abadinews.id,SURABAYA — Petenis muda asal Sleman, Yogyakarta, Muhammad Ghossan Islammaleeq memastikan tiket ke perempat final ITF Widjojo Soejono 2026. Bertanding di kategori tunggal putra kelompok umur (KU) 16, Ghossan menundukkan M. Naufal Attaqy dengan skor 7-5, 6-2 pada yang berlangsung di Lapangan Tenis Kodam V/Brawijaya, Surabaya, Rabu (30/9/2026).
Baca juga: Dari Lapangan Hijau ke Lapangan Tenis, Darren Adam Sofian Tembus Perempat Final
Kemenangan tersebut tidak diraih dengan mudah. Ghossan mengaku sempat terkejut melihat perkembangan permainan Naufal yang dinilainya jauh lebih agresif dibandingkan saat keduanya bertemu pada turnamen tahun lalu.
“Tadi lumayan kaget, soalnya sebelumnya sudah sempat ketemu tahun lalu. Waktu itu permainannya belum terlalu menekan seperti ini,” ujar Ghossan.
Perubahan gaya bermain Naufal membuat Ghossan harus melakukan penyesuaian sejak awal pertandingan. Beberapa gim pertama digunakan untuk kembali membaca pola permainan lawan sekaligus mencari ritme yang tepat.
“Sempat kaget sedikit di awal-awal game, tapi saya segera adaptasi. Setelah itu saya berusaha lebih konsisten lagi,” katanya.
Strategi tersebut mulai membuahkan hasil setelah Ghossan mampu menjaga konsistensi permainan. Di sisi lain, Naufal beberapa kali melakukan kesalahan sendiri yang kemudian dimanfaatkan Ghossan untuk mengambil momentum.
“Setelah itu akhirnya dia mati sendiri dan saya bisa ambil,” tutur petenis berusia 16 tahun tersebut.
Bagi Ghossan, kemenangan ini menjadi modal penting untuk melangkah lebih jauh di ITF Widjojo Soejono 2026. Ia juga tidak asing dengan atmosfer pertandingan di ajang tersebut karena sudah beberapa kali tampil di lokasi yang sama.
Ghossan sebelumnya pernah mengikuti turnamen pada 2024 dan 2025. Bahkan, pada salah satu penampilannya, ia berhasil mencapai babak delapan besar.
“Sudah pernah di sini tahun 2024 dan 2025. Waktu itu juga pernah sampai babak delapan besar,” tuturnya.
Pengalaman tersebut membuat Ghossan memiliki gambaran mengenai karakter lapangan maupun atmosfer pertandingan. Kendati demikian, ia menyadari setiap pertandingan memiliki tantangan berbeda sehingga dirinya tetap harus mempersiapkan diri dengan baik.
Baca juga: Dominasi Penuh Kaylee Tandjung Warnai ITF Widjojo Soejono 2026
Tahun ini, Ghossan memasang target untuk kembali melangkah jauh. Ia ingin menembus semifinal terlebih dahulu sebelum memikirkan peluang untuk meraih gelar juara.
“Target saya bisa sampai semifinal dulu, insyaallah,” ujarnya.
Untuk mencapai target tersebut, Ghossan memilih tidak terlalu memikirkan hasil akhir. Ia lebih fokus menjaga konsentrasi dan kondisi fisik dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya.
Pola istirahat dan asupan makanan menjadi dua hal yang mendapat perhatian selama mengikuti turnamen. Menurutnya, menjaga kondisi tubuh menjadi bagian penting untuk mempertahankan performa di tengah persaingan yang ketat.
“Yang pasti tiduran cukup, terus makannya bergizi, biar ketika tanding tenaga itu maksimal,” katanya.
Perjalanan Ghossan di dunia tenis sudah dimulai sejak usia dini. Ketertarikannya terhadap olahraga tersebut tumbuh dari lingkungan keluarga, terutama sang ayah yang juga menyukai tenis.
Baca juga: Makin Percaya Diri, Joachim Gunawan Mika Raih Dua Kemenangan di ITF Widjojo Soejono 2026
“Saya didorong oleh keluarga, terutama Papa yang suka tenis,” ungkapnya.
Ghossan mulai mengenal tenis secara lebih serius ketika berusia sekitar tujuh hingga delapan tahun. Sejak saat itu, ia terus menekuni olahraga tersebut hingga akhirnya mampu bersaing di level internasional.
“Umur tujuh atau delapan tahun sudah mulai pegang raket,” katanya.
Dalam proses pembinaannya, Ghossan mengaku tidak bergabung dengan klub tenis tertentu. Ia menjalani latihan secara mandiri dan berkembang dengan dukungan keluarga.
Kini, pengalaman yang dikumpulkannya menjadi modal untuk menghadapi babak perempat final ITF Widjojo Soejono 2026. Dengan target semifinal yang sudah dicanangkan, Ghossan akan kembali berusaha menjaga konsistensi permainan dan fokus menghadapi lawan berikutnya.(Red)
Editor : Redaksi