Cahyo Siswo Utomo Dorong Warga Putat Jaya Perkuat Persatuan Bersama Generasi Muda

Reporter : Dani

abadinews.id, Surabaya — Anggota Komisi A dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Cahyo SIswo Utomo, ST, MH, menghadiri kegiatan jalan sehat yang digelar warga Rw.02 Kelurahan Putat Jaya, Surabaya. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.Minggu(6/9/26)


Kegiatan jalan sehat berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan. Warga dari berbagai kalangan turut ambil bagian, menjadikan kegiatan tersebut tidak hanya sebagai aktivitas olahraga, tetapi juga sebagai momentum untuk mempererat hubungan sosial dan semangat gotong royong di lingkungan masyarakat.


Dalam kesempatan tersebut, Cahyo menyampaikan bahwa peringatan kemerdekaan seharusnya tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Menurutnya, semangat kemerdekaan perlu diwujudkan melalui kepedulian masyarakat dalam menjaga persatuan, kesatuan, serta ikut berkontribusi dalam pembangunan.


Ia mengajak masyarakat untuk membangun Indonesia mulai dari lingkungan tempat tinggal masing-masing.


“Harapannya masyarakat semangat untuk kemudian menjaga persatuan, menjaga kesatuan, kemudian membangun negeri dimulai dari kampungnya sendiri,” ujar Cahyo.


Menurut dia, pembangunan bangsa dapat dimulai dari lingkungan yang paling dekat dengan masyarakat. Salah satunya melalui kegiatan-kegiatan yang mampu memperkuat kebersamaan warga di tingkat rukun warga (RW), seperti yang terlihat dalam kegiatan jalan sehat di RW 2 Kelurahan Putat Jaya.


Cahyo menilai lingkungan kampung memiliki peran penting dalam membangun karakter masyarakat yang peduli terhadap sesama. Ketika warga mampu menjaga kerukunan, saling membantu, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan, maka hal tersebut menjadi bagian dari kontribusi nyata dalam menjaga keutuhan bangsa.


“Bisa berawal salah satunya di RW 2 Kelurahan Putat Jaya ini,” katanya.


Ia berharap semangat kebersamaan yang tumbuh dalam rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81 dapat terus dijaga dan tidak hanya muncul ketika perayaan kemerdekaan berlangsung. Menurutnya, semangat tersebut harus menjadi energi bersama untuk menghadapi berbagai tantangan pembangunan ke depan.


Cahyo juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama mewujudkan cita-cita Indonesia sebagaimana semangat yang diusung dalam peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, yakni mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.


“Ke depan kita berharap betul-betul Indonesia sesuai dengan tema Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI yang ke-81 ini, yaitu Indonesia yang berdaulat, adil dan makmur,” tuturnya.


Untuk mencapai cita-cita tersebut, menurut Cahyo, diperlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat, sementara masyarakat juga membutuhkan kolaborasi dan kebijakan yang mampu mendorong pembangunan secara berkelanjutan.


Karena itu, ia menekankan pentingnya semangat gotong royong sebagai kekuatan masyarakat Indonesia. Gotong royong, kata dia, bukan hanya diwujudkan dalam kegiatan sosial, tetapi juga dalam bentuk kepedulian terhadap lingkungan, menjaga keamanan, merawat fasilitas umum, serta menciptakan suasana yang kondusif di tengah masyarakat.


“Mari kita bersama-sama bergotong royong, bersama-sama menjaga, bersama-sama merawat kemerdekaan ini dengan membangun dan menjaga negeri ini, dimulai dari menjaga kampung kita,” ajaknya.

 

Selain mengajak masyarakat secara umum, Cahyo secara khusus memberikan perhatian kepada generasi muda. Menurutnya, anak-anak muda memiliki posisi strategis karena mereka merupakan calon pemimpin bangsa di masa depan.


Ia mendorong generasi muda agar sejak dini memiliki kesadaran untuk mengambil bagian dalam proses pembangunan. Peran tersebut tidak harus dimulai dari sesuatu yang besar, tetapi dapat dilakukan melalui hal-hal sederhana yang sesuai dengan kemampuan dan tanggung jawab masing-masing.


“Teman-teman generasi muda kita ketahui bersama bahwa generasi muda adalah pemimpin bangsa,” katanya.


Menurut Cahyo, generasi muda perlu dibiasakan untuk memiliki rasa tanggung jawab, baik terhadap diri sendiri, keluarga, masyarakat, maupun bangsa dan negara. Dengan tanggung jawab tersebut, anak muda diharapkan mampu menjadi generasi yang produktif dan memberikan kontribusi positif.


Ia mengatakan, ketika generasi muda telah memiliki kemampuan untuk bertanggung jawab, mereka harus mulai didorong untuk ikut serta menjaga dan membangun negeri.


“Mulai dini, mulai awal ketika mereka sudah bisa bertanggung jawab untuk kemudian ikut serta dalam menjaga dan membangun negeri ini,” ujarnya.


Cahyo juga mendorong anak-anak muda agar mengisi kemerdekaan melalui karya dan pembangunan. Menurutnya, kemerdekaan yang telah diperjuangkan oleh para pendahulu harus dilanjutkan dengan kerja nyata generasi penerus.


Salah satu bentuknya adalah dengan meningkatkan kapasitas diri melalui pendidikan, keterampilan, kreativitas, kegiatan sosial, maupun berbagai aktivitas produktif lainnya.


“Bagaimana mereka bisa mengisi pembangunan, bagaimana mereka bisa berkarya untuk kepentingan diri sendiri, untuk kepentingan keluarga, terutama untuk kepentingan negeri, kepentingan bangsa ini,” jelasnya.


Ia berharap generasi muda tidak hanya menjadi penonton dalam proses pembangunan, tetapi tampil sebagai pelaku yang mampu memberikan gagasan, inovasi, serta karya bagi masyarakat.


Semangat tersebut, menurut Cahyo, penting untuk terus ditanamkan di tingkat keluarga dan lingkungan kampung. Lingkungan masyarakat menjadi tempat pertama bagi generasi muda untuk belajar mengenai tanggung jawab, kepedulian, persatuan, serta semangat gotong royong.


Dengan keterlibatan masyarakat dan generasi muda secara bersama-sama, Cahyo optimistis pembangunan Indonesia dapat dimulai dari tingkat paling bawah dan kemudian memberikan dampak yang lebih luas.


“Dan kemudian bisa membuat Indonesia adil dan makmur,” pungkasnya.


Kegiatan jalan sehat di Kelurahan Putat Jaya pun diharapkan tidak sekadar menjadi ajang olahraga dan perayaan HUT Kemerdekaan RI. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat silaturahmi, menjaga persatuan warga, serta menumbuhkan kesadaran bahwa kemerdekaan harus diisi dengan kerja nyata.


Dari lingkungan kampung, semangat menjaga persatuan dan kesatuan diharapkan terus tumbuh. Dengan masyarakat yang rukun, generasi muda yang produktif, serta budaya gotong royong yang tetap terjaga, cita-cita mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur dapat terus diperjuangkan bersama.(Red)

 

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru