Lebih dari 512 Atlet Berlaga,Surabaya Rising Champion Kickboxing Jatim 2026 Jadi Ajang Unjuk Prestas

avatar abadinews.id

abadinews.id, Surabaya — Gelaran Surabaya Rising Champion Kejurprov Kickboxing Jawa Timur 2026 berlangsung dengan antusiasme tinggi. Ajang yang mempertemukan atlet-atlet kickboxing dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur ini menjadi momentum penting bagi pembinaan atlet, penjaringan talenta baru, sekaligus persiapan menghadapi kompetisi tingkat nasional.Sabtu(10/10/26)


Surabaya dipercaya menjadi tuan rumah dalam penyelenggaraan kejuaraan yang dikolaborasikan dengan agenda Surabaya Rising Champion. Perpaduan kedua kegiatan tersebut menghadirkan kompetisi yang tidak hanya menjadi ajang perebutan prestasi, tetapi juga sarana memperkuat sinergi antara pengurus kickboxing tingkat kota dan provinsi.

Baca Juga: Kejuaraan Kickboxing HJKS ke-733, Momentum Surabaya Lahirkan Atlet Nasional dan Internasional


Antusiasme peserta menjadi salah satu sorotan utama dalam kejuaraan kali ini. Berdasarkan keterangan Ketua Kickboxing Surabaya, jumlah peserta yang mengikuti pertandingan mencapai lebih dari 500 atlet. Kuota peserta bahkan harus dibatasi karena tingginya minat dari berbagai daerah untuk berpartisipasi.


Ketua Kickboxing Surabaya Maududi Qutb Muchlis menyebutkan bahwa jumlah peserta tahun ini menjadi rekor tersendiri dibandingkan penyelenggaraan pada periode sebelumnya. Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah peserta kejuaraan tingkat provinsi umumnya berada di kisaran 350 hingga 380 atlet. Peningkatan pada 2026 ini menunjukkan besarnya minat terhadap cabang olahraga kickboxing di Jawa Timur.


“Alhamdulillah, ini menjadi rekor jumlah peserta terbanyak selama penyelenggaraan pertandingan kickboxing di tingkat provinsi. Peserta yang masuk mencapai lebih dari 512 atlet. Kalau tidak dibatasi, jumlahnya berpotensi mendekati 600 peserta,” ungkapnya.


Ia menilai peningkatan tersebut merupakan perkembangan positif bagi olahraga bela diri, khususnya kickboxing di Jawa Timur. Tingginya jumlah atlet yang mengikuti kejuaraan juga tidak terlepas dari pembinaan yang dilakukan oleh pengurus di tingkat kabupaten dan kota.


Selain itu, keberhasilan penyelenggaraan kejuaraan dinilai sebagai hasil kerja sama yang baik antara pengurus Kickboxing Surabaya dan Pengurus Provinsi Kickboxing Jawa Timur di bawah kepemimpinan Wahyu Widodo.

 

Dari puluhan kabupaten dan kota yang berada dalam naungan Pengprov Kickboxing Jawa Timur, Surabaya sebagai tuan rumah menjadi daerah dengan jumlah atlet terbanyak.


Surabaya mengirimkan sekitar 112 atlet untuk mengikuti kejuaraan. Posisi berikutnya ditempati Kabupaten Kediri dengan kurang lebih 56 atlet, disusul Kabupaten Jombang yang mengirimkan sekitar 40 atlet.


Sementara itu, sejumlah daerah lainnya turut berpartisipasi dengan mengirimkan sekitar 20 hingga 23 atlet. Partisipasi tersebut memperlihatkan bahwa pembinaan kickboxing tidak hanya terpusat di kota-kota besar, tetapi juga berkembang di berbagai daerah di Jawa Timur.


Bagi pengurus, keterlibatan banyak daerah menjadi modal penting untuk memperluas pemerataan prestasi. Kejuaraan tingkat provinsi memberikan kesempatan bagi atlet untuk mengukur kemampuan, menambah pengalaman bertanding, serta mengetahui peta persaingan sebelum menghadapi kejuaraan yang lebih tinggi.


Ketua Kickboxing Surabaya Maududi Qutb Muchlis menegaskan bahwa keberhasilan sebuah kejuaraan tidak semata-mata diukur dari jumlah medali yang diperoleh tuan rumah. Lebih dari itu, kompetisi ini diharapkan mampu melahirkan atlet-atlet potensial yang dapat memperkuat Jawa Timur di berbagai ajang mendatang.


Sebagai tuan rumah, Surabaya memiliki target tersendiri dalam menghadapi Kejurprov Kickboxing Jawa Timur 2026. Pengurus menargetkan perolehan sekitar lima hingga enam medali emas, dengan mempertimbangkan hasil pertandingan pada kejuaraan sebelumnya serta peta kekuatan atlet yang dimiliki.


Target tersebut dinilai realistis berdasarkan capaian Surabaya pada 2023, ketika para atletnya berhasil meraih lima medali emas dan tiga medali perunggu.


Namun, perjalanan pembinaan pada periode berikutnya menghadapi sejumlah tantangan, termasuk perubahan nomor pertandingan yang berdampak pada peluang atlet di beberapa kelas andalan. Karena itu, pengurus berharap adanya penyesuaian dan pengembangan nomor pertandingan dapat membuka kesempatan lebih luas bagi atlet untuk meraih prestasi.


Ketua Kickboxing Surabaya Maududi mengatakan pihaknya telah berkomunikasi dengan Pengprov Kickboxing Jawa Timur mengenai pengembangan nomor pertandingan yang berpotensi dipertandingkan pada kejuaraan-kejuaraan mendatang.


Surabaya juga mengusulkan sekitar 30 nomor pertandingan baru kepada KONI Jawa Timur. Usulan tersebut diarahkan agar nomor-nomor yang dipertandingkan memiliki keterkaitan dengan nomor kompetisi internasional, termasuk SEA Games dan Asian Games.

 

Menurutnya, langkah tersebut penting untuk membangun jalur pembinaan yang berkesinambungan. Dengan nomor pertandingan yang lebih beragam dan relevan, atlet diharapkan memiliki peluang lebih besar untuk berkembang serta mempersiapkan diri menuju kompetisi nasional maupun internasional.

Ia berharap sinergi antara Surabaya, Pengprov Kickboxing Jawa Timur, dan KONI Jawa Timur dapat terus diperkuat agar pengembangan cabang olahraga ini berjalan lebih terarah.

 

Sementara itu,Ketua Umum Pengprov Kickboxing Jawa Timur, Sugeng Wahyu Widodo, mengapresiasi tingginya partisipasi atlet dalam Kejurprov 2026. Menurutnya, keikutsertaan daerah dalam kejuaraan tersebut merupakan bagian penting dari tanggung jawab pembinaan olahraga.

Ia menjelaskan bahwa pengurus provinsi telah mendorong pengurus kabupaten dan kota untuk aktif mengirimkan atlet sebagai bentuk nyata pelaksanaan program pembinaan.


Menurut Wahyu, pembinaan tidak cukup hanya dilakukan melalui pembentukan organisasi atau kepengurusan. Daerah perlu menyediakan sarana, prasarana, kesempatan berlatih, serta akses terhadap kompetisi agar atlet dapat berkembang secara maksimal.


“Ketika pembinaan berjalan, tentu harus ada sarana dan prasarana untuk mengantarkan atlet menuju kompetisi. Jadi, bukan sekadar memiliki kepengurusan, tetapi harus ada aktivitas pembinaan yang nyata,” ujarnya.

Baca Juga: Musprov KBI Jatim Tetapkan Sugeng Wahyu Widodo sebagai Ketua Umum Baru 2026-2030

Wahyu menegaskan bahwa Kejurprov kali ini bukan hanya kompetisi untuk menentukan juara tingkat provinsi. Kejuaraan tersebut juga menjadi bagian dari proses pemantauan dan penjaringan atlet yang dipersiapkan untuk memperkuat Jawa Timur di tingkat nasional.


Melalui pertandingan ini, pengurus dapat melihat perkembangan atlet dari berbagai daerah, mengevaluasi kemampuan mereka, serta mengidentifikasi talenta baru yang berpotensi masuk dalam skuad Jawa Timur.

Hasil kejuaraan nantinya akan menjadi salah satu bahan evaluasi dalam proses penentuan atlet yang dipersiapkan untuk mengikuti Kejuaraan Nasional atau Kejurnas. Proses tersebut juga diharapkan mendukung pembentukan tim yang akan bertanding pada agenda nasional berikutnya.

Wahyu menyebutkan bahwa tahapan pembinaan perlu dilakukan secara berjenjang. Atlet yang menunjukkan perkembangan dan prestasi di tingkat provinsi akan mendapatkan kesempatan untuk dievaluasi kembali melalui kompetisi berikutnya sebelum dipertimbangkan masuk ke dalam skuad utama.

 

Selain mendorong peningkatan prestasi, Pengprov Kickboxing Jawa Timur juga berupaya memperluas kesempatan penyelenggaraan pertandingan di berbagai kabupaten dan kota.


Wahyu menyampaikan bahwa pihaknya terbuka terhadap inisiatif daerah yang ingin mengadakan turnamen. Menurutnya, penyelenggaraan kompetisi di daerah dapat memberikan manfaat ganda, baik untuk perkembangan organisasi maupun untuk pembinaan atlet.


Melalui turnamen, pengurus daerah dapat memperoleh pengalaman dalam mengelola kegiatan olahraga, memperkuat jaringan komunitas, dan menemukan bibit-bibit atlet potensial yang selama ini belum mendapatkan kesempatan bertanding secara luas.


Pengprov Kickboxing Jawa Timur, lanjutnya, tidak ingin memusatkan seluruh kegiatan hanya pada agenda tingkat provinsi. Sebaliknya, pengurus ingin memberikan ruang bagi kabupaten dan kota untuk berkembang melalui penyelenggaraan kegiatan masing-masing.


Wahyu juga mengungkapkan adanya komunikasi dengan sejumlah pihak mengenai peluang pertandingan persahabatan dan uji tanding antardaerah. Salah satunya adalah rencana kunjungan tim dari Nusa Tenggara Timur untuk melakukan uji tanding di Jawa Timur.


Rencana tersebut dinilai sebagai peluang positif untuk meningkatkan kualitas atlet melalui pengalaman menghadapi lawan dengan karakter dan gaya bertanding yang berbeda.


Dengan semakin banyaknya kompetisi, para atlet diharapkan memperoleh jam terbang yang memadai. Pengalaman bertanding menjadi salah satu faktor penting untuk membangun kesiapan fisik, teknik, mental, serta kemampuan mengambil keputusan ketika menghadapi lawan.

 

Baca Juga: Desakan Menguat, KBI Jatim Didorong Segera Gelar Musprovlub Demi Selamatkan Pembinaan Atlet

Dalam menghadapi kompetisi mendatang, Wahyu Widodo menyatakan bahwa Kickboxing Jawa Timur menargetkan pencapaian yang lebih tinggi dibandingkan hasil sebelumnya.


Ia berharap peningkatan kualitas pembinaan, bertambahnya kesempatan bertanding, serta pemantauan atlet secara berkelanjutan dapat mendorong perolehan medali yang lebih baik.


“Target kami tentu lebih tinggi. Dengan persiapan yang lebih matang, dukungan tim, dan kesempatan bertanding yang semakin banyak, kami berharap hasil yang diperoleh juga meningkat,” ujarnya.

 

Wahyu menilai bahwa pengalaman bertanding merupakan bagian penting dari proses persiapan atlet. Karena itu, pihaknya berupaya memastikan para atlet tidak hanya mengandalkan latihan rutin, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk menguji kemampuan melalui berbagai kejuaraan.

Ia juga menyinggung peluang keterlibatan atlet-atlet berpengalaman, termasuk petarung profesional, untuk memperkuat skuad Jawa Timur sesuai dengan kebutuhan tim dan ketentuan kompetisi yang berlaku.

Melalui proses seleksi dan persiapan yang berkesinambungan, Jawa Timur diharapkan mampu membentuk tim yang lebih kompetitif untuk menghadapi agenda nasional.

 


Penyelenggaraan Surabaya Rising Champion Kejurprov Kickboxing Jawa Timur 2026 menjadi momentum penting bagi perkembangan kickboxing di wilayah tersebut. Jumlah peserta yang melampaui 512 atlet memperlihatkan tingginya antusiasme sekaligus besarnya potensi pembinaan di berbagai kabupaten dan kota.

Bagi Surabaya, kejuaraan ini menjadi kesempatan untuk menguji kekuatan atlet di hadapan daerah lain sekaligus mengejar target lima hingga enam medali emas. Sementara bagi Pengprov Kickboxing Jawa Timur, kompetisi tersebut menjadi bagian dari strategi membangun sistem pembinaan yang lebih terstruktur dan berorientasi pada prestasi.


Kolaborasi antara pengurus provinsi, pengurus kota dan kabupaten, serta KONI diharapkan dapat memperkuat dukungan terhadap atlet, mulai dari tingkat daerah hingga persiapan menuju kompetisi nasional.

Ke depan, pengembangan nomor pertandingan, penyelenggaraan turnamen secara lebih luas, serta peningkatan jam terbang akan menjadi faktor penting dalam mendorong kemajuan kickboxing Jawa Timur.


Dengan terbukanya ruang kompetisi bagi atlet dari berbagai daerah, Surabaya Rising Champion Kejurprov Kickboxing Jatim 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai ajang perebutan medali. Kejuaraan ini juga diharapkan menjadi titik awal lahirnya talenta-talenta baru yang mampu membawa nama Jawa Timur ke tingkat nasional maupun internasional.(Red)

Editor : Redaksi

abadinews.id horizontal

Berita Lainnya

abadinews.id horizontal