Jejak Pengabdian Ning Lia Istifhama, Membawa Aspirasi Daerah ke Tingkat Nasional

avatar abadinews.id

abadinews.id,SURABAYA — Dua tahun pengabdian Menjadi anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI bukan semata soal menjalankan fungsi kelembagaan di tingkat nasional. Bagi Senator Jawa Timur Lia Istifhama, tugas tersebut juga berarti menjaga agar suara masyarakat daerah tetap terdengar dalam setiap proses kebijakan yang berkaitan dengan kepentingan daerah.

Ning Lia, sapaan Lia Istifhama, menempatkan kedekatan dengan masyarakat sebagai bagian penting dalam menjalankan mandatnya sebagai senator.

Baca Juga: Gugatan Wanprestasi Rp1 Miliar, Ibu Lia Istifhama Pertanyakan Akta PPJB dan Kuasa Jual

Berbagai persoalan yang muncul di tengah masyarakat menjadi bahan untuk memahami kebutuhan daerah secara lebih utuh. Aspirasi itu kemudian dibawa ke ruang kerja kelembagaan DPD RI sesuai dengan fungsi dan kewenangan yang dimiliki.

"Menjadi senator adalah amanah. Karena itu, suara masyarakat dan kepentingan daerah harus terus didengar dan dikawal," demikian semangat yang menjadi bagian dari perjalanan pengabdian Ning Lia.

Jawa Timur memiliki karakter wilayah yang beragam. Persoalan yang dihadapi masyarakat perkotaan tidak selalu sama dengan masyarakat di kawasan perdesaan, pesisir, kepulauan, maupun daerah dengan karakter ekonomi tertentu.

Keragaman tersebut membuat penyusunan kebijakan membutuhkan perspektif yang tidak hanya berasal dari pusat.

Di sinilah peran senator daerah menjadi penting. DPD RI menjadi salah satu ruang konstitusional untuk membawa kepentingan daerah dalam pembahasan di tingkat nasional.

Bagi Ning Lia, mendengar aspirasi masyarakat merupakan langkah awal sebelum sebuah persoalan diperjuangkan melalui jalur kelembagaan.

Pertemuan dengan masyarakat, dialog, maupun kunjungan ke berbagai wilayah menjadi cara untuk melihat persoalan secara langsung. Dengan demikian, persoalan yang dibawa ke tingkat nasional tidak semata berupa data atau laporan, tetapi juga menggambarkan kondisi yang dirasakan masyarakat.

DPD RI memiliki fungsi dan kewenangan yang berkaitan dengan kepentingan daerah, termasuk memberikan pertimbangan dan ikut membahas sejumlah rancangan undang-undang yang berkaitan dengan daerah.

Dalam konteks tersebut, senator memiliki tanggung jawab untuk memastikan perspektif daerah masuk dalam proses kebijakan nasional.

Jawa Timur memiliki posisi strategis dalam perekonomian nasional. Provinsi ini juga memiliki persoalan pembangunan yang kompleks, mulai dari penguatan ekonomi masyarakat, pendidikan, pelayanan publik, pemberdayaan masyarakat, hingga pemerataan pembangunan.

Kondisi tersebut menjadi bagian dari ruang pengabdian Ning Lia sebagai wakil daerah.

Aspirasi yang disampaikan masyarakat tidak berhenti pada pertemuan. Aspirasi tersebut perlu dipilah, dipahami persoalannya, kemudian dikawal melalui mekanisme kelembagaan yang tersedia.

"Yang paling penting adalah memastikan masyarakat memiliki ruang untuk menyampaikan persoalannya. Setelah itu, aspirasi tersebut harus dikawal sesuai dengan kewenangan yang dimiliki," ujar Ning Lia.

Kebijakan publik pada akhirnya tidak dapat dilepaskan dari kebutuhan masyarakat.

Setiap kebijakan yang dibuat pemerintah memiliki dampak terhadap kehidupan masyarakat di daerah. Karena itu, perspektif daerah perlu menjadi bagian dari proses penyusunan maupun evaluasi kebijakan.

 

Menurut Ning Lia, pembangunan tidak hanya berbicara mengenai pertumbuhan ekonomi dan pembangunan fisik. Pemerataan manfaat pembangunan juga menjadi bagian penting.

 

Masyarakat membutuhkan akses terhadap pendidikan, pelayanan kesehatan, kesempatan ekonomi, perlindungan sosial, serta berbagai layanan publik yang dapat meningkatkan kualitas hidup.

 

Dalam kerangka itulah, pengawalan kebijakan menjadi bagian dari tanggung jawab seorang senator.

 

Baca Juga: Rumah dan Barang Bukan Segalanya, Lia Istifhama Minta Desil Lebih Holistik

 

Kedekatan dengan masyarakat juga menjadi salah satu aspek yang ditekankan Ning Lia dalam menjalankan pengabdiannya.

 

Bagi dia, representasi daerah tidak cukup dilakukan melalui forum formal di lembaga negara. Wakil daerah juga perlu memahami dinamika yang berlangsung di tengah masyarakat.

 

Persoalan yang disampaikan masyarakat sering kali memiliki konteks yang berbeda ketika dilihat langsung di lapangan.

 

Karena itu, komunikasi dengan masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun pemahaman mengenai persoalan daerah.

 

Dari sana, seorang senator dapat membawa perspektif tersebut dalam menjalankan fungsi kelembagaannya.

 

 

Baca Juga: Ning Lia Ajak Anak Berkebutuhan Khusus Berani Berkarya dan Berprestasi

Perjuangan membawa aspirasi daerah pada akhirnya tidak hanya berkaitan dengan kepentingan satu wilayah.

 

Kebijakan yang lebih responsif terhadap kebutuhan daerah juga menjadi bagian dari upaya membangun Indonesia secara lebih merata.

 

Jawa Timur dengan potensi ekonomi, sumber daya manusia, serta keragaman wilayahnya memiliki banyak pengalaman yang dapat menjadi masukan dalam pembangunan nasional.

 

Sebagai senator dari Jawa Timur, Ning Lia membawa tanggung jawab untuk menghubungkan suara masyarakat daerah dengan proses kebijakan di tingkat nasional.

 

Jejak pengabdian itu bertumpu pada empat hal: menyuarakan aspirasi daerah, menjaga kedekatan dengan masyarakat, mengawal kebijakan yang berkaitan dengan kepentingan daerah, serta memperjuangkan kebijakan yang berpihak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

 

Pada akhirnya, mandat sebagai senator bukan hanya tentang berada di lembaga negara. Mandat itu juga tentang bagaimana suara masyarakat yang berada jauh dari pusat pemerintahan dapat tetap memperoleh ruang dalam proses pengambilan kebijakan.(Red)

Editor : Redaksi

abadinews.id horizontal

Berita Lainnya

abadinews.id horizontal