuk membangun bisnis yang lebih besar apabila disertai perencanaan, ketekunan, pengelolaan yang baik, dan kemampuan menyesuaikan diri dengan perubahan pasar.

 

Hendy mengajak peserta untuk menjadikan proses tersebut sebagai inspirasi dalam membangun usaha sesuai dengan potensi dan kondisi masing-masing. Ia menekankan pentingnya keberanian memulai, sekaligus kemampuan untuk mengevaluasi setiap langkah agar usaha dapat berkembang secara sehat.

 

Menurutnya, semangat Think Big berarti memiliki visi dan tujuan jangka panjang. Namun, visi besar perlu diwujudkan melalui tindakan konkret yang dapat dimulai dari lingkungan terdekat. Prinsip Start Small mengajarkan bahwa peluang usaha bisa berawal dari kebutuhan sederhana yang dijumpai sehari-hari, sedangkan Scale Smart menekankan pentingnya mengembangkan usaha berdasarkan evaluasi, strategi, dan perhitungan yang matang.

 

Dengan pendekatan tersebut, anggota Pramuka diharapkan tidak berhenti pada gagasan atau keinginan untuk berwirausaha, tetapi mampu mengubah ide menjadi kegiatan produktif yang memiliki nilai tambah.

 

 

Lebih jauh, Hendy mengungkapkan bahwa salah satu kunci produktivitas dalam dunia usaha adalah kemampuan beradaptasi dan berinovasi dalam membaca peluang pasar. Perubahan perilaku konsumen, perkembangan teknologi, serta persaingan usaha menuntut wirausahawan untuk terus belajar dan memperbarui strategi.

 

Bagi anggota Pramuka, kemampuan tersebut dapat dikembangkan melalui kebiasaan bekerja sama, menyelesaikan persoalan, mengambil keputusan, dan berani mencoba hal baru. Pengalaman mengikuti kegiatan kepramukaan juga dapat menjadi ruang pembelajaran untuk membangun kedisiplinan, ketahanan menghadapi tantangan, serta tanggung jawab terhadap tugas yang diberikan.

 

Hendy yang juga aktif dalam lingkungan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) tersebut mendorong anggota Pramuka Jawa Timur untuk mulai membangun jejaring, memperluas wawasan, dan menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak.

 

Menurutnya, jejaring yang kuat dapat membuka akses terhadap pengetahuan, pendampingan, mitra usaha, hingga peluang pasar. Meski demikian, jejaring tersebut perlu dibangun dengan komunikasi yang baik, sikap saling menghargai, serta integritas dalam setiap proses kerja sama.

 

Ia juga menekankan bahwa keberhasilan berwirausaha tidak semata-mata diukur dari besarnya keuntungan. Kepercayaan pelanggan, kualitas produk, konsistensi pelayanan, dan tanggung jawab terhadap mitra merupakan bagian penting dalam membangun usaha yang berkelanjutan.

 

Nilai-nilai tersebut selaras dengan semangat Tri Satya dan Dasa Darma Pramuka yang mengajarkan anggota untuk menjadi pribadi yang bertanggung jawab, dapat dipercaya, disiplin, mandiri, serta peduli terhadap sesama.

 

Dengan mengintegrasikan nilai kepramukaan ke dalam aktivitas ekonomi, anggota Pramuka diharapkan dapat tumbuh sebagai wirausahawan yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga menjunjung etika dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

 

 

Baca Juga: Jambore Wilayah Pramuka Hidayatullah ke-3 Resmi Dibuka

Selain mengembangkan Kebab Turki Baba Rafi, perjalanan bisnis Hendy juga diwarnai dengan pengembangan sejumlah lini usaha di berbagai sektor. Diversifikasi tersebut menjadi gambaran mengenai pentingnya membaca peluang baru, memahami karakter pasar, serta menyesuaikan konsep bisnis dengan kebutuhan konsumen.

 

Beberapa lini usaha yang dikembangkan di antaranya Container Kebab by Baba Rafi, Foresthree Coffee, Ngikan, Nyapii, dan Aura Dermatology.

 

Container Kebab by Baba Rafi didirikan pada 2018 dan telah memiliki lebih dari 100 outlet. Konsep ini menjadi salah satu bentuk pengembangan usaha kuliner dengan pendekatan gerai yang menyesuaikan kebutuhan operasional dan pasar.

 

Pada tahun yang sama, Foresthree Coffee hadir sebagai lini usaha di bidang minuman dan kedai kopi. Jaringan Foresthree Coffee berkembang hingga kurang lebih 80 outlet di berbagai wilayah Indonesia.

 

Sementara itu, Ngikan didirikan pada 2019 dan hadir dengan konsep kuliner berbahan dasar ikan yang menyasar kebutuhan konsumen terhadap pilihan makanan yang praktis dan menarik.

 

Pengembangan usaha berlanjut pada 2020 melalui Nyapii dan Aura Dermatology. Kedua lini tersebut menggambarkan upaya diversifikasi ke segmen bisnis yang berbeda, sekaligus memperluas ruang eksplorasi terhadap kebutuhan pasar.

 

Ragam lini usaha tersebut dapat menjadi bahan pembelajaran bagi anggota Pramuka bahwa pengembangan bisnis membutuhkan kemampuan mengenali kebutuhan konsumen, menentukan keunikan produk, menjaga kualitas, dan membangun sistem operasional yang sesuai dengan karakter usaha.

 

Namun, diversifikasi juga perlu dilakukan melalui perencanaan yang matang. Pelaku usaha harus memahami pasar yang dituju, menghitung kebutuhan modal, mengelola risiko, dan memastikan bahwa bisnis yang dijalankan memiliki dasar operasional yang kuat.

 

Pesan inilah yang relevan dengan prinsip Scale Smart : pertumbuhan bukan sekadar menambah jumlah gerai atau memperluas wilayah pemasaran, melainkan memastikan setiap langkah pengembangan dilakukan berdasarkan kesiapan usaha dan potensi pasar.

 

 

Melalui materi Pramuka Produktif, anggota Pramuka Jawa Timur diharapkan mampu melihat kewirausahaan sebagai salah satu jalan untuk membangun kemandirian sekaligus memberikan kontribusi kepada masyarakat.

Baca Juga: PERSEMI, Kegiatan Perkemahan Pertama di Era Pandemi Covid-19

 

Langkah awal dapat dimulai dari hal-hal sederhana, seperti mengidentifikasi kebutuhan di lingkungan sekitar, mengembangkan produk kreatif, memanfaatkan teknologi digital untuk pemasaran, hingga belajar mengelola keuangan secara bertanggung jawab.

 

Anggota Pramuka juga dapat mengembangkan usaha berbasis potensi lokal, mulai dari produk makanan dan minuman, kerajinan, jasa kreatif, hingga pemanfaatan sumber daya daerah secara bertanggung jawab. Dengan pendekatan tersebut, kegiatan kewirausahaan dapat menjadi sarana untuk memperkuat keterampilan, menumbuhkan kreativitas, dan membuka peluang kerja baru.

 

Di tengah perubahan ekonomi yang semakin dinamis, generasi muda membutuhkan bekal yang tidak hanya berorientasi pada kemampuan teknis, tetapi juga mencakup pola pikir adaptif, keberanian mengambil inisiatif, kemampuan bekerja sama, dan ketangguhan dalam menghadapi kegagalan.

 

Pembelajaran kewirausahaan dalam Gerakan Pramuka diharapkan dapat membantu membentuk generasi yang mampu mengubah tantangan menjadi peluang. Dengan dukungan pendidikan, pendampingan, jejaring, dan lingkungan yang mendorong inovasi, anggota Pramuka memiliki kesempatan untuk mengembangkan potensi menjadi kegiatan produktif yang memberikan nilai ekonomi.

 

 

Melalui pembekalan Pramuka Produktif, Kwarda Jawa Timur berharap dapat melahirkan tunas-tunas wirausahawan muda dari lingkungan Gerakan Pramuka yang memiliki keberanian untuk memulai usaha, kecakapan dalam mengelola peluang, serta integritas dalam menjalankan kegiatan ekonomi.

 

Upaya tersebut juga menjadi bagian dari penguatan peran Gerakan Pramuka dalam menyiapkan generasi muda yang siap menghadapi tantangan masa depan. Pembentukan karakter perlu berjalan beriringan dengan pengembangan keterampilan produktif agar anggota Pramuka dapat tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan berdaya saing.

 

Ke depan, semangat Pramuka Produktif diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi dapat diterapkan dalam berbagai program nyata yang mendorong lahirnya ide usaha, pengembangan produk, kolaborasi antarang­gota, serta pendampingan kewirausahaan yang berkelanjutan.

 

Dengan menggabungkan nilai-nilai kepramukaan dan semangat kewirausahaan, anggota Pramuka diharapkan mampu menciptakan lapangan pekerjaan, menggerakkan roda perekonomian daerah, serta menghadirkan solusi kreatif bagi kebutuhan masyarakat.

 

Semangat Think Big, Start Small, Scale Smart menjadi pengingat bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah sederhana. Dengan visi yang jelas, tindakan nyata, dan strategi pertumbuhan yang terukur, generasi muda Pramuka diharapkan dapat mengambil peran aktif dalam membangun ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, sekaligus berkontribusi dalam mewujudkan cita-cita Indonesia Emas.(Red)

Editor : Redaksi

abadinews.id horizontal

Berita Lainnya

abadinews.id horizontal