abadinews.id, Surabaya – Dr. H. Kudhori Muhammad, M.Pd.I., yang akrab disapa Gus Khudori, terpilih sebagai Ketua Umum Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PORDASI) Berkuda Memanah (PBM) Kota Surabaya periode 2026–2030. Ia terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Kota (Muskot) Pengurus Cabang PORDASI Berkuda Memanah Kota Surabaya.
Muskot tersebut diselenggarakan di ruang aula Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Surabaya pada 14 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi konsolidasi organisasi sekaligus penguatan komitmen dalam mengembangkan olahraga berkuda memanah di Kota Pahlawan.
Musyawarah berlangsung dengan dihadiri tiga klub yang memiliki hak suara sah. Turut hadir perwakilan KONI Kota Surabaya serta utusan Pengurus Provinsi (Pengprov) PORDASI Berkuda Memanah Jawa Timur.
Melalui proses musyawarah yang berlangsung secara aklamasi, Gus Khudori memperoleh kepercayaan untuk memimpin organisasi tersebut selama empat tahun ke depan. Kepercayaan ini diharapkan menjadi langkah baru dalam memperkuat pembinaan atlet, meningkatkan kualitas organisasi, serta mendorong prestasi olahraga berkuda memanah Surabaya di tingkat regional, nasional, hingga internasional.
Terpilihnya Gus Khudori juga menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi PORDASI Berkuda Memanah sebagai salah satu cabang olahraga yang memiliki potensi untuk menyumbangkan prestasi bagi Kota Surabaya.
Dalam sambutannya, Gus Khudori menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas antusiasme seluruh peserta musyawarah, klub anggota PORDASI Berkuda Memanah Kota Surabaya, serta dukungan dari Pengprov PORDASI Berkuda Memanah Jawa Timur.
Menurutnya, pelaksanaan Muskot bukan sekadar agenda pergantian kepemimpinan organisasi, melainkan juga menjadi bukti komitmen bersama untuk terus mengembangkan olahraga berkuda memanah di Kota Surabaya.
Ia menegaskan bahwa kepengurusan baru harus mampu menerjemahkan kepercayaan yang diberikan menjadi kerja nyata, terutama dalam meningkatkan pembinaan atlet dan mempersiapkan mereka menghadapi berbagai kejuaraan.
“Muskot ini adalah bukti komitmen kita untuk terus mengembangkan olahraga berkuda dan memanah di Kota Surabaya. Dengan semangat yang tinggi, kami yakin PORPROV IX Jatim 2027 di Surabaya minimal kami targetkan tiga emas untuk Kota Surabaya,” ujar Gus Khudori.
Target tersebut menjadi tantangan sekaligus motivasi bagi seluruh jajaran pengurus, pelatih, klub, dan atlet untuk mempersiapkan diri secara maksimal.
Gus Khudori optimistis target tiga medali emas dapat diperjuangkan melalui pembinaan yang terarah, peningkatan kemampuan atlet, serta penguatan koordinasi di antara seluruh unsur organisasi.
Ia juga menilai Surabaya memiliki atlet-atlet berprestasi yang mampu bersaing di berbagai level kompetisi. Potensi tersebut perlu dikelola secara berkelanjutan agar dapat memberikan kontribusi nyata bagi pencapaian prestasi olahraga daerah.
“Kami memiliki atlet-atlet berprestasi yang tidak hanya berkompetisi di level daerah, tetapi juga nasional, bahkan internasional,” ungkapnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan bahwa pengembangan PORDASI Berkuda Memanah Surabaya tidak hanya berorientasi pada keikutsertaan dalam kompetisi, tetapi juga pada upaya membangun prestasi yang konsisten dan berkelanjutan.
Dengan persiapan yang matang, PBM Surabaya diharapkan mampu menghadirkan atlet-atlet yang kompetitif dan siap memperkuat kontingen Kota Surabaya dalam Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) IX Jawa Timur 2027.
Bagi Gus Khudori, amanah sebagai ketua umum terpilih merupakan tanggung jawab besar yang harus dijalankan melalui kerja sama seluruh elemen organisasi.
Keberhasilan sebuah cabang olahraga tidak hanya ditentukan oleh kemampuan atlet di arena pertandingan. Dukungan organisasi yang solid, pembinaan yang terencana, ketersediaan sarana latihan, serta sinergi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan olahraga juga menjadi faktor penting dalam membangun prestasi.
Karena itu, kepengurusan PBM Kota Surabaya periode 2026–2030 diharapkan dapat memperkuat komunikasi dengan klub-klub anggota, mendorong regenerasi atlet, serta menciptakan lingkungan pembinaan yang mampu melahirkan atlet-atlet potensial.
Keterlibatan tiga klub pemilik suara sah dalam Muskot juga menjadi bagian penting dari legitimasi kepemimpinan organisasi. Sinergi antarklub diperlukan agar program kerja yang disusun dapat berjalan selaras dan memberikan manfaat bagi perkembangan olahraga berkuda memanah di Surabaya.
Selain itu, dukungan Pengprov PORDASI Berkuda Memanah Jawa Timur diharapkan dapat memperkuat koordinasi pembinaan dan membuka peluang lebih luas bagi atlet Surabaya untuk mengikuti kompetisi di berbagai tingkatan.
Gus Khudori pun menyampaikan terima kasih kepada Ketua Umum KONI Kota Surabaya beserta jajaran yang telah memberikan fasilitas dan dukungan kepada PORDASI Berkuda Memanah.
Menurutnya, dukungan tersebut menjadi modal penting bagi organisasi untuk terus berkembang dan meningkatkan kontribusinya terhadap kemajuan olahraga di Kota Surabaya.
Ia berharap kolaborasi yang telah terjalin dapat terus dipertahankan, sehingga PBM Surabaya memiliki ruang yang lebih luas untuk melakukan pembinaan, menyiapkan atlet, serta mengembangkan program-program yang berorientasi pada prestasi.
Sementara itu, dalam sambutan penutupan Muskot, Samsurin selaku Ketua Bidang Organisasi KONI Kota Surabaya menyampaikan pesan mengenai pentingnya komitmen organisasi olahraga dalam mendukung prestasi Kota Surabaya.
Ia menegaskan bahwa KONI Kota Surabaya memiliki komitmen untuk mendukung seluruh cabang olahraga yang berada di bawah pembinaannya.
Kehadiran PORDASI Berkuda Memanah diharapkan dapat memperkaya potensi olahraga Surabaya sekaligus memperkuat peluang kota ini dalam mempertahankan prestasinya di berbagai ajang olahraga.
“KONI Kota Surabaya memiliki komitmen terhadap semua cabang olahraga di Kota Surabaya. Dengan hadirnya PORDASI Berkuda Memanah ini adalah aset terbesar bagi Kota Surabaya untuk menjaga eksistensinya sebagai Kota Juara Umum,” ujar Samsurin dalam sambutan penutupan.
Pernyataan tersebut menjadi dorongan bagi kepengurusan baru untuk membangun organisasi yang solid dan mampu memberikan kontribusi terhadap pencapaian prestasi olahraga secara keseluruhan.
Dukungan KONI juga diharapkan menjadi penguat bagi PBM Surabaya dalam menyusun program pembinaan yang realistis, terukur, dan berorientasi pada hasil. Dengan demikian, target tiga medali emas pada PORPROV IX Jawa Timur 2027 tidak berhenti sebagai pernyataan semata, tetapi dapat diwujudkan melalui persiapan dan kerja keras seluruh elemen.
Terpilihnya Gus Khudori untuk periode 2026–2030 menjadi momentum bagi PORDASI Berkuda Memanah Kota Surabaya untuk menatap agenda kompetisi mendatang dengan optimisme.
PORPROV IX Jawa Timur 2027 yang akan berlangsung di Surabaya menjadi salah satu sasaran penting bagi kepengurusan baru. Sebagai tuan rumah, Surabaya memiliki kesempatan untuk menunjukkan kesiapan penyelenggaraan sekaligus memperkuat prestasi atlet di berbagai cabang olahraga.
Dalam konteks tersebut, PBM Surabaya diharapkan mampu mengambil peran melalui persiapan atlet yang terencana, peningkatan kualitas latihan, serta penguatan koordinasi antara pengurus, klub, pelatih, dan KONI Kota Surabaya.
Target minimal tiga medali emas yang disampaikan Gus Khudori menjadi tantangan yang membutuhkan kerja bersama. Pencapaian target tersebut akan sangat bergantung pada konsistensi pembinaan, kesiapan atlet, dan dukungan dari seluruh pihak yang terlibat.
Lebih jauh, kepengurusan baru diharapkan tidak hanya berfokus pada PORPROV 2027, tetapi juga membangun fondasi organisasi yang kuat untuk menghadapi kompetisi-kompetisi berikutnya.
Dengan dukungan klub, Pengprov PORDASI Berkuda Memanah Jawa Timur, dan KONI Kota Surabaya, PBM Surabaya diharapkan dapat terus berkembang serta melahirkan atlet-atlet yang mampu mengharumkan nama daerah.
Muskot ini pun menjadi titik awal bagi kepemimpinan Gus Khudori untuk mengonsolidasikan kekuatan organisasi, meningkatkan pembinaan, dan memperjuangkan target prestasi yang telah dicanangkan.
Semangat kebersamaan yang terbangun dalam musyawarah diharapkan menjadi modal penting untuk membawa PORDASI Berkuda Memanah Kota Surabaya semakin maju, berprestasi, dan berkontribusi dalam mempertahankan posisi Surabaya sebagai salah satu kekuatan olahraga di Jawa Timur.(Red)
Editor : Redaksi