abadinews.id, Surabaya – PT Terminal Teluk Lamong (TTL), anak perusahaan PT Pelindo Terminal Petikemas, kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional dengan meraih dua penghargaan dalam ajang Global Ports Forum (GPF) Awards 2026 yang diselenggarakan di Pullman Singapore Orchard, Singapura, pada 14 Oktober 2026.
Baca juga: Lima Tahun Bersatu Bersama Pelindo,Inovasi Terminal Teluk Lamong Kembali Raih Penghargaan Nasional
Dua penghargaan tersebut adalah Port/Terminal of the Year – South East Asia 2026 yang diberikan kepada PT Terminal Teluk Lamong serta Port/Terminal Visionary of the Year 2026 yang diterima oleh Direktur Utama TTL, David P. Sirait.
Penghargaan tersebut menjadi bentuk pengakuan internasional terhadap transformasi TTL dalam meningkatkan kinerja operasional, memperkuat daya saing, mengembangkan inovasi layanan, serta membangun terminal petikemas yang semakin modern, ramah lingkungan, dan berorientasi pada kebutuhan pelanggan.
Kedua penghargaan diserahkan langsung oleh Executive Chairman of the Global Ports Forum, Thomas Ng, dan diterima oleh David P. Sirait yang hadir bersama jajaran manajemen dan perwakilan TTL.
“Penghargaan ini merupakan apresiasi sekaligus motivasi luar biasa bagi kami untuk terus meningkatkan daya saing di tingkat global. Pencapaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh insan TTL, kepercayaan pelanggan, serta dukungan dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan,” ujar David.
Transformasi Operasional Menjadi Fondasi Pengakuan Internasional
Dalam lima tahun perjalanan pascamerger Pelindo, TTL terus memperkuat transformasi bisnis dan operasional melalui integrasi terminal, peningkatan produktivitas, digitalisasi proses pelayanan, serta pengembangan layanan yang berorientasi pada pelanggan.
Saat ini TTL mengelola tiga terminal petikemas dalam satu kesatuan operasional, yaitu TPK Teluk Lamong, TPK Nilam, dan TPK Berlian. Integrasi ketiga terminal tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk meningkatkan kapasitas pelayanan, memperkuat konektivitas logistik, dan mengoptimalkan pemanfaatan aset kepelabuhanan di kawasan Surabaya.
Transformasi tersebut tercermin dalam capaian kinerja TTL Group. Hingga Agustus 2026, arus petikemas mencapai 2.027.914 TEUs, tumbuh 12,38 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, arus petikemas internasional mencapai 389.682 TEUs, meningkat 78,69 persen secara tahunan.
Pertumbuhan tersebut didukung oleh penguatan layanan, penambahan sejumlah layanan pelayaran baru, serta berbagai inovasi operasional untuk meningkatkan efisiensi dan memberikan kepastian pelayanan kepada pengguna jasa.
Di antaranya adalah implementasi Terminal Booking System (TBS), pengembangan sistem pelayanan kapal EAZI, penguatan perencanaan dan pengendalian operasional secara terintegrasi, serta berbagai inisiatif percepatan pelayanan kapal dan petikemas.
Inovasi-inovasi tersebut diarahkan untuk mempercepat waktu pelayanan, mengurangi waktu tunggu, meningkatkan produktivitas terminal, serta menghadirkan layanan yang semakin andal dan kompetitif.
Selain meningkatkan kinerja operasional, TTL terus memperkuat komitmen pengembangan terminal yang mengedepankan pemanfaatan teknologi dan keberlanjutan lingkungan.
Baca juga: Inovasi TJSL,PT.Terminal Teluk Lamong Luncurkan Program "Lamong Cukur"
Sebagai salah satu pelopor terminal petikemas semiotomatis di Indonesia, TPK Teluk Lamong telah mengimplementasikan berbagai teknologi modern, termasuk Automated Stacking Crane (ASC), Automated Gate System, serta pemanfaatan teknologi Optical Character Recognition (OCR) untuk mendukung akurasi dan efisiensi proses operasional.
Dari sisi lingkungan, perusahaan terus mengembangkan inisiatif green port melalui elektrifikasi peralatan, pemanfaatan energi yang lebih ramah lingkungan, pengembangan fasilitas shore power, serta penguatan pengelolaan lingkungan dalam aktivitas operasional terminal.
Komitmen tersebut juga diperluas melalui modernisasi peralatan pada terminal-terminal yang dikelola TTL, termasuk penambahan electric Rubber Tyred Gantry (E-RTG) di TPK Nilam.
Melalui pendekatan tersebut, TTL berupaya memastikan bahwa peningkatan produktivitas dan pertumbuhan bisnis berjalan seiring dengan efisiensi energi, keselamatan kerja, dan keberlanjutan lingkungan.
Bertumbuh Bersama Pelanggan, Pemangku Kepentingan, dan Masyarakat
David menegaskan bahwa keberhasilan perusahaan tidak dapat dilepaskan dari hubungan yang kuat dengan para pelanggan, regulator, mitra kerja, dan seluruh pemangku kepentingan.
Bagi TTL, keunggulan terminal tidak semata-mata diukur dari besarnya volume petikemas maupun kecanggihan teknologi, tetapi juga dari kemampuan memberikan pelayanan yang konsisten, menciptakan nilai tambah bagi pelanggan, serta membangun hubungan kerja sama yang berkelanjutan.
“Penghargaan ini merupakan refleksi dari kerja sama tim, kepercayaan pelanggan, dan dukungan kuat seluruh stakeholder. Kami meyakini bahwa keberhasilan sebuah terminal dibangun melalui kolaborasi, inovasi, serta komitmen untuk terus memberikan pelayanan yang lebih baik,” ungkap David.
Sejalan dengan hal tersebut, TTL juga berkomitmen memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat sekitar melalui berbagai program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Baca juga: Terminal Teluk Lamong Dan KSOP Utama Tanjung Perak Perkuat Kolaborasi,Tingkatan Pelayanan Kapal
Program-program pemberdayaan masyarakat, peningkatan keterampilan, pengembangan usaha lokal, serta kepedulian terhadap lingkungan menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk menciptakan pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.
Komitmen ini menegaskan bahwa transformasi TTL tidak hanya diarahkan pada peningkatan kinerja bisnis, tetapi juga pada penciptaan nilai jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat.
Penghargaan Menjadi Motivasi untuk Terus Bertransformasi
Global Ports Forum Awards merupakan ajang penghargaan internasional yang memberikan apresiasi kepada perusahaan, operator terminal, dan para profesional industri kepelabuhanan atas kontribusi dalam pengembangan layanan, inovasi, kepemimpinan, dan keberlanjutan sektor maritim.
Bagi TTL, dua penghargaan yang diterima pada tahun 2026 semakin memperkuat komitmen perusahaan untuk melanjutkan transformasi sebagai bagian dari Pelindo Group.
Ke depan, TTL akan terus berfokus pada peningkatan operational excellence, pengembangan layanan berbasis teknologi, penguatan kolaborasi dengan pelanggan, serta penerapan prinsip keberlanjutan dalam setiap proses bisnis.
David menegaskan bahwa penghargaan internasional bukanlah tujuan akhir, melainkan pengingat untuk terus memperbaiki diri dan menghadirkan nilai tambah yang lebih besar bagi industri logistik nasional.
“Excellence is not a destination, it is a journey.”
Semangat tersebut menjadi landasan TTL untuk terus bergerak maju, menghadirkan layanan terminal petikemas yang semakin green, smart, efficient, and customer-oriented, sekaligus berkontribusi terhadap peningkatan daya saing logistik Indonesia di tingkat global.(Red)
Editor : Redaksi