Piala Wali Kota Catur Surabaya 2026 Jadi Magnet Pecatur Muda, Peserta Tembus 1.000 Orang

Reporter : Dani

abadinews.id,SURABAYA – Catur Piala Wali Kota Surabaya 2026 sukses menyedot antusiasme luar biasa dari kalangan pelajar dan pecatur daerah. Lebih dari 1.000 peserta ambil bagian dalam ajang yang berlangsung di Balai Pemuda Surabaya pada 22–25 Juni 2026. Kegiatan yang menjadi rangkaian perayaan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733 ini dirancang sebagai wadah pencarian dan pembinaan talenta-talenta muda catur, dengan memberikan kesempatan gratis bagi siswa SD dan SMP se-Kota Surabaya untuk berkompetisi.

 

Baca juga: Antusiasme Membludak,Turnamen Catur Cap Kapal Checkmate Diikuti Lebih dari 250 Pecatur Junior

Ketua Pelaksana yang ditunjuk KONI Kota Surabaya, Hesnud Daulah, M.Psikolog, menjelaskan bahwa babak penyisihan dibagi dalam tiga hari untuk mengakomodasi peserta dari 31 kecamatan. Setiap kecamatan mengirimkan perwakilan pelajar di tiga kategori, yaitu SD kelas 1-3, SD kelas 4-6, dan SMP.

"Konsepnya adalah di tanggal 22 itu ada 10 kecamatan yang bertanding, tanggal 23 ada 10 kecamatan berbeda, dan Rabu 24 Juni ada 11 kecamatan dengan total atlet 600 peserta. Juara per kategori dari tiap kecamatan akan bertarung di grand final pada Kamis, 25 Juni," ujar Hesnud Daulah.

 

Setelah babak pelajar tuntas, rangkaian festival berlanjut pada 27-28 Juni 2026 di Ballroom Choice City Hotel BG Junction Mall. Segmen ini mempertemukan hampir 500 pecatur profesional dan master internasional dalam turnamen terbuka yang terdaftar di Federasi Catur Internasional (FIDE). Secara keseluruhan, total peserta menembus angka seribu lebih.

 

Mantan Ketua Percasi Surabaya sekaligus anggota DPRD Kota Surabaya, Budi Leksono, mengapresiasi tingginya partisipasi peserta. Ia menyebut sekitar 70 persen pendaftar berasal dari kalangan pemula yang menunjukkan gairah besar terhadap olahraga catur.

Baca juga: Surabaya Kembali Jadi Pusat Catur Internasional Cap Kapal Checkmate FIDE Rated International Chess

"Kalau dulu ada kekosongan, sekarang antusiasnya luar biasa. Ini ada greget, ada kemauan yang sangat besar dari anak-anak sekolah. Catur ini olahraga yang mencerdaskan, murah, tetapi tetap menuntut prestasi. Kami mencari bibit-bibit baru karena Surabaya ini barometernya catur Jawa Timur," kata Budi Leksono.

 

Kepala Bidang Olahraga Disbudporapar Kota Surabaya, Indriatno Heryawan, turut hadir dan memberikan motivasi langsung kepada para peserta. Ia menekankan pentingnya menjunjung sportivitas sepanjang pertandingan.

"Kami mengapresiasi keikutsertaan adik-adik. Selamat berkompetisi, raih prestasi. Yang menang jangan jumawa, yang kalah jangan menyerah. Terus semangat hingga ke tingkat nasional, syukur-syukur internasional," ujar Indriatno.

Baca juga: Buka Turnamen Catur Antar Pesantren se-Madura, Ketua DPD RI Ulas Sejarah Islam

 

Panitia memastikan ajang ini tidak bersifat seremonial semata. Budi Leksono menegaskan bahwa peserta dengan potensi terbaik akan dikumpulkan dalam pemusatan latihan intensif sebagai persiapan menuju kompetisi yang lebih tinggi. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen pembinaan berkelanjutan agar Kota Surabaya tidak kehilangan atlet-atlet potensial.

 

Melalui festival ini, Surabaya tidak hanya menggelar kompetisi, tetapi juga membangun fondasi regenerasi atlet catur yang berkesinambungan. Para peserta terbaik akan mendapatkan pembinaan lanjutan untuk meningkatkan kemampuan dan kesiapan menghadapi kejuaraan tingkat regional hingga nasional. Dengan pembibitan yang terarah, diharapkan lahir generasi pecatur baru yang mampu mempertahankan reputasi Surabaya sebagai salah satu pusat kekuatan catur di Jawa Timur maupun Indonesia.(Red)

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru