abadinews.id, Surabaya – Peringatan Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) ke-33 di Provinsi Jawa Timur tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan. Di bawah kepemimpinan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, Shodiqin, momentum HARGANAS diwujudkan melalui aksi nyata yang menyentuh langsung masyarakat dengan mengusung tema "Ayah Wajib Hadir".
Baca juga: HIV/AIDS di Indonesia: Epidemi yang Mengancam Bonus Demografi
Rangkaian kegiatan yang dipusatkan di Kecamatan Bulak, Kota Surabaya, Minggu (28/6/2026), menghadirkan berbagai program strategis mulai dari percepatan penurunan stunting, penguatan ketahanan keluarga, pelayanan kesehatan, pemberdayaan ekonomi keluarga, hingga penguatan peran ayah dalam pengasuhan anak.
Kegiatan diawali pukul 08.00 WIB dari Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur menuju Kenjeran Park sebagai titik kumpul. Selanjutnya, rombongan bersama para Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) melakukan kunjungan menggunakan sepeda motor ke rumah Keluarga Risiko Stunting (KRS) di kawasan Sukolilo Larangan, Kecamatan Bulak.
Dalam kunjungan tersebut, Shodiqin bersama jajaran menyerahkan bantuan melalui Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) yang berasal dari Orang Tua Asuh (OTA). Program ini diharapkan mampu membantu pemenuhan kebutuhan dasar keluarga sekaligus mempercepat upaya pencegahan stunting di Jawa Timur.
Tak hanya memberikan bantuan, BKKBN juga melakukan pendampingan intensif melalui pendekatan "1 Penyuluh KB 1 Keluarga". Pendampingan ini mencakup edukasi mengenai pemenuhan gizi, pola asuh, kesehatan reproduksi, hingga pencegahan stunting sejak masa kehamilan sampai anak memasuki usia emas pertumbuhan.
"Pendampingan ini penting agar perubahan yang diharapkan tidak bersifat sesaat, melainkan mampu membangun kesadaran keluarga untuk menerapkan pola hidup sehat dan pengasuhan yang tepat," ujar Shodiqin.
Usai melakukan kunjungan lapangan, rombongan melanjutkan kegiatan ke kawasan Taman Hiburan Pantai (THP) Kenjeran untuk meninjau Booth Gelar Dagang Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA).
Berbagai produk hasil karya keluarga binaan dipamerkan sebagai bukti bahwa keluarga dapat menjadi pelaku ekonomi produktif apabila memperoleh pembinaan secara berkelanjutan.
Baca juga: Kemendukbangga/BKKBN Dorong Kolaborasi Nasional Solidaritas GENTING “Tumbuh Tanpa Batas
Menurut Shodiqin, ketahanan ekonomi keluarga memiliki keterkaitan erat dengan kemampuan keluarga dalam memenuhi kebutuhan gizi, pendidikan, kesehatan, serta kesejahteraan seluruh anggota keluarga.
Dalam sambutannya pada kegiatan "Sapa Warga Kampung Nelayan", Shodiqin menegaskan bahwa tema HARGANAS ke-33, yakni "Ayah Wajib Hadir", dipilih karena masih rendahnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak.
"Berdasarkan hasil survei, kehadiran ayah dalam keluarga masih sangat rendah, baru sekitar 25 persen. Padahal kehadiran ayah sangat penting, bukan hanya secara fisik tetapi juga secara psikologis," katanya.
Ia menjelaskan, kehadiran ayah sangat dibutuhkan sejak masa kehamilan hingga tumbuh kembang anak. Ayah berperan sebagai teladan, pelindung, sekaligus pendamping bagi anak dan istri.
Baca juga: BKKBN dan Menko PMK Beri Penghargaan Polres Ngawi Bangga Kencana 2023
"Ketika istri sedang hamil, ayah harus memastikan kebutuhan gizi dan kesehatannya terpenuhi agar risiko stunting dapat dicegah. Setelah anak lahir, ayah juga harus terlibat dalam pemantauan tumbuh kembang anak, termasuk memastikan imunisasi berjalan sesuai jadwal," ungkapnya.
Shodiqin juga mengapresiasi para nelayan di wilayah Kenjeran yang dinilai memiliki kepedulian tinggi terhadap pendidikan dan kesejahteraan keluarga.
"Saya melihat banyak keluarga nelayan yang berhasil menyekolahkan anak-anaknya hingga perguruan tinggi. Ini menunjukkan peran ayah dalam keluarga sudah berjalan dengan sangat baik," ujarnya.(Red)
Editor : Redaksi