Heru MAKI Gagas Apel Siaga Akbar “Jogo Presiden dan Jogo Jawa Timur”, Target 10 Ribu Massa

Reporter : Dani

abadinews.id,SURABAYA – Ketua Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Koordinator Wilayah Jawa Timur, Heru Satriyo atau yang akrab disapa Heru MAKI, menggagas penyelenggaraan Apel Siaga Akbar bertajuk “Jogo Presiden dan Jogo Jawa Timur”. Kegiatan tersebut direncanakan melibatkan berbagai elemen masyarakat di seluruh wilayah Jawa Timur dengan estimasi peserta mencapai lebih dari 10 ribu orang.

 

Baca juga: MAKI Jatim Apresiasi Khofifah Raih Fatima Al-Fihriya Award 2026

Gagasan ini muncul di tengah dinamika politik nasional pasca mencuatnya isu dugaan penyadapan ilegal yang menyeret nama mantan Kapolri. Heru MAKI menilai, perkembangan situasi politik saat ini perlu disikapi secara bijak agar tidak memicu polarisasi maupun mengancam persatuan dan kesatuan bangsa.

 

Apel Siaga Akbar yang direncanakan menjadi sebuah gerakan kebangsaan tersebut akan melibatkan tokoh masyarakat, insan media, LSM, organisasi kemasyarakatan (ormas), mahasiswa, pelajar, kaum ibu, serta perwakilan masyarakat dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur.

 

Menurut Heru MAKI, kegiatan ini akan mengedepankan semangat kebersamaan dengan memadukan kekayaan budaya Jawa Timur dan keberagaman lintas organisasi keagamaan. Seluruh elemen masyarakat diharapkan dapat melebur dalam satu orkestrasi kebangsaan yang harmonis.

 

Heru menegaskan, dinamika politik yang berkembang belakangan ini berpotensi menciptakan pembelahan dukungan di tengah masyarakat. Kondisi tersebut, menurutnya, harus diantisipasi agar tidak berkembang menjadi persoalan yang mengganggu stabilitas sosial dan persatuan nasional.

 

“Hal ini tidak boleh terjadi di Bumi Mojopahit, Jawa Timur. Bapak Presiden Prabowo Subianto dan Ibunda Khofifah Indar Parawansa merupakan lambang dan kehormatan bangsa. Tidak boleh ada satu pun narasi yang berpotensi mengoyak harga diri dan kehormatan yang melekat pada kedua pemimpin bangsa tersebut,” tegas Heru MAKI.

 

Ia kembali menekankan pentingnya menjaga harkat dan martabat para pemimpin bangsa di tengah derasnya arus narasi politik yang berkembang di ruang publik.

 

Heru MAKI juga menyoroti potensi disintegrasi bangsa yang dinilainya perlu mendapat perhatian serius. Ia mengingatkan agar strategi politik yang berpotensi memecah belah masyarakat tidak berkembang, khususnya di Jawa Timur yang dikenal memiliki karakter masyarakat religius, plural, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan.

 

“Potensi disintegrasi yang berakibat pada timbulnya penebalan politik divide et impera saat ini sudah dan tengah dirasakan, terutama oleh masyarakat Jawa Timur. Ini tidak boleh terjadi, khususnya di Bumi Mojopahit,” ujarnya.

 

 

Apel Siaga Akbar tersebut direncanakan berlangsung di kawasan depan Patung Joko Dolog, Taman Apsari, Surabaya, yang berada di depan Gedung Negara Grahadi.

Baca juga: Festival Kanjuruhan Adiluhung Diduga Sarat Tumpang Tindih Anggaran, MAKI Jatim Desak LPJ Dibuka

 

Heru MAKI menyebut pemilihan lokasi tersebut memiliki makna simbolis. Patung Joko Dolog dan Gedung Grahadi diharapkan menjadi representasi semangat persatuan, kebersamaan, serta penghormatan terhadap nilai-nilai kebangsaan di tengah potensi meningkatnya ketegangan politik.

 

MAKI Jatim sendiri memastikan akan mengerahkan sekitar 3.000 anggota dan pengurus dari berbagai daerah di Jawa Timur untuk mengikuti kegiatan tersebut.

 

Jumlah peserta diperkirakan akan bertambah signifikan dengan keterlibatan berbagai organisasi masyarakat, LSM, media, mahasiswa, pelajar, serta kelompok pergerakan kaum ibu dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur.

 

Dengan komposisi peserta lintas elemen tersebut, Heru MAKI memperkirakan jumlah massa yang hadir dalam Apel Siaga Akbar bertajuk “Jogo Presiden dan Jogo Jawa Timur” dapat menembus angka 10 ribu orang.

 

 

Baca juga: Antusiasme Masyarakat Membludak, Lala Widy Tutup Rangkaian Biggest Culture of Jatim Fiesta 2026

Terkait waktu pelaksanaan, Heru MAKI menyampaikan bahwa pihaknya masih melakukan koordinasi intensif dengan sejumlah stakeholder, termasuk Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan H. Sufmi Dasco Ahmad.

 

Koordinasi tersebut juga akan diperluas dengan berbagai pihak terkait guna memastikan rencana kegiatan dapat berjalan sesuai dengan tujuan yang diharapkan.

 

“Insya Allah kami usahakan dalam bulan November 2026 ini Apel Siaga Akbar akan digelar dan dilaksanakan. Nanti kami informasikan update lebih lanjut,” pungkas Heru MAKI.

 

Rencana Apel Siaga Akbar ini diharapkan menjadi momentum konsolidasi masyarakat Jawa Timur dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, sekaligus menyuarakan komitmen kebangsaan di tengah dinamika politik nasional yang terus berkembang.

 

Dengan mengusung tema “Jogo Presiden dan Jogo Jawa Timur”, kegiatan tersebut diharapkan mampu menjadi ruang ekspresi kebersamaan yang mengedepankan nilai persatuan, kedamaian, dan penghormatan terhadap kehidupan demokrasi.(Red)

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru