PBPI Surabaya Periode 2026-2030 Resmi Dilantik, Siapkan Atlet Hadapi Porprov Jatim 2027

Reporter : Dani

abadinews.id,SURABAYA — Pengurus Persatuan Besar Padel Indonesia (PBPI) Kota Surabaya periode 2026-2030 resmi dilantik oleh Ketua PBPI Jawa Timur Rudie Risdianto di Whiz Luxe Hotel Surabaya, Minggu (27/9/2026).


Pelantikan tersebut menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus langkah awal untuk memperkuat pembinaan olahraga padel di Kota Surabaya. Sebanyak 104 orang dari berbagai unsur masuk dalam kepengurusan PBPI Surabaya.


Mereka berasal dari beragam latar belakang, mulai dari pemilik venue, pelatih, pemain amatir, komunitas, hingga pihak yang terlibat dalam berbagai kegiatan pendukung olahraga padel.


Ketua PBPI Surabaya Rian Septrianto Maulana Akrab di panggil Cak Rian mengatakan, pelantikan tersebut merupakan kelanjutan dari proses pembentukan dan konsolidasi organisasi yang telah dilakukan bersama anggota pada Juli 2026.


"Ini menjadi titik awal yang strategis bagi seluruh pengurus untuk menjaga dan mengembangkan ekosistem padel di Surabaya," ujar Cak Rian dalam acara pelantikan.


Menurut dia, perkembangan olahraga padel di Surabaya dalam beberapa tahun terakhir berlangsung cukup pesat. Pertumbuhan itu ditandai dengan bertambahnya venue, komunitas, pemain, pelatih, serta kegiatan dan turnamen padel.


Pertumbuhan tersebut, lanjut Cak Rian, perlu diikuti dengan penguatan organisasi dan sistem pembinaan yang lebih terarah.


"Semakin banyak unsur dalam ekosistem padel yang bersatu, kami berharap prestasi Surabaya juga semakin meningkat," katanya.

 

Pembentukan kepengurusan PBPI Surabaya juga diarahkan untuk menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027. Pada ajang tersebut, Surabaya akan menjadi tuan rumah.


Padel menjadi salah satu cabang olahraga yang dipersiapkan untuk mengikuti pertandingan resmi dan memperebutkan medali.


Cak Rian mengatakan, PBPI Surabaya akan segera menyiapkan sejumlah program pembinaan atlet, termasuk pendataan dan seleksi pemain.


Program tersebut akan diselaraskan dengan pembinaan yang dilakukan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Surabaya.


"Kami akan menyiapkan upaya-upaya agar program PBPI Surabaya dapat berjalan seiring dengan program KONI," ujarnya.


Selain pembinaan atlet, PBPI Surabaya akan membangun sistem pendataan berbasis digital. Sistem tersebut nantinya digunakan untuk mengelola data pemain, pelatih, komunitas, kalender kegiatan, turnamen, hasil pertandingan, hingga peringkat atlet.


Digitalisasi data tersebut diharapkan membuat proses pemantauan dan pembinaan atlet menjadi lebih terukur.


"Ketika database dapat dioptimalkan, federasi akan lebih mudah melakukan pembinaan dan menentukan atlet terbaik yang akan membawa nama Surabaya," kata Cak Rian.


Ketua Umum PBPI Jawa Timur Rudie Risdianto mengatakan, terbentuknya kepengurusan PBPI Surabaya menjadi momentum untuk memperkuat persiapan atlet Jawa Timur.


Menurut Rudie, Surabaya memiliki peran penting dalam menyiapkan atlet yang nantinya dapat memperkuat Jawa Timur dalam agenda olahraga tingkat nasional.


"Kita masih mempunyai waktu sekitar dua tahun untuk persiapan menuju PON. Saya berharap PBPI Surabaya mulai melakukan pembinaan dan seleksi atlet," ujarnya.


Rudie juga meminta seluruh pengurus menjaga kekompakan selama menjalankan roda organisasi.


Ia mengingatkan agar kepentingan organisasi dan pengembangan olahraga ditempatkan di atas kepentingan pribadi.


"Di PBPI kita mengabdi. Utamakan organisasi di atas kepentingan pribadi. Gunakan seluruh energi yang dimiliki untuk kemajuan padel di Surabaya," katanya.

 

Ketua KONI Surabaya Arderio Hukom yang hadir dalam pelantikan mengatakan, pembentukan PBPI Surabaya diharapkan turut memperkuat pencapaian target prestasi olahraga Kota Surabaya.


KONI Surabaya, kata dia, menargetkan 250 medali emas pada Porprov Jawa Timur 2027.


"Semoga hal baik yang kita awali hari ini bisa terus berlanjut dan memberikan manfaat," kata Arderio.


Ia berharap keberadaan PBPI Surabaya tidak hanya menghasilkan aktivitas organisasi, tetapi juga berujung pada peningkatan prestasi atlet.


"Ujungnya adalah prestasi. Semoga seluruh kegiatan pengurus ini dapat berujung pada prestasi atlet dan prestasi olahraga Surabaya," ujarnya.

 

Dewan Kehormatan PBPI Surabaya Sandiaga Uno mengatakan, perkembangan olahraga padel tidak hanya berkaitan dengan aspek olahraga dan prestasi. Menurut dia, pertumbuhan padel juga membentuk ekosistem ekonomi.


Pertumbuhan 100 venue yang ada di Surabaya,klub, komunitas, pelatih, turnamen, dan berbagai aktivitas pendukung menunjukkan semakin luasnya ekosistem olahraga tersebut.


"Ini bukan hanya soal lapangan. Ada ekosistem, dunia usaha, komunitas, dan penciptaan lapangan kerja," kata Sandiaga.


Karena itu, ia mendorong pengelolaan ekosistem padel dilakukan secara profesional.


Sandiaga juga menyoroti pentingnya aspek keselamatan pemain seiring meningkatnya jumlah masyarakat yang menekuni olahraga tersebut.


Menurut dia, pemain perlu memiliki pemahaman mengenai teknik dasar, pemanasan, dan kebugaran sebelum berolahraga.


"Literasi olahraga perlu ditingkatkan. Pemanasan juga harus dilakukan. Pembinaan dan kualitas pelatih perlu diperhatikan," ujarnya.


Digitalisasi, kata Sandiaga, juga menjadi bagian penting dalam pengembangan ekosistem padel. Data pemain, agenda pertandingan, komunitas, hingga informasi turnamen dapat dikelola melalui sistem digital.


Ia berharap pembinaan padel di Indonesia terus berkembang dan mampu melahirkan atlet yang berprestasi hingga tingkat internasional.

 

Staf Ahli Wali Kota Surabaya Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia drg. Bisukma Kurniawati, M.Kes., menyampaikan selamat kepada jajaran pengurus PBPI Surabaya periode 2026-2030.


Ia berharap pengurus baru dapat menjalankan program pembinaan secara konsisten dan berkelanjutan.


"Selamat menjalankan tugas. Semoga mampu meraih prestasi sebanyak-banyaknya untuk Kota Surabaya dan membanggakan Surabaya," katanya.


Menurut Bisukma, pembangunan olahraga tidak cukup hanya berorientasi pada prestasi dalam satu atau dua kompetisi. Pembinaan harus dipersiapkan untuk melahirkan atlet pada generasi berikutnya.


"Yang penting adalah berkelanjutan. Jangan hanya berhenti sekarang, tetapi bagaimana pembinaan ini terus berjalan untuk generasi yang akan datang," ujarnya.


Pelantikan PBPI Surabaya periode 2026-2030 menjadi langkah awal bagi kepengurusan baru untuk memperkuat organisasi sekaligus menata ekosistem olahraga padel di Kota Surabaya.


Sejumlah program akan diarahkan pada penguatan database atlet dan komunitas, pembinaan dan seleksi pemain, peningkatan kualitas pelatih, penyelenggaraan kompetisi, serta persiapan menghadapi Porprov Jawa Timur 2027.


Dengan semakin banyaknya unsur yang terlibat, PBPI Surabaya diharapkan mampu membangun sistem pembinaan yang terukur dan berkelanjutan, sehingga pertumbuhan olahraga padel tidak hanya terlihat dari bertambahnya jumlah pemain dan venue, tetapi juga melahirkan atlet berprestasi bagi Surabaya dan Jawa Timur.(Red)

 

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru