abadinews.id, Surabaya — Generasi muda didorong untuk mengambil peran aktif dalam menjawab berbagai persoalan sosial dan ekonomi melalui kreativitas, inovasi, serta gerakan nyata yang berpihak kepada masyarakat. Semangat tersebut mengemuka dalam kegiatan bertema“Mengaktualisasikan Marhaenisme dan Trisakti Bung Karno melalui Kreativitas, Inovasi, dan Idealisme Pemuda.”Rabu(28/10/26)
Baca juga: Abah Budi Dorong Embong Blimbing Jadi Pusat Kuliner, PKL Tak Harus Tersingkir
Kegiatan ini menjadi ruang bagi generasi muda untuk berdiskusi, menyampaikan aspirasi, dan merumuskan langkah konkret dalam menghadapi berbagai tantangan di tengah masyarakat, mulai dari persoalan moralitas hingga penguatan kemandirian ekonomi.
Koordinator Gembira, Tsaqib Abdurrahman, mengatakan bahwa nama Gembira merupakan akronim dari _Generasi Muda Berbudaya, Berani Bersuara_. Nama tersebut terinspirasi dari semangat dalam lagu Bung Karno yang mengajak masyarakat untuk bergembira dan bersukaria.
Menurut Tsaqib, semangat tersebut tidak sekadar dimaknai sebagai ajakan untuk bersenang-senang, tetapi juga sebagai dorongan bagi anak muda untuk menjaga nilai-nilai budaya, berani menyampaikan aspirasi, dan bergerak bersama menghadirkan perubahan.
“Gembira ini kami jadikan akronim dari Generasi Muda Berbudaya, Berani Bersuara. Jadi, anak muda tidak hanya bergembira, tetapi juga harus memiliki budaya, keberanian menyampaikan aspirasi, dan kemauan untuk bergerak bersama,” ujar Tsaqib saat diwawancarai awak media.
Ia menilai, persoalan moralitas menjadi salah satu hal yang perlu mendapat perhatian bersama, baik di kalangan generasi muda maupun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Karena itu, pemuda perlu memperkuat karakter, menjunjung nilai-nilai budaya, serta menyampaikan gagasan secara bertanggung jawab.
Selain penguatan karakter, Tsaqib menyoroti pentingnya membangun kemandirian ekonomi generasi muda di Kota Surabaya. Menurutnya, banyak anak muda memiliki keinginan untuk mengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), menjadi tenaga pendidik, serta menekuni berbagai bidang lainnya. Namun, sebagian dari mereka masih menghadapi kendala akses, jaringan, dan permodalan.
Ia menilai, persoalan tersebut membutuhkan kolaborasi dan semangat gotong royong agar generasi muda memiliki kesempatan lebih luas untuk mengembangkan potensi mereka.
“Perekonomian di Surabaya harus dibangun secara gotong royong. Ada anak-anak muda yang ingin membangun UMKM, ada yang ingin menjadi guru, tetapi terkadang mereka terkendala akses, jaringan, dan permodalan. Ini yang harus kita carikan solusi bersama,” jelasnya.
Tsaqib menegaskan, Gembira tidak ingin berhenti pada diskusi ideologi maupun teori. Nilai-nilai perjuangan, menurutnya, perlu diwujudkan melalui kegiatan konkret yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Salah satu upaya yang ingin didorong adalah pengembangan UMKM secara kolektif, mulai dari menghimpun dukungan, memperluas jaringan usaha, hingga membantu membuka akses permodalan.
Ia juga menekankan bahwa perubahan tidak harus selalu dimulai dari kalangan elite, tetapi dapat tumbuh dari inisiatif dan kekuatan masyarakat.
“Intinya, hari ini kita berkumpul untuk mencoba bergerak. Gerakan itu tidak harus dimulai dari atas, tetapi bisa dimulai dari bawah. Sebab, banyak gerakan di Indonesia lahir dari kekuatan masyarakat,” ungkapnya.
Baca juga: Warga Tegalsari Sampaikan Keluhan Pelayanan Publik dalam Reses Budi Leksono
Lebih lanjut, Tsaqib mengatakan bahwa Gembira terbuka bagi anak muda dari berbagai latar belakang yang memiliki cita-cita dan keinginan untuk berkontribusi bagi masyarakat.
Ia berpandangan, rendahnya keterlibatan sebagian anak muda dalam politik tidak selalu menunjukkan sikap apatis. Menurutnya, kondisi tersebut juga dapat berkaitan dengan pendekatan yang belum menyentuh kebutuhan mereka serta terbatasnya ruang untuk menampung dan memperjuangkan aspirasi.
“Pemuda hari ini bukan berarti tidak suka atau apatis terhadap politik. Bisa jadi mereka memiliki keinginan, tetapi aspirasi tersebut belum didengarkan dan difasilitasi dengan baik,” katanya.
Melalui Gembira, ia berharap generasi muda memiliki ruang untuk bertukar gagasan, berdiskusi, dan mencari solusi bersama. Aspirasi yang muncul diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui kegiatan nyata sesuai kebutuhan dan kemampuan masing-masing.
Pendekatan terbuka dan kolaboratif tersebut diharapkan dapat memperkuat keterlibatan pemuda dalam kehidupan sosial, ekonomi, dan kebangsaan.
Sementara itu, Anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya, Budi Leksono, yang akrab disapa Buleks, menekankan pentingnya mengaktualisasikan pemikiran Bung Karno dalam kehidupan generasi muda.
Melalui tema kegiatan tersebut, ia mengajak anak muda untuk tidak sekadar mengenang pemikiran proklamator Indonesia itu, tetapi juga menerapkannya dalam tindakan nyata.
Baca juga: Dalam Reses Budi Leksono Beragam Persoalan Warga Surabaya Mengemuka
Menurut Buleks, Marhaenisme mengajarkan keberpihakan kepada rakyat kecil dan perjuangan mewujudkan keadilan sosial. Sementara itu, Trisakti menekankan pentingnya membangun bangsa yang berdaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.
Ia menilai, nilai-nilai tersebut dapat menjadi landasan bagi generasi muda dalam menghadapi berbagai tantangan zaman. Kreativitas, inovasi, dan idealisme juga dinilai sebagai modal penting bagi pemuda untuk berkontribusi dalam pembangunan serta menghadirkan solusi atas persoalan masyarakat.
Buleks mengingatkan bahwa generasi muda tidak hanya menjadi pewaris masa depan, tetapi juga memiliki peran dalam menentukan arah perjalanan bangsa melalui karya dan tindakan nyata.
“Jangan hanya menjadi penonton perubahan, jadilah pelopor perubahan! Wujudkan semangat Bung Karno melalui karya, keberanian, dan keberpihakan kepada rakyat demi Indonesia yang mandiri, adil, dan bermartabat,” demikian pesan Buleks.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Pemuda Demokrat Indonesia, Bustomi, serta Ketua Karang Taruna (Kartar) Surabaya, Febryan Kiswanto.
Melalui kegiatan ini, kolaborasi antarpemuda diharapkan semakin kuat. Gagasan tentang Marhaenisme dan Trisakti diharapkan tidak berhenti sebagai wacana, tetapi menjadi inspirasi bagi gerakan konkret, mulai dari penguatan karakter, pengembangan ekonomi kerakyatan, hingga perluasan ruang partisipasi dan penyampaian aspirasi.
Dengan demikian, generasi muda Surabaya diharapkan dapat berkontribusi lebih besar dalam mendorong perubahan sosial dan ekonomi yang berkelanjutan serta mengaktualisasikan semangat perjuangan Bung Karno melalui karya dan tindakan nyata.(Red)
Editor : Redaksi