Bidik Lima Besar,Tiga Atlet Triathlon Jatim Siap Debut Di Asean Games 2026

Reporter : Dani

abadinews.id,SURABAYA – Tiga atlet triathlon Jawa Timur akan menjadi bagian dari kontingen Indonesia yang berlaga di Asian Games 2026. Bersama dua pelatih, mereka datang ke KONI Jawa Timur untuk berpamitan sekaligus meminta doa restu sebelum bertolak ke ajang olahraga multicabang tingkat Asia tersebut.

 

Baca juga: Untag Surabaya Gandeng KONI Jatim, Siapkan Beasiswa dan Kuliah untuk Atlet

Ketua Pengprov Federasi Triathlon Indonesia (FTI) Jawa Anastasia Kirana Putri Ardela mengatakan, kedatangan tim triathlon itu menjadi bagian dari persiapan akhir menghadapi Asian Games 2026. Meski ketiga atlet yang diberangkatkan terbilang masih muda dan akan menjalani debut di Asian Games, tim pelatih tetap memasang target realistis dengan membidik posisi lima besar.

 

“Tujuan kami datang ke KONI Jatim salah satunya untuk berpamitan, kemudian meminta izin dan doa restu sebagai instansi yang membina kami, baik pelatih, pengprov maupun atlet yang akan berjuang di Asian Games,” ujar Kirana.

 

Menurutnya, persiapan menghadapi Asian Games tidak dilakukan secara instan. Program latihan tetap berjalan meski sempat terjadi penghentian sementara pemusatan latihan nasional (Pelatnas).

 

Kirana menyebut, para atlet tetap menjalani latihan secara mandiri dengan dukungan Pengprov dan KONI Jatim. Karena itu, penghentian Pelatnas tidak sampai membuat program pembinaan terhenti.

 

“Pelatnas sempat dihentikan sekitar lima bulan. Kami mulai berjalan Maret, kemudian pertengahan April dihentikan sampai Agustus. Tetapi itu tidak mengurangi semangat anak-anak. Mereka tetap berlatih dan fokus,” katanya.

 

Program pembinaan tersebut juga tidak hanya diarahkan untuk Asian Games. Para atlet diproyeksikan mengikuti berbagai single event, mulai dari kejuaraan Asia hingga kejuaraan dunia.

 

Menurut Kirana, kalender kompetisi triathlon cukup padat. Hampir setiap bulan terdapat kejuaraan yang bisa diikuti atlet di berbagai negara Asia, seperti China dan Jepang. Kondisi itu dimanfaatkan untuk menjaga jam terbang sekaligus mengukur perkembangan performa atlet.

 

“Tidak hanya mengejar major games. Kami lebih banyak mengarah ke single event, kejuaraan Asia maupun dunia. Tinggal kami sebagai pelatih membuat timeline, menentukan target dan arah atlet,” ujarnya.

 

Menghadapi Asian Games, tim pelatih menyadari tantangan yang dihadapi cukup berat. Sebab, ketiga atlet Indonesia yang turun merupakan pendatang baru di ajang tersebut. Mereka akan berhadapan dengan atlet-atlet dari negara yang memiliki tradisi kuat di triathlon, seperti Jepang, China, Korea Selatan dan Kazakhstan.

 

Baca juga: KONI Jatim Gandeng RS PHC dan RS Korpri Pura Raharja Perkuat Layanan Kesehatan Atlet

“Kalau berbicara data dan performa, kami optimistis bisa masuk lima besar. Jepang dan China cukup bagus, begitu juga Korea dan Kazakhstan,” katanya.

 

Asian Games 2026 sekaligus akan menjadi pengalaman penting bagi para atlet Jatim untuk mengukur kemampuan sebelum menghadapi target-target berikutnya, termasuk PON.

 

Pengalaman di pentas Asia diharapkan menjadi modal untuk meningkatkan kualitas atlet menuju kompetisi yang lebih besar. Apalagi, Jawa Timur memiliki rekam jejak cukup kuat dalam cabang olahraga triathlon.

 

Pada PON XXI Aceh-Sumut 2024, triathlon Jatim mampu meraih empat medali emas dan dua perak dari enam nomor yang dipertandingkan. Hasil tersebut menunjukkan potensi besar cabang olahraga tersebut dalam menyumbangkan medali bagi kontingen Jatim.

 

“Triathlon termasuk salah satu cabang unggulan. Di PON Aceh-Sumut kami mendapatkan empat emas dan dua perak dari enam nomor,” katanya.

 

Baca juga: PB Porprov Cek Kesiapan Venue Milik Pemkot Surabaya untuk Porprov Jatim X 2027

Kekuatan tersebut tidak terlepas dari pembinaan yang berjalan berjenjang. Regenerasi atlet juga terus dilakukan sehingga tidak terjadi kekosongan generasi.

 

Dukungan fasilitas latihan menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga kesinambungan pembinaan. Atlet mendapatkan program latihan yang cukup padat, yakni pagi, siang dan sore, dengan dukungan fasilitas untuk latihan renang, sepeda dan lari.

 

“Sekarang kami juga berusaha membangun fasilitas untuk anak-anak latihan, termasuk gym dan tempat latihan baru agar mereka bisa berlatih lebih baik,” ujarnya.

 

Ia berharap keberangkatan tiga atlet Jatim ke Asian Games 2026 tidak sekadar menjadi pengalaman debut. Sebagai bagian dari tim Indonesia, mereka diharapkan mampu memberikan prestasi terbaik sekaligus membawa nama Jawa Timur di level internasional.

 

“Karena mereka mewakili Indonesia, tentu kami berharap ada prestasi luar biasa. Mudah-mudahan dari Indonesia, khususnya Jawa Timur, bisa memberikan karya dan prestasi terbaik,” pungkasnya.(Red)

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru