abadinews.id, Surabaya – Penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG) secara konsisten di PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) membuahkan hasil positif. Melalui Survei Anti Pungli dan Gratifikasi yang melibatkan pengguna jasa dan mitra usaha, TPS memperoleh tingkat kepuasan yang tinggi sekaligus mencatat nihil praktik pungutan liar maupun gratifikasi dalam proses layanan perusahaan.
Baca Juga: Transparansi Pengelolaan Klaim, Langkah TPS Memperkuat Kualitas Layanan
Survei yang melibatkan 12 perusahaan pengguna jasa tersebut menunjukkan bahwa TPS memperoleh skor rata-rata 4,75 dari skala 5,00 dalam penerapan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan. Selain itu, survei mencatat 100 persen bebas pungli dan gratifikasi, yang berarti tidak ditemukan kasus maupun permintaan tidak resmi dalam pelaksanaan layanan perusahaan selama periode survei.
Capaian tersebut mencerminkan keberhasilan TPS dalam membangun budaya kerja yang berintegritas, transparan, dan berorientasi pada kepuasan pelanggan. Hasil survei juga memperlihatkan bahwa para pengguna jasa menilai implementasi prinsip GCG di TPS telah berjalan secara konsisten dan memberikan dampak positif terhadap kualitas layanan.
Pada evaluasi lima prinsip utama tata kelola perusahaan, aspek Transparency (Keterbukaan), Accountability (Akuntabilitas), dan Responsibility (Tanggung Jawab) memperoleh nilai tertinggi, masing-masing 4,75 atau setara 95,0 persen. Sementara aspek Independency (Kemandirian) dan Fairness (Kewajaran) memperoleh skor 4,67 atau setara 93,3 persen.
Sekretaris Perusahaan TPS, Erika Asih Palupi menyampaikan bahwa hasil survei tersebut menjadi indikator penting atas tingkat kepercayaan pengguna jasa terhadap integritas dan profesionalisme layanan TPS.
Baca Juga: Menjaga Pesisir Tetap Lestari, TPS Konsisten Kembangkan Pembibitan Mangrove
"Pencapaian skor 4,75 dari 5,00 dan hasil 100 persen bebas pungli serta gratifikasi merupakan pengakuan dari para pengguna jasa terhadap komitmen TPS dalam menjalankan bisnis secara transparan, akuntabel, dan sesuai prinsip tata kelola perusahaan yang baik. Kami mengapresiasi kepercayaan yang diberikan dan akan terus melakukan perbaikan berkelanjutan guna menjaga kualitas layanan serta integritas perusahaan," ujarnya.
Sepanjang tahun 2026, TPS secara konsisten melaksanakan berbagai program penguatan tata kelola perusahaan dan budaya integritas. Berbagai kegiatan yang telah dilakukan antara lain sosialisasi Good Corporate Governance kepada pelanggan dan pelayaran (shipping line), sosialisasi Anti Pungli dan Whistleblowing System (WBS) kepada vendor maupun pengemudi truk, serta penguatan pemahaman kepatuhan kepada pemangku kepentingan internal dan eksternal perusahaan.
TPS juga terus mendorong penerapan mekanisme pelaporan melalui Whistleblowing System sebagai sarana bagi pekerja, pelanggan, maupun mitra usaha untuk melaporkan dugaan pelanggaran secara aman, rahasia, dan profesional. Langkah ini merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam menciptakan lingkungan kerja dan layanan yang bebas dari praktik korupsi, kolusi, nepotisme, pungutan liar, dan gratifikasi.
Baca Juga: Arus Peti Kemas TPS pada September 2026 Tetap Solid,Didorong Dominasi Ekspor dan Kinerja Operasional
Keberhasilan menjaga lingkungan usaha yang bersih dan berintegritas menjadi salah satu fondasi penting bagi TPS dalam memberikan layanan terminal peti kemas yang andal, aman, dan efisien. Dengan didukung budaya tata kelola yang kuat, TPS optimistis dapat terus meningkatkan kepercayaan pelanggan serta mendukung kelancaran rantai logistik nasional.
Sebagai bagian dari Pelindo Group, TPS akan terus memperkuat implementasi prinsip Transparency, Accountability, Responsibility, Independency, dan Fairness (TARIF) dalam seluruh aktivitas bisnis perusahaan guna mewujudkan layanan kepelabuhanan yang unggul, berkelanjutan, dan berorientasi pada kepuasan pelanggan.(Red)
Editor : Redaksi