Kepemimpinan Khofifah-Emil di HUT ke-81 Jatim, Lia Istifhama Tekankan Semangat Inklusivitas

Reporter : Dani

abadinews.id, Surabaya — Peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen pembangunan yang inklusif, kolaboratif, dan berkeadilan. Dengan mengusung semangat “Unggul, Maju, Berkelanjutan”, Jawa Timur diharapkan terus meningkatkan pemerataan pembangunan, memperkuat kesejahteraan masyarakat, serta memantapkan peran sebagai lumbung pangan Nusantara.


Anggota Komite III DPD RI asal Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama, menyampaikan apresiasi terhadap arah kepemimpinan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak. Menurutnya, pembangunan daerah perlu dijalankan melalui pendekatan yang terbuka, melibatkan berbagai elemen masyarakat, serta memberikan manfaat yang dapat dirasakan secara merata.

Baca juga: Di Balik Karya Seni, Ada Kreativitas yang Layak Mendapat Apresiasi


Bagi Lia, keberhasilan pembangunan tidak cukup hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, pembangunan infrastruktur, maupun pencapaian berbagai indikator makro. Lebih dari itu, pembangunan harus mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok yang membutuhkan perhatian lebih, sehingga tidak ada elemen masyarakat yang merasa tertinggal.


“Kalau kita bicara pemerataan, itu harus benar-benar merata. Keadilan juga harus benar-benar adil, sehingga semua elemen masyarakat tersentuh,” ujar Lia Istifhama.


Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya menempatkan masyarakat sebagai pusat dari setiap kebijakan pembangunan. Pemerataan, dalam pandangan Lia, bukan sekadar distribusi program atau anggaran, melainkan upaya memastikan setiap wilayah dan kelompok masyarakat memperoleh kesempatan yang layak untuk berkembang.

 

Memasuki usia ke-81 tahun, Jawa Timur memiliki tantangan untuk menjaga kesinambungan pembangunan sekaligus memastikan hasilnya dapat dirasakan masyarakat secara luas. Keberagaman karakteristik wilayah, kondisi sosial ekonomi, serta kebutuhan masyarakat menuntut kebijakan yang responsif dan mampu menjawab persoalan secara tepat.


Karena itu, pembangunan inklusif menjadi salah satu prinsip penting yang perlu terus diperkuat. Pendekatan ini menempatkan seluruh elemen masyarakat sebagai bagian dari proses pembangunan, baik dalam perencanaan, pelaksanaan, maupun evaluasi kebijakan.


Menurut Lia, pemerataan harus menjadi perhatian dalam setiap sektor. Pembangunan tidak boleh hanya terkonsentrasi pada wilayah tertentu, sementara daerah lain menghadapi keterbatasan akses terhadap fasilitas publik, kesempatan ekonomi, maupun pelayanan dasar.


Pemerintah daerah perlu terus mendorong agar manfaat pembangunan dapat dirasakan masyarakat perkotaan maupun perdesaan. Kebutuhan masyarakat di setiap wilayah juga harus menjadi pertimbangan dalam menentukan prioritas program, sehingga kebijakan yang diambil benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan.


Dalam konteks tersebut, kepemimpinan yang inklusif dan kolaboratif dinilai penting untuk mempertemukan berbagai kepentingan serta memastikan kebijakan pembangunan berjalan dengan orientasi yang jelas.


Apresiasi Lia terhadap kepemimpinan Khofifah-Emil tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa keberlanjutan pembangunan membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri, tetapi memerlukan dukungan masyarakat, dunia usaha, akademisi, komunitas, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.


Kolaborasi yang terbangun secara baik diharapkan dapat memperkuat efektivitas program, memperluas jangkauan pelayanan, dan menghadirkan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

 


Semangat Unggul, Maju, Berkelanjutan dalam peringatan HUT ke-81 Jawa Timur juga perlu diterjemahkan ke dalam langkah konkret yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.


Kemajuan daerah tidak hanya tercermin dari pembangunan fisik, tetapi juga dari meningkatnya akses masyarakat terhadap pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, serta kesempatan untuk meningkatkan taraf hidup.


Sebagai anggota Komite III DPD RI, Lia berada dalam lingkup tugas yang berkaitan dengan sejumlah bidang pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, perhatian terhadap pemerataan manfaat pembangunan menjadi relevan dengan pentingnya memastikan pelayanan publik dapat menjangkau masyarakat secara luas.


Pemerataan kesempatan juga menjadi bagian penting dalam mendorong kemandirian masyarakat. Setiap kelompok perlu memiliki ruang untuk berpartisipasi dan berkembang sesuai dengan potensi yang dimiliki.

Baca juga: Aspirasi Desa dan Pelestarian Budaya Keris Jadi Perhatian Senator Lia


Dalam pelaksanaannya, pemerintah daerah perlu memastikan bahwa program pembangunan tidak berhenti pada target administratif, tetapi juga memperhatikan manfaat nyata bagi masyarakat. Evaluasi kebijakan secara berkala dibutuhkan untuk mengetahui sejauh mana program yang dijalankan telah menjawab kebutuhan warga.


Dengan pendekatan tersebut, pembangunan diharapkan tidak hanya menghasilkan kemajuan dalam jangka pendek, tetapi juga membangun fondasi kesejahteraan yang kuat dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.

 

Selain pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan, momentum Hari Jadi ke-81 Jawa Timur juga menjadi kesempatan untuk memperkuat peran provinsi ini sebagai lumbung pangan Nusantara.


Sektor pangan memiliki arti strategis karena berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat, stabilitas ekonomi, serta keberlangsungan kehidupan sosial. Penguatan sektor ini membutuhkan perhatian terhadap produktivitas pertanian, keberlanjutan lahan, ketersediaan sarana produksi, dan kesejahteraan petani.


Jawa Timur memiliki potensi pertanian yang besar. Namun, potensi tersebut perlu terus didukung melalui kebijakan yang mampu menjaga produktivitas sekaligus meningkatkan nilai tambah bagi pelaku usaha di sektor pangan.


Pembangunan pertanian juga perlu memperhatikan regenerasi petani, pemanfaatan teknologi, akses terhadap pasar, serta penguatan rantai distribusi. Dengan demikian, peningkatan produksi dapat berjalan beriringan dengan perbaikan kesejahteraan masyarakat yang menggantungkan hidup pada sektor tersebut.


Di sisi lain, ketahanan pangan tidak hanya berkaitan dengan jumlah produksi, tetapi juga keterjangkauan harga dan kemudahan masyarakat memperoleh bahan pangan. Karena itu, sinergi antara pemerintah, petani, pelaku distribusi, dan berbagai pemangku kepentingan diperlukan untuk menjaga keberlangsungan sistem pangan daerah.


Penguatan posisi Jawa Timur sebagai lumbung pangan Nusantara pada akhirnya harus memberikan manfaat bagi dua kepentingan sekaligus, yakni menjaga pasokan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama petani serta pelaku usaha pangan.

Baca juga: Ning Lia Apresiasi Arah Baru Transmigrasi Berbasis Usulan Daerah dan Ekonomi Komunal

 

Lia menilai semangat kolaborasi perlu terus dijaga agar pembangunan daerah mampu menjawab tantangan yang semakin kompleks. Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, termasuk hubungan kerja dengan lembaga perwakilan, menjadi bagian penting dalam menyelaraskan program dan memperkuat pelayanan kepada masyarakat.


Kolaborasi juga perlu dibangun dengan membuka ruang partisipasi publik. Aspirasi masyarakat harus menjadi salah satu pertimbangan dalam penyusunan kebijakan agar program pembangunan tidak berjalan jauh dari kebutuhan riil di lapangan.


Sementara itu, prinsip keadilan perlu diwujudkan melalui kebijakan yang memperhatikan perbedaan kebutuhan dan kondisi setiap kelompok masyarakat. Pendekatan yang sama untuk seluruh wilayah belum tentu menghasilkan manfaat yang setara apabila kondisi awal dan tantangan yang dihadapi berbeda.


Karena itu, pemerataan membutuhkan perencanaan yang matang, penentuan prioritas berdasarkan kebutuhan, serta pengawasan terhadap pelaksanaan program. Langkah tersebut penting agar pembangunan dapat berlangsung secara efektif dan manfaatnya tidak hanya dinikmati oleh sebagian kelompok.


Pada momentum HUT ke-81 Jawa Timur, harapan terhadap pembangunan yang inklusif, kolaboratif, dan berkeadilan menjadi semakin relevan. Usia yang terus bertambah harus diikuti dengan upaya memperkuat kualitas pelayanan publik, memperluas kesempatan ekonomi, dan menjaga keberlanjutan sumber daya daerah.


Apresiasi yang disampaikan Lia terhadap kepemimpinan Khofifah-Emil menjadi bagian dari dorongan agar semangat pembangunan terus diarahkan pada kepentingan masyarakat luas. Tantangan ke depan bukan hanya mempertahankan capaian yang telah diraih, tetapi juga memastikan setiap kebijakan memberikan dampak yang semakin merata.


Dengan mengedepankan pemerataan, kolaborasi, dan keberlanjutan, Jawa Timur diharapkan mampu memperkuat fondasi pembangunan daerah sekaligus meningkatkan kemandirian pangan.


Peringatan Hari Jadi ke-81 pun tidak sekadar menjadi perayaan perjalanan panjang provinsi ini, melainkan momentum untuk mempertegas komitmen bersama dalam mewujudkan Jawa Timur yang semakin maju, sejahtera, berkeadilan, dan mampu memberikan manfaat bagi seluruh masyarakatnya.(Red)

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru