abadinews.id, Sidoarjo — Aktivitas erupsi Anak Gunung Krakatau berdampak pada operasional penerbangan di sejumlah bandara di Indonesia. Kondisi tersebut turut memberikan dampak berantai terhadap konektivitas dan rotasi penerbangan di Bandara Internasional Juanda, Surabaya, pada Minggu (6/9/2026).
Baca juga: Injourney Airports Kirim 300 Kg Bantuan Untuk Korban Gempa NTT Melalui Bandara Juanda
Berdasarkan kondisi operasional terkini hingga pembaruan pukul 10.35 WIB, sebanyak 36 penerbangan di Bandara Internasional Juanda mengalami penyesuaian operasional.Dari jumlah tersebut, sebanyak 34 penerbangan dibatalkan, sementara dua penerbangan lainnya berstatus standby.
General Manager Bandara Internasional Juanda, Muhammad Tohir, mengatakan penyesuaian penerbangan tersebut tidak terlepas dari dampak aktivitas erupsi Anak Gunung Krakatau terhadap operasional sejumlah bandara di sekitar wilayah terdampak.
“Sehubungan dengan adanya aktivitas erupsi Anak Gunung Krakatau yang berdampak pada operasional sejumlah bandara di sekitar wilayah tersebut, telah terjadi penyesuaian operasional penerbangan pada beberapa bandara,” kata Muhammad Tohir.
Sejumlah bandara yang turut mengalami penyesuaian operasional antara lain Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Halim Perdana Kusuma, dan Bandara Radin Inten II Lampung.
Menurut Tohir, kondisi tersebut kemudian menimbulkan dampak berantai terhadap konektivitas dan rotasi penerbangan. Dampaknya, sebagian operasional penerbangan di Bandara Internasional Juanda juga harus mengalami penyesuaian.
Pihak Bandara Internasional Juanda saat ini terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi operasional penerbangan. Koordinasi juga dilakukan secara intensif bersama maskapai dan stakeholder terkait.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan setiap penyesuaian operasional dapat ditangani dengan baik sekaligus menjaga pelayanan kepada pengguna jasa bandara tetap berjalan secara optimal.
Dari total 36 penerbangan yang terdampak, sebanyak 34 penerbangan mengalami pembatalan. Penerbangan yang dibatalkan mencakup penerbangan kedatangan maupun keberangkatan.
Untuk penerbangan kedatangan (arrival) yang dibatalkan, di antaranya Lion Air LNI 690 rute Jakarta (CGK)–Surabaya (SUB) dengan jadwal STA 05.05 WIB.
Kemudian Batik Air BTK 6584 rute CGK–SUB dengan jadwal STA 09.30 WIB, Batik Air BTK 7513 rute HLP–SUB dengan jadwal STA 10.15 WIB, serta Citilink CTV 738 rute CGK–SUB dengan jadwal STA 07.45 WIB.
Penerbangan Citilink CTV 351 rute UPG–SUB dengan jadwal STA 11.25 WIB juga mengalami pembatalan.
Sementara itu, sejumlah penerbangan Garuda Indonesia yang terdampak pembatalan antara lain GIA 304 rute CGK–SUB dengan jadwal STA 08.30 WIB, GIA 302 rute CGK–SUB dengan STA 09.30 WIB, GIA 322 rute CGK–SUB dengan STA 10.25 WIB, serta GIA 312 rute CGK–SUB dengan STA 13.50 WIB.
Pembatalan juga terjadi pada sejumlah penerbangan Citilink, yakni CTV 718 rute CGK–SUB dengan STA 10.55 WIB, CTV 736 dengan STA 13.30 WIB, CTV 176 rute HLP–SUB dengan STA 14.00 WIB, dan CTV 716 rute CGK–SUB dengan STA 16.45 WIB.
Selain itu, Pelita Air PAS 204 rute CGK–SUB dengan STA 12.15 WIB dan PAS 206 rute CGK–SUB dengan STA 16.00 WIB juga masuk dalam daftar penerbangan yang dibatalkan.
Untuk penerbangan keberangkatan (departure), pembatalan antara lain terjadi pada Batik Air BTK 6391 rute SUB–CGK dengan jadwal STD 05.05 WIB, Pelita Air PAS 213 rute SUB–CGK dengan STD 06.10 WIB, serta Lion Air LNI 693 rute SUB–CGK dengan STD 07.40 WIB.
Batik Air juga mengalami pembatalan pada penerbangan BTK 6585 rute SUB–CGK dengan STD 10.10 WIB, BTK 7516 rute SUB–HLP dengan STD 10.55 WIB, dan BTK 7510 rute SUB–HLP dengan STD 07.30 WIB.
Dari maskapai Citilink, penerbangan CTV 739 rute SUB–CGK dengan STD 09.00 WIB dan CTV 350 rute SUB–UPG dengan STD 08.55 WIB turut terdampak.
Sementara dari Garuda Indonesia, penerbangan GIA 305 rute SUB–CGK dengan STD 07.05 WIB, GIA 323 dengan STD 08.20 WIB, GIA 303 dengan STD 10.15 WIB, GIA 327 dengan STD 11.10 WIB, serta GIA 317 dengan STD 14.35 WIB mengalami pembatalan.
Baca juga: Trafik Bandara Juanda Capai 721.293 Ribu Penumpang Selama Periode Libur Sekolah
Pembatalan juga terjadi pada Citilink CTV 719 rute SUB–CGK dengan STD 11.25 WIB, CTV 737 rute SUB–CGK dengan STD 14.00 WIB, CTV 177 rute SUB–HLP dengan STD 14.35 WIB, serta CTV 717 rute SUB–CGK dengan STD 17.15 WIB.
Dua penerbangan Pelita Air, yakni PAS 203 rute SUB–CGK dengan STD 10.45 WIB dan PAS 205 rute SUB–CGK dengan STD 13.25 WIB, juga mengalami pembatalan.
Selain penerbangan yang dibatalkan, terdapat dua penerbangan yang masih dalam status penyesuaian atau standby.
Keduanya merupakan penerbangan Lion Air. Untuk keberangkatan, Lion Air LNI 694 rute CGK–SUB dengan jadwal STD 10.35 WIB berstatus standby.
Sementara untuk kedatangan, Lion Air LNI 697 rute CGK–SUB dengan jadwal STD 11.05 WIB juga masih berstatus standby.
Status tersebut menunjukkan bahwa kondisi operasional penerbangan masih terus dipantau dan dapat mengalami perubahan sesuai perkembangan situasi serta keputusan operasional maskapai dan stakeholder terkait.
Di tengah penyesuaian operasional penerbangan tersebut, Bandara Internasional Juanda juga menyiapkan langkah pelayanan bagi para pengguna jasa yang terdampak.
Sebagai bentuk perhatian kepada penumpang, pihak bandara memberikan Service Recovery Activation berupa penyediaan makanan ringan dan minuman bagi penumpang yang mengalami penyesuaian perjalanan.
Selain penyediaan konsumsi, personel bandara juga disiagakan di sejumlah area terminal.
Personel Airport Security, Terminal Inspector, dan Customer Service ditempatkan untuk membantu memastikan pelayanan kepada penumpang terdampak tetap berjalan dengan baik.
Petugas juga memberikan informasi dan membantu memenuhi kebutuhan pengguna jasa selama berada di area terminal, khususnya bagi penumpang yang perjalanannya mengalami perubahan akibat kondisi operasional penerbangan.
Baca juga: Ibadah Haji Selesai, Bandara Juanda Kembali Layani Penerbangan Umroh
Bandara Internasional Juanda mengimbau seluruh pengguna jasa untuk terus memantau status penerbangannya secara berkala.
Penumpang diminta mendapatkan informasi melalui kanal resmi masing-masing maskapai sebelum menuju bandara maupun selama berada di area terminal.
Pengguna jasa juga dapat menghubungi Contact Center Angkasa Pura Indonesia melalui nomor 172untuk memperoleh informasi terkini terkait layanan dan operasional bandara.
Pihak bandara juga mengingatkan pengguna jasa untuk mengikuti informasi serta arahan yang diberikan oleh petugas selama berada di area terminal.
Muhammad Tohir menegaskan bahwa Bandara Internasional Juanda bersama seluruh stakeholder terkait akan terus melakukan pemantauan dan koordinasi untuk memastikan pelayanan kepada pengguna jasa tetap berjalan di tengah kondisi operasional yang dinamis.
“Bandara Internasional Juanda bersama seluruh stakeholder terkait berkomitmen untuk terus mengutamakan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pengguna jasa, serta memastikan pelayanan tetap diberikan secara optimal selama berlangsungnya penyesuaian operasional penerbangan,” ujarnya.
Pihak Bandara Internasional Juanda juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin timbul akibat penyesuaian penerbangan tersebut.
Bandara mengapresiasi pengertian dan kerja sama seluruh pengguna jasa selama proses penyesuaian operasional berlangsung.(Red)
Editor : Redaksi