Usia Baru 9 Tahun, Maulana Ifan Sanjaya Sudah Menorehkan Banyak Prestasi di Turnamen Tenis

avatar abadinews.id

abadinews.id,SURABAYA — Senyum bahagia terpancar dari wajah Maulana Ifan Sanjaya setelah memastikan diri meraih juara pertama dalam turnamen tenis ITF Widjojo Soejono 2026. Turnamen tersebut berlangsung di Lapangan Tenis Makodam V/Brawijaya, Surabaya, Jumat (2/10/2026).


Bagi Maulana, kemenangan itu menjadi catatan penting dalam perjalanan kariernya sebagai petenis muda. Di usianya yang baru sembilan tahun, prestasi tersebut sekaligus menambah pengalaman bertanding yang telah dikumpulkannya melalui berbagai kejuaraan.

Baca Juga: Rina Imai Bangkit di Final ITF Widjojo Soejono 2026, Kunci Gelar lewat Super Tie-Break


Maulana merupakan siswa SD IT Bina Amal. Ia mengaku sangat senang setelah berhasil menjadi juara pertama. Menurut dia, pencapaian tersebut tidak lepas dari proses latihan yang dijalani secara rutin bersama klub tenis Papros serta pengalaman bertanding di sejumlah turnamen.


"Senang banget bisa dapat juara satu," ujar Maulana.


Perjalanan Maulana mengenal tenis bermula dari lingkungan keluarga. Ketertarikannya terhadap olahraga tersebut mulai terlihat ketika usianya sekitar lima tahun.


Saat itu, Maulana kerap mengikuti sang ayah ketika berlatih tenis. Dari kebiasaan menemani sang ayah di lapangan, muncul ketertarikan untuk mencoba bermain. Seiring waktu, ketertarikan tersebut berkembang menjadi aktivitas latihan yang lebih serius.


"Mulai ikut Papa latihan sejak umur lima tahun," katanya.


Dari lapangan tempat sang ayah berlatih, Maulana kemudian mulai membangun pengalamannya sendiri. Ia mulai mengikuti pertandingan sejak berusia enam tahun melalui ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah atau Popda.


Debut pertandingan tersebut menjadi salah satu pengalaman penting bagi Maulana. Ia mulai merasakan langsung suasana kompetisi, menghadapi lawan, menjaga konsentrasi, serta menerapkan kemampuan yang diperoleh selama latihan.


Setelah pertandingan pertamanya, kesempatan Maulana untuk mengikuti kompetisi semakin terbuka. Ia tercatat mengikuti sejumlah turnamen, antara lain Tugu Muda, De Tek, PLT Magelang, hingga berbagai turnamen nasional kelompok usia.


Rangkaian pertandingan itu menjadi bagian dari proses pembentukan kemampuan Maulana. Setiap turnamen tidak hanya menjadi kesempatan untuk mengejar hasil, tetapi juga menjadi ruang bagi dirinya untuk belajar menghadapi karakter permainan lawan yang berbeda-beda.

Baca Juga: Sadam-Fattah Ukir Prestasi, Juara Ganda Putra U10 ITF Widjojo Soejono


Pada salah satu pertandingan,ITF Widjojo Soejono 2026,Maulana bahkan mampu tampil cukup dominan. Ia mencatat kemenangan dengan skor 5-3, 4-0, kemudian mengamankan pertandingan melalui super tiebreak dengan skor 10-0.


Catatan tersebut memperlihatkan bagaimana Maulana mampu menjaga permainan dalam situasi pertandingan. Bagi petenis yang masih berusia sembilan tahun, pengalaman tampil dalam kompetisi secara rutin menjadi bagian penting untuk membangun kepercayaan diri dan mental bertanding.


Namun, perjalanan Maulana tidak berhenti pada pencapaian juara pertama. Usianya yang masih sangat muda membuat perjalanan sebagai atlet tenis masih terbuka panjang.


Turnamen demi turnamen menjadi bagian dari proses pembelajaran. Ia masih memiliki banyak hal yang perlu dikembangkan, baik dari sisi teknik permainan, strategi, konsistensi, maupun kemampuan menjaga fokus ketika menghadapi tekanan pertandingan.


Dalam proses tersebut, latihan bersama klub tenis Papros menjadi salah satu bagian penting. Latihan yang dilakukan secara berkelanjutan menjadi fondasi bagi Maulana untuk mengembangkan kemampuannya sekaligus mempersiapkan diri menghadapi kompetisi berikutnya.


Dukungan keluarga juga memiliki peran dalam perjalanan tersebut. Sang ayah menjadi sosok yang sejak awal mengenalkan Maulana kepada tenis. Dari sekadar mengikuti latihan sang ayah ketika berusia lima tahun, Maulana kini telah mampu berdiri sendiri sebagai petenis muda yang berani berkompetisi.

Baca Juga: Tunggal Putri U10 Tabitha Juara Tunggal ITF Junior Widjojo Soejono 2026


Prestasi di ITF Widjojo Soejono 2026 pun menjadi salah satu hasil dari proses panjang tersebut. Gelar juara pertama memberikan pengalaman sekaligus motivasi bagi Maulana untuk terus berlatih.


Bagi Maulana, kemenangan di lapangan bukan semata-mata tentang mendapatkan trofi. Setiap pertandingan memberikan pengalaman baru yang dapat menjadi bekal untuk menghadapi kompetisi berikutnya.


Dengan usia yang masih sembilan tahun, perjalanan Maulana di dunia tenis masih berada pada tahap awal. Karena itu, proses latihan, pengalaman bertanding, serta dukungan keluarga menjadi bagian penting dalam menjaga perkembangan dirinya sebagai atlet muda.


Kini, setelah meraih juara pertama di ITF Widjojo Soejono 2026, Maulana memiliki satu lagi pengalaman berharga untuk dibawa pulang. Dari lapangan tenis, ia belajar bahwa setiap kemenangan merupakan hasil dari proses, sementara setiap pertandingan selalu memberikan pelajaran baru.


Perjalanan itu masih panjang. Dan bagi Maulana, lapangan tenis akan tetap menjadi tempat untuk terus belajar, berlatih, dan berkembang.(Red)

Editor : Redaksi

abadinews.id horizontal

Berita Lainnya

abadinews.id horizontal