Empat Parpol di Sidoarjo Sepakat Kawal Pemerintahan, Fokus Atasi Banjir hingga Pengangguran

Reporter : Dani

abadinews.id, Sidoarjo - Di tengah belum mendesaknya pembahasan Pemilu 2029, empat partai politik di Sidoarjo memilih mengarahkan komunikasi politik pada persoalan daerah. Gerindra, PDI Perjuangan, Golkar, dan Demokrat sepakat mengawal jalannya pemerintahan sekaligus mendorong penyelesaian persoalan banjir, kemacetan, sampah, dan pengangguran.

 

 

‎Kesamaan pandangan tersebut mengemuka dalam pertemuan silaturahmi pimpinan partai politik di kantor DPC PDI Perjuangan Sidoarjo, Rabu (28/10/2026).

 

Kegiatan yang diinisitif oleh nisiatif DPC Partai Gerindra Kabupaten Sidoarjo sebagai upaya mempererat tali silaturahmi dan membangun komunikasi politik yang lebih intens antar partai politik.

 

Kegiatan tersebut dipimpin langsung Ketua DPC Partai Gerindra Sidoarjo, Hj. Mimik Idayana, S.AP., bersama tiga pimpinan parpol yakni Ketua DPD Partai Golkar Sidoarjo Adam Rusydi, Ketua DPC PDIP Sidoarjo Hari Yulianto dan Bendahara DPC Partai Demokrat Sidoarjo Adit serta para kader empat parpol. 

 

Kegiatan tersebut dipimpin langsung Ketua DPC Partai Gerindra Sidoarjo, Hj. Mimik Idayana, S.AP., bersama tiga pimpinan parpol yakni Ketua DPD Partai Golkar Sidoarjo Adam Rusydi, Ketua DPC PDIP Sidoarjo Hari Yulianto dan Bendahara DPC Partai Demokrat Sidoarjo Adit serta para kader empat parpol. 

 

‎Ketua DPC PDI Perjuangan Sidoarjo, Hari Yulianto, menegaskan bahwa ukuran keberhasilan politik seharusnya dilihat dari manfaatnya bagi masyarakat. Karena itu, menurutnya, energi partai politik lebih baik diarahkan untuk memperjuangkan kesejahteraan warga daripada terlalu dini membicarakan kepentingan politik pada kontestasi berikutnya.

 

‎Ketua DPC PDI Perjuangan Sidoarjo, Hari Yulianto, menegaskan bahwa ukuran keberhasilan politik seharusnya dilihat dari manfaatnya bagi masyarakat. Karena itu, menurutnya, energi partai politik lebih baik diarahkan untuk memperjuangkan kesejahteraan warga daripada terlalu dini membicarakan kepentingan politik pada kontestasi berikutnya.

 

Usai pertemuan, perwakilan Gerindra, PDI Perjuangan, Golkar, dan Demokrat mengaku menghasilkan kesepahaman lisan di antara empat partai parlemen untuk bersama-sama mengawal jalannya pemerintahan dan pembangunan di Sidoarjo.

 

Mereka juga sepakat menjaga komunikasi politik agar pembangunan di Kabupaten Sidoarjo dapat berjalan dengan baik, sekaligus mempertahankan situasi daerah yang kondusif.

 

Ketua DPC Partai Gerindra Sidoarjo, Hj. Mimik Idayana, mengatakan bahwa kunjungan tersebut merupakan inisiatif Gerindra untuk menjalin silaturahmi sekaligus memperkuat komunikasi antarpimpinan partai politik di Kabupaten Sidoarjo.

 

Menurut Mimik, pertemuan itu menjadi momentum untuk kembali membangun komunikasi setelah partai-partai tersebut bersama-sama menjalin koalisi pada Pilkada Sidoarjo hingga proses pelantikan kepala daerah terpilih.

 

 

“Sejak kita membangun koalisi saat Pilkada hingga setelah pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo terpilih, baru kali ini kita datang untuk bersilaturahmi. Sebelumnya terkendala waktu, kita disini sepakat mengawal visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati untuk Sidoarjo Baik, setelah ini kita akan ajak bicara partai lain, ” ujar Hj Mimik yang juga Wakil Bupati Sidoarjo.

 

Mimik menegaskan, komunikasi politik di tingkat daerah perlu terus dijaga agar berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat Sidoarjo dapat dibahas dan dicarikan solusi secara bersama-sama.

 

 

“Khusus untuk Sidoarjo, kita ingin semuanya menjadi lebih baik. Pertemuan ini tidak ada hubungannya dengan dinamika politik nasional. Kita ingin mencari solusi bersama untuk kepentingan dan kebaikan masyarakat Sidoarjo,” tegasnya.

 

 

‎Sementara itu, Ketua DPD Golkar Sidoarjo, Adam Rusydi, menilai pembicaraan mengenai Pemilu 2029 belum menjadi hal yang mendesak. Ia berpandangan, partai politik semestinya lebih dahulu memastikan persoalan masyarakat mendapat perhatian yang memadai.

 

‎“Jangan sampai masyarakat hanya menjadi bahan pembicaraan ketika mendekati pemilu. Justru sekarang, ketika tahapan kontestasi belum menjadi fokus, partai politik harus hadir mengawal kebijakan dan mendorong solusi atas persoalan yang dirasakan warga,” kata Adam.

 

‎Adam menambahkan, pengawasan terhadap pemerintah daerah merupakan bagian penting dari tanggung jawab politik. Gerindra, sebagai partai pengusung utama pasangan Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo, juga diharapkan ikut memastikan visi dan misi kepala daerah terlaksana secara optimal.

 

‎Menariknya, pertemuan empat partai politik tersebut tidak ditutup dengan penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU). Para pimpinan partai memilih mengedepankan komitmen bersama tanpa harus menuangkannya dalam kesepakatan tertulis.

 

 

‎“Bagi kami, yang paling penting bukan selembar kesepakatan, melainkan kesungguhan untuk menjalankan komitmen. Tidak perlu MoU tertulis, karena MoU-nya dari hati ke hati. Tujuan kita sama, bagaimana Sidoarjo menjadi lebih baik dan masyarakatnya semakin sejahtera,” pungkas Adam.

 

Ketua DPC PDIP Sidoarjo, Hari Yulianto, menambahkan bahwa pertemuan dengan tiga partai parlemen di DPRD Sidoarjo menjadi ruang untuk membicarakan sejumlah persoalan yang dihadapi masyarakat dan pemerintah daerah.

 

Beberapa isu yang dibahas antara lain penanganan banjir, pengangguran, serta berbagai persoalan lain yang membutuhkan perhatian bersama.

 

“Pembahasan di forum tadi menunjukkan bahwa komunikasi antara partai tidak hanya menyangkut hubungan kelembagaan, tetapi juga membuka ruang dialog mengenai tantangan pembangunan yang dihadapi Kabupaten Sidoarjo,” terang anggota Komisi E DPRD Jatim itu.(Red)

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru