abadinews.id, Surabaya — Pameran Tosan Aji bertajuk “Majapahit Bangkit” akan digelar pada 12–16 November 2026 di komplek Alun-Alun Surabaya, Jawa Timur. Kegiatan yang diselenggarakan Paguyuban Condro Aji (Cipta Budaya) ini mengusung tema “Budaya Lestari, Generasi Berkarakter, Nusantara Bermartabat”.
Pameran tersebut di ikuti peserta dari berbagai daerah di Indonesia,menjadi salah satu upaya memperkenalkan sekaligus memperkuat pelestarian warisan budaya Nusantara di tengah perkembangan zaman. Selain menampilkan beragam keris dan pusaka tradisional Nusantara, Pameran Tosan Aji “Majapahit Bangkit” juga akan menghadirkan keris milik Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.
Kehadiran koleksi tersebut menjadi salah satu bagian yang dapat menarik perhatian pengunjung untuk mengenal lebih jauh warisan budaya dan tradisi tosan aji di Indonesia.
Tidak hanya berfokus pada koleksi pusaka, kegiatan ini turut menghadirkan empat agenda pendukung, yakni seminar budaya, edukasi tosan aji, pendidikan dan pelatihan (diklat) kurator tosan aji, serta kunjungan budaya mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jawa Timur.
Keempat agenda tersebut dirancang untuk memperluas pemahaman masyarakat mengenai tosan aji, mulai dari aspek sejarah, filosofi, seni, hingga nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya.
Seminar budaya akan menjadi ruang diskusi untuk membahas sejarah, filosofi, dan relevansi kebudayaan Nusantara dalam kehidupan masyarakat modern. Sementara itu, program edukasi tosan aji ditujukan untuk mengenalkan sejarah, ragam bentuk, teknik pembuatan, serta nilai budaya keris dan pusaka tradisional kepada masyarakat.
Agenda lainnya, diklat kurator tosan aji, diarahkan untuk meningkatkan kompetensi peserta dalam mengidentifikasi, mendokumentasikan, mengelola, dan menginterpretasikan koleksi pusaka secara sistematis dan bertanggung jawab.
Adapun kunjungan budaya mahasiswa diharapkan dapat memperluas wawasan generasi muda sekaligus membuka peluang keterlibatan perguruan tinggi dalam penelitian dan pelestarian warisan budaya Nusantara.
Ketua Penyelenggara Pameran Tosan Aji, Dr. Andi Budi Sulistijanto, S.H., M.I.Kom., mengatakan, penyelenggaraan pameran di ruang publik diharapkan dapat mendekatkan kekayaan budaya Nusantara kepada masyarakat luas.
Menurut dia, keris dan tosan aji tidak semata-mata dapat dipandang sebagai benda pusaka, tetapi juga sebagai sumber pembelajaran sejarah, karya seni, serta representasi keterampilan dan pengetahuan tradisional yang diwariskan lintas generasi.
Melalui tema “Majapahit Bangkit”, penyelenggara mengajak masyarakat menjadikan kejayaan sejarah Nusantara sebagai inspirasi untuk menjaga identitas bangsa, memperkuat karakter generasi penerus, dan merawat warisan leluhur secara berkelanjutan.
Pameran ini diharapkan menjadi ruang edukasi, dialog, dan kolaborasi lintas generasi. Dengan demikian, pelestarian budaya tidak berhenti pada pengenalan koleksi, tetapi juga berlanjut melalui pengembangan pengetahuan, penelitian, dan partisipasi aktif masyarakat.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Paguyuban Condro Aji berharap tosan aji dapat semakin dikenal sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia yang memiliki nilai historis, artistik, dan edukatif, sekaligus menjadi sarana untuk menumbuhkan kepedulian generasi muda terhadap warisan budaya bangsa.(Red)
Editor : Redaksi