Harumkan Nama Indonesia,Arief Budi Prasetyo Raih Medali Emas di 8th WGKF World Goju Ryu Championship

Reporter : Dani

abadinews.id,PUNE,INDIA — Prestasi membanggakan ditorehkan Arief Budi Prasetyo, S.H., M.H., dalam ajang _8th WGKF World Goju Ryu Championship 2026_ yang dijadwalkan berlangsung pada 5–10 Oktober 2026 di Shree Shiv Chhatrapati Sports Complex, Mahalunge, Balewadi, Pune, Maharashtra, India. Dalam kejuaraan dunia karate aliran Goju-Ryu tersebut, Arief berhasil meraih satu medali emas pada kategori veteran usia 35 tahun dengan kelas yang disebutkan dalam data awal sebagai 70 kilogram.

 

Baca juga: Ratusan Atlet Unjuk Kemampuan di Kejurprov IBCA MMA Jatim Sirkuit 3 Blitar

Capaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri sekaligus menunjukkan bahwa kedisiplinan, konsistensi latihan, pengalaman, dan mental bertanding merupakan faktor penting dalam menghadapi kompetisi bela diri di tingkat internasional.

 

Arief yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) Indonesia Beladiri Campuran Amatir (IBCA MMA) Jawa Timur, turut menunjukkan bahwa semangat berkompetisi dan pengembangan prestasi olahraga dapat terus dijaga melalui partisipasi dalam berbagai kejuaraan, termasuk kompetisi karate di level dunia.

 

Kejuaraan _8th WGKF World Goju Ryu Championship 2026_ diselenggarakan oleh World Goju-Ryu Karate Federation (WGKF). Ajang ini menjadi wadah bagi para karateka dari berbagai negara untuk menguji kemampuan, menambah pengalaman bertanding, serta mempererat hubungan antaratlet melalui kompetisi olahraga.

 

Berdasarkan informasi dalam naskah awal, kejuaraan tersebut diikuti peserta dari sekitar 15 negara. Kehadiran atlet dari berbagai latar belakang dan pengalaman bertanding menghadirkan persaingan yang kompetitif di setiap kategori. Para peserta berkesempatan menunjukkan kemampuan terbaik sekaligus mengukur perkembangan teknik, strategi, dan kesiapan mental mereka.

 

 

Bagi Arief Budi Prasetyo, medali emas yang berhasil diraih bukan sekadar penghargaan atas hasil pertandingan. Prestasi tersebut juga menjadi bagian dari perjalanan panjang dalam menjaga kedisiplinan, meningkatkan kemampuan, dan mempertahankan semangat untuk terus berkompetisi.

 

Ia mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian tersebut. Menurutnya, setiap kejuaraan memberikan pelajaran berharga, baik dari sisi teknik maupun pengalaman menghadapi lawan dengan karakter dan kemampuan yang berbeda.

 

“Saya bersyukur atas raihan medali emas di _World Goju Ryu Championship 2026_ pada kategori veteran usia 35 tahun. Bagi saya, ini bukan sekadar soal mendapatkan medali, tetapi juga menjadi bagian dari proses untuk terus mengasah kemampuan, menjaga disiplin, dan memberikan yang terbaik dalam setiap pertandingan,” ujar Arief Budi Prasetyo.

 

Menurut Arief, mengikuti kejuaraan internasional memberikan kesempatan bagi seorang atlet untuk mengevaluasi kemampuan secara langsung melalui persaingan dengan peserta dari berbagai negara. Pengalaman tersebut menjadi modal penting untuk meningkatkan kualitas diri dan mempersiapkan diri menghadapi kompetisi berikutnya.

 

Ia juga menilai bahwa hasil pertandingan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknik, tetapi turut dipengaruhi kesiapan fisik, penguasaan strategi, konsentrasi, serta kemampuan mengendalikan tekanan selama pertandingan.

 

“Kejuaraan seperti _World Goju Ryu Championship 2026_ ini sangat penting karena memberikan pengalaman bertanding yang luar biasa. Kita bisa mengukur kemampuan, melihat perkembangan atlet, sekaligus belajar dari karateka-karateka lain, termasuk peserta dari luar negeri,” katanya.

 

 

Arief menyampaikan bahwa pencapaian yang diraihnya tidak terlepas dari dukungan keluarga, pelatih, rekan-rekan, serta berbagai pihak yang selama ini memberikan motivasi dan dorongan.

 

Baginya, prestasi seorang atlet merupakan hasil dari proses yang melibatkan banyak pihak. Dukungan moral, latihan yang terarah, kedisiplinan, dan lingkungan yang positif menjadi bagian penting dalam menjaga konsistensi selama menjalani persiapan hingga mengikuti pertandingan.

 

Medali emas tersebut pun dipersembahkan kepada orang-orang yang telah memberikan dukungan sepanjang perjalanan olahraga yang dijalaninya.

Baca juga: IBCA MMA Jatim Gelar Rakerprov 2026, Matangkan Pembinaan Atlet Menuju PON 2028

 

“Medali ini saya persembahkan untuk keluarga, tim, para pelatih, dan semua pihak yang telah memberikan dukungan. Mudah-mudahan pencapaian ini bisa menjadi motivasi untuk terus meningkatkan prestasi dan ikut mendorong kemajuan olahraga bela diri di Indonesia, khususnya di Jawa Timur,” tuturnya.

 

Pencapaian ini juga diharapkan dapat menjadi motivasi bagi atlet lain untuk terus meningkatkan kemampuan dan tidak berhenti mengembangkan diri. Dalam olahraga kompetitif, setiap pertandingan merupakan kesempatan untuk belajar, memperbaiki kekurangan, dan membangun kepercayaan diri.

 

 

Selain aktif mengikuti kompetisi, Arief memiliki tanggung jawab dalam pembinaan olahraga melalui posisinya sebagai Ketua Umum Pengprov IBCA MMA Jawa Timur. Pengalaman bertanding di level internasional diharapkan dapat memperkaya perspektifnya dalam mendorong perkembangan olahraga bela diri di daerah.

 

Menurutnya, pembinaan atlet perlu dilaksanakan secara berkelanjutan melalui latihan yang terstruktur, pendampingan pelatih, peningkatan kualitas kompetisi, serta pemberian kesempatan bertanding bagi atlet dari berbagai kelompok usia.

 

Kompetisi memiliki peran penting dalam membentuk mental bertanding sekaligus membantu atlet memahami standar persaingan yang harus dihadapi. Semakin banyak pengalaman yang diperoleh, semakin besar pula kesempatan bagi atlet untuk mengevaluasi kemampuan dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan berikutnya.

 

“Kita harus terus memberikan kesempatan kepada atlet-atlet muda untuk bertanding. Kompetisi adalah bagian penting dari proses pembinaan. Dengan semakin banyak pengalaman, saya yakin akan semakin banyak atlet Indonesia yang mampu bersaing dan berprestasi di tingkat nasional maupun internasional,” pungkasnya.

 

Ia berharap semakin banyak atlet muda di Jawa Timur yang memperoleh akses terhadap pembinaan berkualitas dan kompetisi yang berkesinambungan. Dengan dukungan organisasi olahraga, pelatih, keluarga, serta berbagai pemangku kepentingan, potensi atlet daerah dapat dikembangkan secara optimal.

Baca juga: Pemkot Blitar Dukung Penuh Pelatda IBCA MMA Jatim, Siapkan Atlet Tangguh Berprestasi

 

 

Raihan medali emas dalam _8th WGKF World Goju Ryu Championship 2026_ menjadi pencapaian yang dapat memperkuat semangat Arief untuk terus menjaga konsistensi berlatih dan berkompetisi. Prestasi tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa pencapaian dalam olahraga membutuhkan proses, komitmen, serta kemauan untuk terus belajar.

 

Keikutsertaan atlet Indonesia dalam kejuaraan internasional juga membuka peluang untuk memperluas pengalaman, membangun jejaring olahraga lintas negara, dan mempelajari perkembangan teknik serta pola pembinaan karate di tingkat dunia.

 

Bagi generasi muda, capaian tersebut dapat menjadi dorongan untuk menekuni olahraga secara serius, menjunjung tinggi sportivitas, dan menjadikan setiap kesempatan bertanding sebagai bagian dari proses pembentukan karakter.

 

Olahraga bela diri tidak hanya berkaitan dengan kemampuan fisik dan teknik, tetapi juga mengajarkan kedisiplinan, pengendalian diri, rasa hormat terhadap lawan, serta tanggung jawab dalam mengikuti aturan pertandingan.

 

Dengan semangat tersebut, prestasi Arief Budi Prasetyo diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi perkembangan olahraga bela diri Indonesia, khususnya di Jawa Timur. Lebih dari sekadar medali, pencapaian ini menjadi momentum untuk terus memperkuat budaya olahraga yang sehat, disiplin, sportif, dan berorientasi pada prestasi.

 

Arief berharap pengalaman yang diperolehnya melalui berbagai kompetisi dapat menjadi bekal untuk terus berkembang sekaligus memberikan motivasi kepada atlet lain agar berani berkompetisi dan mengharumkan nama daerah serta Indonesia di berbagai ajang olahraga nasional maupun internasional.(Red)

 

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru