abadinews.id, Surabaya - Tim Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Surabaya turun langsung ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk melakukan penelusuran lebih lanjut terkait peristiwa keracunan pangan yang terjadi di wilayah Pondok Pesantren Manba’ul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur ,Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya investigasi untuk menggali informasi secara menyeluruh sekaligus memastikan faktor penyebab kejadian.Rabu(9/9/26)
Baca juga: BBPOM Surabaya Perkuat Keamanan MBG, Lindungi Sekitar 480 Penerima Manfaat melalui Kader Posyandu
Dalam proses penelusuran tersebut, BBPOM Surabaya berkolaborasi dengan dinas dan instansi terkait. Sinergi lintas sektor dinilai penting untuk memperoleh gambaran yang utuh mengenai rangkaian proses, mulai dari pengadaan bahan pangan, pengolahan, penyimpanan, hingga makanan didistribusikan kepada penerima manfaat.
Tim BBPOM Surabaya melakukan pengumpulan informasi dan data di lapangan sebagai bahan untuk menetapkan penyebab terjadinya dugaan keracunan pangan. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh dengan memperhatikan berbagai aspek yang berpotensi menjadi faktor penyebab.
Langkah investigasi ini tidak hanya diarahkan untuk mengetahui sumber permasalahan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi di kemudian hari.
Kepala BBPOM di Surabaya, Yudi Noviandi, M. Sc. Tech., Apt.menegaskan bahwa pihaknya terus melakukan koordinasi dengan pemangku kepentingan terkait dalam menangani peristiwa tersebut.
“Saat ini Tim BBPOM Surabaya turun ke SPPG, berkolaborasi dengan dinas terkait untuk menggali informasi lebih lengkap, guna menetapkan penyebab peristiwa keracunan pangan yang terjadi, agar kejadian serupa tidak kembali terjadi,” ujar Yudi Noviandi.
Menurutnya, penelusuran di lapangan menjadi langkah penting untuk memastikan setiap tahapan yang berkaitan dengan keamanan pangan dapat dievaluasi. Hasil investigasi nantinya diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai penyebab kejadian sekaligus menjadi dasar dalam menentukan langkah tindak lanjut.
Baca juga: Jaga Pangan, Jaga Generasi: 50 Sampel Pangan Sekolah di Gresik Memenuhi Syarat
Keamanan pangan menjadi salah satu aspek penting dalam pelaksanaan program pemenuhan gizi. Karena itu, pengawasan terhadap proses pengolahan dan penyediaan makanan perlu dilakukan secara konsisten, termasuk memastikan penerapan prinsip higiene dan sanitasi serta pengelolaan pangan yang sesuai ketentuan.
Kolaborasi antara BBPOM Surabaya dengan pemerintah daerah dan dinas terkait juga menjadi bagian dari upaya memperkuat pengawasan di lapangan. Dengan keterlibatan berbagai pihak, proses investigasi diharapkan dapat berjalan secara komprehensif dan menghasilkan rekomendasi perbaikan yang tepat.
BBPOM Surabaya memastikan proses penelusuran terus dilakukan berdasarkan data dan temuan di lapangan. Setiap informasi yang diperoleh akan menjadi bahan evaluasi untuk menentukan langkah penanganan dan pencegahan selanjutnya.
Baca juga: Dari ToT ke KIE Mandiri, Sembilan Sekolah di Surabaya Jadi Penggerak Keamanan Pangan Dukung MBG
Peristiwa ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat penerapan standar keamanan pangan di lingkungan SPPG. Evaluasi menyeluruh diharapkan dapat mencegah terulangnya kejadian serupa serta memberikan jaminan bahwa makanan yang disiapkan dan disalurkan kepada masyarakat memenuhi aspek keamanan dan mutu pangan.
BBPOM Surabaya bersama dinas dan instansi terkait akan terus melakukan koordinasi hingga proses investigasi memperoleh hasil yang dapat dipertanggungjawabkan. Upaya tersebut dilakukan demi memastikan keamanan pangan tetap menjadi prioritas dalam setiap pelaksanaan pelayanan pemenuhan gizi kepada masyarakat.(Red)
Editor : Redaksi