abadinews.id,SURABAYA, (10/10) – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) kembali mencatat kinerja operasional yang positif pada September 2026. Arus peti kemas internasional tercatat mencapai 120.725 TEUs, dengan total arus peti kemas internasional dan domestik sebesar 122.876 TEUs. Capaian tersebut menunjukkan konsistensi TPS dalam menjaga kelancaran arus logistik nasional di tengah dinamika perdagangan global.
Baca juga: TPS Perkuat Budaya Keselamatan Kerja (Safety Culture) Melalui Safety Stand Down Bersama Stakeholder
Pada periode September 2026, komposisi arus peti kemas internasional masih didominasi oleh aktivitas ekspor. Arus peti kemas ekspor tercatat sebesar 61.267 TEUs atau sekitar 51ri total throughput internasional, sementara impor mencapai 59.458 TEUs atau sekitar 49%. Kondisi ini mencerminkan tetap terjaganya aktivitas perdagangan luar negeri Indonesia serta kuatnya kontribusi sektor ekspor terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Dari sisi operasional, TPS berhasil mempertahankan produktivitas bongkar muat kapal pada level yang kompetitif. Produktivitas Box Ship Hour (BSH) pada layanan internasional tercatat rata-rata mencapai 51 box/ship/hour melampaui standar minimum 48 box/ship/hour yang ditetapkan oleh Kementerian Perhubungan melalui Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Tanjung Perak. Kinerja tersebut didukung oleh optimalisasi peralatan dan proses operasional yang berkelanjutan.
TPS juga mencatat 87 kunjungan kapal internasional selama September 2026. Di sisi lain, Yard Occupancy Ratio (YOR) internasional pada bulan September 2026 masih di bawah 40% (ekspor = 36,48n impor = 39,29%), mencerminkan efektivitas pengelolaan lapangan penumpukan serta kesiapan TPS dalam mendukung kelancaran arus peti kemas dan menjaga keandalan layanan operasional..
Baca juga: Pelindo Sinergi Lokaseva dan TPS Perkuat Ekosistem Pelabuhan dengan Container Scanner
Sejalan dengan upaya peningkatan kapasitas dan kualitas layanan, TPS terus mengoptimalkan pemanfaatan peralatan modern berbasis listrik yang telah dioperasikan, termasuk Electric Quay Container Crane (E-QCC) dan Electric Rubber Tyred Gantry (E-RTG). Modernisasi peralatan tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam meningkatkan produktivitas sekaligus mendukung operasional yang lebih ramah lingkungan.
Baca juga: Bea Cukai Temukan Ratusan Ton Beras dan Garam dalam Importasi Diberitahukan sebagai Ammonium Chlori
Direktur Utama TPS, Ali Sodikin, menyampaikan bahwa capaian pada September 2026 menunjukkan ketahanan dan kepercayaan pengguna jasa terhadap layanan TPS.
"Arus peti kemas yang tetap terjaga pada September 2026 menunjukkan kemampuan TPS dalam memberikan layanan operasional yang andal, efisien, dan berkelanjutan. Dominasi arus ekspor dibandingkan impor menjadi indikasi positif bahwa aktivitas perdagangan internasional masih bergerak dinamis. TPS akan terus meningkatkan kualitas layanan, produktivitas operasional, serta memperkuat peran sebagai gerbang logistik utama di Kawasan Timur Indonesia," ujarnya.(Red)
Editor : Redaksi